Kamis, 28 Oktober 2021
Ketawanya Rasulullah (4)
Ketawanya Rasulullah (4)
Buang Angin
Oleh aminuddin
Dikutip dari laman Masrawy, berikut lima momen saat Nabi Muhammad SAW tertawa lepas:
1. Akibat mainan boneka
قَدِمَ رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- من غزوة تَبوكٍ، أو خيبرَ، وفي سَهْوتها سِتْرٌ، فهبَّت ريحٌ فكَشَفَتْ ناحية السَّتر عن بناتٍ لعائشة لُعبٍ، فقال: “ما هذا يا عائشة؟ ” قالت: بناتي، ورأى بينهنَّ فرساً لها جناحانِ من رِقاع، فقال: “ما هذا الذي أرَى وَسْطَهُنَّ؟ ” قالت: فرسٌ، قال: “وما هذا الذي عليه؟ ” قالت: جناحَان: قال: “فرسٌ له جَناحَان؟! ” قالت: أما سمعَت أن لسليمان خَيلاً لها أجنحة؟ قالت: فضحك حتى رأيت نواجِذَه
Dari Aisyah RA, "Rasulullah ﷺ pulang dari perang Tabuk atau Khaibar. Pada rak barang milik Aisyah terdapat ditutupi (kain) penutup. Tiba-tiba angin bertiup lalu salah sisi dari kain penutup itu tersingkap sehingga mainan boneka-boneka berwujud anak perempuan milik Aisyah kelihatan.
Maka nabi bertanya, "Ini apa wahai Aisyah?"
Aisyah menjawab, "Boneka-boneka perempuanku."
Nabi melihat di antara boneka-boneka tadi terdapat kuda yang memiliki dua sayap yang terbuat dari potongan kain yang terdapat tulisan di dalamnya.
Nabi bertanya, "Apa yang kamu lihat di tengah-tengah boneka-bonekamu"
Aisyah menjawab: "Kuda."
Nabi bertanya, "Apa yang ada di atasnya?"
Aisyah menjawab, "Dua sayap."
Nabi berkata, "Kuda memiliki dua sayap?"
Aisyah menjawab, "Apakah Anda tidak pernah mendengar sesungguhnya Nabi Sulaiman memiliki kuda perang yang punya banyak sayap?"
Maka Nabi pun tertawa sampai aku melihat gigi gerahamnya." (HR Abu Dawud).
2. Denda puasa orang miskin
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ وَقَعْتُ عَلَى أَهْلِي فِي رَمَضَانَ قَالَ أَعْتِقْ رَقَبَةً قَالَ لَيْسَ لِي قَالَ فَصُمْ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا أَسْتَطِيعُ قَالَ فَأَطْعِمْ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا أَجِدُ فَأُتِيَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ قَالَ إِبْرَاهِيمُ الْعَرَقُ الْمِكْتَلُ فَقَالَ أَيْنَ السَّائِلُ تَصَدَّقْ بِهَا قَالَ عَلَى أَفْقَرَ مِنِّي وَاللَّهِ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَفْقَرُ مِنَّا فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَأَنْتُمْ إِذًا
Abu Hurairah RA dia berkata, "Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ sambil berkata,"Celaka aku, aku telah menyetubuhi istriku di (siang) bulan Ramadhan".
Beliau lalu bersabda,"Merdekakanlah seorang budak."
Laki-laki itu berkata, "Aku tidak mampu untuk itu."
Beliau bersabda, "Berpuasalah dua bulan berturut-turut."
Ia berkata, "Aku tidak sanggup."
Beliau bersabda, "Berilah makan enam puluh orang miskin."
Ia berkata, "Aku tidak mampu."
Lalu beliau memberinya keranjang yang berisi kurma."
Ibrahim berkata, “Al Araq adalah al Miktal (sebanding antara lima belas hingga dua puluh sha’).”
Beliau lalu bersabda, "Di manakah laki-laki yang bertanya tadi? Pergi dan bersedekahlah dengan ini."
Ia menjawab,"Demi Allah, antara dua lembah ini tidak ada keluarga yang lebih membutuhkan ini kecuali kami."
Lalu Nabi ﷺ tersenyum hingga kelihatan gigi gerahamnya, beliau lalu bersabda, "Kalau begitu, berilah makan kepada keluargamu."
3. Lelaki di neraka
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَأَعْرِفُ آخَرُ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْ النَّارِ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْهَا زَحْفًا فَيُقَالُ لَهُ انْطَلِقْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَذْهَبُ فَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ فَيَجِدُ النَّاسَ قَدْ أَخَذُوا الْمَنَازِلَ فَيُقَالُ لَهُ أَتَذْكُرُ الزَّمَانَ الَّذِي كُنْتَ فِيهِ فَيَقُولُ نَعَمْ فَيُقَالُ لَهُ تَمَنَّ فَيَتَمَنَّى فَيُقَالُ لَهُ لَكَ الَّذِي تَمَنَّيْتَ وَعَشَرَةَ أَضْعَافِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ فَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ
Dari Abdullah dia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui penduduk neraka yang paling akhir keluar dari neraka, yaitu seorang laki-laki yang keluar darinya dengan cara merangkak. Lalu dikatakan kepadanya, 'Pergilah, lalu masuklah surga."
Beliau bersabda lagi, "Lalu dia pergi, lalu masuk surga, hingga mendapatkan manusia telah mengambil tempat-tempatnya. Lalu ditanyakan kepadanya, 'Apakah kamu ingat zaman yang mana dahulu kamu pernah di dalamnya? ' Dia menjawab, 'Ya.'
Lalu dikatakan kepadanya, 'Berangan-anganlah! ' Maka dia berangan-angan. Lalu dikatakanlah kepadanya, 'Kamu mendapatkan sesuatu yang kamu khayalkan dan sepuluh kali lipat dunia.'
Beliau berkata, 'Lalu dia berkata, 'Apakah Engkau mengolok-olokku, sedangkan Engkau adalah Raja.' Perawi berkata, "Sungguh aku melihat Rasulullah SAW tersenyum hingga gigi gerahamnya terlihat'" (HR Muslim).
4. Suami yang buang angin
عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ أَتَتْ سَلْمَى مَوْلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ امْرَأَةُ أَبِي رَافِعٍ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْتَأْذِنُهُ عَلَى أَبِي رَافِعٍ قَدْ ضَرَبَهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَبِي رَافِعٍ مَا لَكَ وَلَهَا يَا أَبَا رَافِعٍ قَالَ تُؤْذِينِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَ آذَيْتِيهِ يَا سَلْمَى قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آذَيْتُهُ بِشَيْءٍ وَلَكِنَّهُ أَحْدَثَ وَهُوَ يُصَلِّي فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أَمَرَ الْمُسْلِمِينَ إِذَا خَرَجَ مِنْ أَحَدِهِمْ الرِّيحُ أَنْ يَتَوَضَّأَ فَقَامَ فَضَرَبَنِي فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُ وَيَقُولُ يَا أَبَا رَافِعٍ إِنَّهَا لَمْ تَأْمُرْكَ إِلَّا بِخَيْرٍ
Dari Aisyah RA berkata, "Salma, bekas budak Rasulullah SAW atau istri Abu Rafi' datang menemui Rasulullah mengadukan akan perihal Abu Rafi' yang telah memukulnya.
Aisyah berkata; Rasulullah menuturkan kepada Abu Rafi', "Ada apa engkau dengannya wahai Abu Rafi'?"
ia menjawab; "Ia telah menyakitiku wahai Rasulullah."
Kemudian Rasulullah bertanya, "Dengan apa engkau menyakitinya wahai Salma?"
Ia menjawab; "Wahai Rasulullah! aku tidak menyakiti nya sedikitpun, hanya saja ia pernah berhadas ketika sholat, lalu aku berkata kepadanya; 'Wahai Abu Rafi'! sesungguhnya Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin jika di antara mereka ada yang kentut maka hendaknya ia berwudhu."
Lalu ia berdiri dan memukulku. Beliau pun tertawa dan bersabda: "Hai Abu Rafi'! Sesungguhnya ia tidak menyuruhmu kecuali untuk kebaikan."
5. Perangai Umar bin Khattab
عن محمد بن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه أن أباه سعدا قال: "استأذن عمر على رسول الله صلى الله عليه وسلم وعنده نساء من قريش يكلمنه ويستكثرنه. عالية أصواتهن. فلما استأذن عمر قمن يبتدرن الحجاب. فأذن له رسول الله صلى الله عليه وسلم. ورسول الله صلى الله عليه وسلم يضحك فقال عمر: أضحك الله سنك يا رسول الله! فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "عجبت من هؤلاء اللاتي كن عندي؟ فلما سمعن صوتك ابتدرن الحجاب" قال عمر: فأنت يا رسول الله! أحق أن يهبن. ثم قال عمر: أي عدوات أنفسهن! أتهبنني ولا تهبن رسول الله صلى الله عليه وسلم؟ قلن: نعم. أنت أغلظ وأفظ من رسول الله صلى الله عليه وسلم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "والذي نفسي بيده! ما لقيك الشيطان قط سالكا فجا إلا سلك فجا غير فجك".
Diriwayatkan dari Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqqash dari ayahnya ia berkata, "Umar bin Khattab memohon agar diizinkan masuk ke rumah Rasulullah SAW ketika itu ada beberapa orang wanita dari Quraisy sedang berbincang-bincang dengan Rasulullah dan mereka berbicara dengan nada suara yang keras melebihi suara Rasululullah ﷺ.
Ketika Umar masuk mereka segera berdiri dan menurunkan hijab. Setelah diberi izin Umar masuk ke rumah Rasulullah ﷺ sementara Rasulullah tertawa. Umar bertanya, "Apa yang membuat anda tertawa wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Aku heran terhadap wanita-wanita yang berada di sisiku ini, ketika mereka mendengar suaramu, segera mereka berdiri menarik hijab."
Umar berkata, "Sebenarnya engkau yang lebih layak mereka segani Wahai Rasulullah."
Kemudian Umar berbicara kepada mereka, "Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi nafsunya sendiri, bagaimana kalian segan terhadap diriku dan tidak segan terhadap Rasulullah?"
Mereka menjawab, "Ya, sebab engkau lebih keras dan lebih kasar daripada Rasulullah ﷺ."
Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Umar bin Khattab, demi Allah yang jiwaku berada dalam genggaman tangan-Nya, sesungguhnya tidaklah setan menemuimu sedang berjalan di suatu jalan kecuali dia akan mencari jalan lain yang tidak engkau lalui."
_________
Sumber Literasi :
1. masrawy
2. Republika.co.id
Selasa, 26 Oktober 2021
Ketawanya Rasulullah (3
Ketawanya Rasulullah (3)
Makan Kurma
Oleh Aminuddin
DIRIWAYATKAN dalam salah satu Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari, bahwa suatu hari Rasulullah sedang makan kurma bersama Sayyidina Ali dalam satu ruangan. Kebiasaan zaman dulu ketika makan kurma maka akan menaruh bijinya tidak jauh dari samping tempat duduknya.
Pada saat itu, Rasulullah SAW memakan satu biji kurma dan meletakkan biji kurma di pinggir tidak jauh dari wadah kurma dekat dengan tempat du duknya. Sementara Ali memakan kurma dengan banyak sakali sehingga bijinya tak terhitung.
Lantas saja seketika itu muncul keisengan dan humor Ali. Ia menaruh biji-biji kurma bekas kurma yang dimakannya di pinggir samping dekat dengan Rasulullah. Sehingga di samping Ali tidak terlihat satu biji kurmapun.
Ali berkata kepada Rasulullah, “Ya Nabi, engkau memakan kurma banyak sekali. Lihatlah biji-biji kurma itu banyak ada di samping engkau. Sedang aku belum memakannya sama sekali.”
Mendengar candaan Sayyidina Ali Ra, lantas Nabi Muhammad menjawabnya sambil tertawa dan bercanda, “Wahai Ali, kamulah yang telah memakan kurma lebih banyak dariku. Kamu makan kurma ber sama biji-bijinya, sedangkan aku hanya memakan kurmanya saja.”
Akhirnya Rasulullah dan Sayyidina Ali pun tertawa setelah peristiwa itu terjadi. Mereka bercanda seba gaimana manusia lain bercanda.
Tentu saja, bercanda yang dilakukan Rasulullah ataupun sahabatnya tidak sampai menimbulkan ketawa yang terbahak-bahak, sehingga menim bulkan gangguan bagi orang lain.
Bercanda yang dilakukan oleh mereka juga tidak melewati batas, dan tidak dilakukan ketika datang waktu ibadah.
___________
Sumber Literasi :
Akurat.co
Kamis, 21 Oktober 2021
Ketawanya Rasulullah (2)
Ketawanya Rasulullah (2)
Oleh Aminuddin
Kisah Seorang Pemabuk
KISAH ini masyhur dan termaktub di dalam syarah kitab Ihya’ Ulumuddin karangan Hujjatul islam Al-Imam Al-Ghazali.
_______________
NUAIMAN adalah sahabat yang hidup sezaman dengan Rasulullah SAW, namun ada yang tidak senang dengan kebiasaannya yang hampirRsetiap pagi hari mabuk. Selain itu gemar bercanda bahkan sering iseng terhadap Rasul.
Pernah suatu ketika, sesaat setelah sadar dari mabuknya, Nuaiman merasa perutnya keroncongan karena lapar. Tanpa banyak pikir panjang, Nuaiman mencegat penjual makanan yang kebetulan lewat di depan masjid. Dia memesan dua bungkus.
Sembari menunggu penjual menyiapkan pesanannya, Nuaiman masuk halaman masjid lalu mengajak Rasul untuk makan bersama. Rasul kemudian berdiri dan menuju ke arah Nuaiman yang sudah memegang dua bungkus makanan. Mereka berdua duduk lantas menyantap makanan tersebut.
Setelah makanan habis, Rasul hendak kembali ke masjid namun dihadang oleh Nuaiman.
“Mau kemana ya Rasul? Habis makan masak tidak bayar,” kata Nuaiman.
Rasul pun dengan senyumnya balik tanya, “Yang pesan kamu kan?”.
“Betul ya Rasul,” jawabnya sambil berdehem.
Nuaiman melanjutkan perkataannya, “Di mana-mana raja itu mengayomi rakyatnya, penguasa melayani warganya, bos mentraktir karyawannya, masak saya yang harus bayar ya Rasul?”
Rasul lantas merogoh kocek sambil memberikan sejumlah uang kepada Nuaiman sambil tersenyum.
Pasca kejadian tersebut, kebiasaan mabuk Nuaiman tak kunjung berhenti. Sampai suatu ketika beberapa sahabat menghampiri Nuaiman yang masih dalam keadaan mabuk.
Nuaiman lantas berdiri karena beberapa sahabat menghampirinya.
“Ada apa?” Tanya Nuaiman.
Salah seorang sahabat langsung memarahi Nuaiman dengan makian. “Kamu ini setiap hari bersama Rasul, tapi kelakuanmu tetap saja seperti ini, apa nggak malu sama Rasul?”
Sahabat yang lain meneruskan, “Dasar kamu ini orang bejat, tidak pantas orang sepertimu mencintai Rasul karena pasti bakal dilaknat oleh Allah atas perbuatanmu ini”.
Dalam keadaaan beberapa sahabat masih memaki dan menghujat Nuaiman, Rasulullah SAW lewat dan langsung menanyakan apa yang sedang terjadi.
Salah seorang sahabat menceritakan kejadian sesaat sebelum Rasul datang.
Setelah mendengarkan keterangan, seketika Rasulullah SAW memarahi para sahabat.
“Jangan pernah sekali lagi kalian semua menghujat dan melaknat Nuaiman, meskipun dia seperti ini, tapi dia selalu membuatku tersenyum, dia masih mencintai Allah dan Aku, dan tidak ada hak bagi kalian melarang Nuaiman mencintai Allah dan mencintaiku sebagai Rasul.”
Para sahabat yang menghujat Nuaiman lalu bubar dan kembali ke tempatnya masing-masing.
Wallahu a'lam bishshawab.
_________
Sumber literasi :
1.Liputan6.com
2. Islami.co
Ketawanya Rasulullah (1)
Ketawanya Rasulullah (1)
Suka Tersenyum
Oleh aminuddin
SEMASA hidupnya, Rasulullah SAW senantiasa suka tersenyum kepada semua orang yang dia temui. Melalui senyuman, ia dapat membuat orang lain bahagia.
Rasulullah juga selalu tersenyum ketika para sahabatnya sedang bergurau bersama. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW ini senantiasa dicontohkan kepada para sahabat semasa hidupnya.
Dikutip dari kitab Keagungan Pribadi Rasulullah yang ditulis Al Imam Abu At Tirmizi, berikut cara baginda Rasulullah SAW tersenyum semasa hidupnya.
1 Tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak
Rasulullah SAW semasa hidupnya senang guyonan dengan para sahabatnya. Tetapi beliaulah tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak seperti manusia pada umumnya.
Jafar bin Samurah r.a menyatakan: "Betis Rasulullah SAW kecil dan lembut (sesuai dengan tubuh baginda). Baginda tidak ketawa kecuali senyuman. Ketika aku memandang kepadanya, aku berkata bercelak kedua matanya tapi ia tidak memakai celak."
Abdullah bin Al-Harith r.a menyatakan: Tiadalah ketawa Rasulullah SAW melainkan hanyalah senyuman.
2. Hanya tersenyum menunjukkan giginya saja
Kebiasaan manusia bila melihat atau mendengar kejadian yang lucu, mereka tidak jarang akan tertawa terbahak-bahak, bahkan hingga tersengal. Namun, hal tersebut tidak dibenarkan dalam perilaku keseharian Rasulullah.
Bila terdapat kejadian yang sangat lucu, Rasulullah SAW hanya tersenyum dengan gigi yang terlihat.
Abu Dzar berkata: "Ketika itu aku melihat Rasulullah SAW ketawa sehingga kelihatan gigi geraham baginda."
Jarir bin Abdullah r.a menyatakan: " Rasulullah SAW tidak pernah melarang aku mengunjungi baginda semenjak aku memeluk agama Islam. Baginda tidak melihat aku melainkan baginda akan ketawa."
3. Tetap tersenyum meskipun dalam peperangan
Menurut kesaksian para sahabat, Rasulullah SAW pun tetap tersenyum saat hari peperangan tiba. Senyum dia selalu ditunjukkan kepada para sahabatnya yang ikut dalam peperangan.
Melalui kebiasaan Rasulullah ini, kita dapat mengambil hikmah baiknya, yaitu meskipun dalam keadaan sulit dan menegangkan, tersenyum dapat memberikan semangat untuk diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita.
Amir bin Saad r.a menyatakan: Saas berkata: aku melihat Rasulullah SAW ketawa semasa hari peperangan Khandaq sehingga menampakkan gigi geraham baginda.
Amir bertanya kepada Saad: Bagaimana perkara itu berlaku?
Saad berkata: ada seorang lelaki padanya perisai dan Saad pula adalah seorang pemanah. Dan lelaki itu pun berkata begitu dan begini dengan perisai ia menutup dahinya.
Saad pun mengeluarkan anak panahnya dan ketika dia mengangkat kepalanya lalu Saad memanah tepat di dahinya, lalu lelaki tersebut jatuh, sehingga terangkat kakinya. Maka baginda ketawa sehingga menampakkan gigi gerahamnya.
Aku bertanya: apakah yang menyebabkan baginda ketawa?
Dia menjawab: karena perbuatannya terhadap lelaki tersebut.
Wallahu a'lam bishshawab.
______________
Sumber bacaan : IDN.Times