Kamis, 21 Oktober 2021

Ketawanya Rasulullah (1)

Ketawanya Rasulullah (1) Suka Tersenyum Oleh aminuddin SEMASA hidupnya, Rasulullah SAW senantiasa suka tersenyum kepada semua orang yang dia temui. Melalui senyuman, ia dapat membuat orang lain bahagia. Rasulullah juga selalu tersenyum ketika para sahabatnya sedang bergurau bersama. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW ini senantiasa dicontohkan kepada para sahabat semasa hidupnya. Dikutip dari kitab Keagungan Pribadi Rasulullah yang ditulis Al Imam Abu At Tirmizi, berikut cara baginda Rasulullah SAW tersenyum semasa hidupnya. 1 Tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak Rasulullah SAW semasa hidupnya senang guyonan dengan para sahabatnya. Tetapi beliaulah tidak pernah tertawa hingga terbahak-bahak seperti manusia pada umumnya. Jafar bin Samurah r.a menyatakan: "Betis Rasulullah SAW kecil dan lembut (sesuai dengan tubuh baginda). Baginda tidak ketawa kecuali senyuman. Ketika aku memandang kepadanya, aku berkata bercelak kedua matanya tapi ia tidak memakai celak." Abdullah bin Al-Harith r.a menyatakan: Tiadalah ketawa Rasulullah SAW melainkan hanyalah senyuman. 2. Hanya tersenyum menunjukkan giginya saja Kebiasaan manusia bila melihat atau mendengar kejadian yang lucu, mereka tidak jarang akan tertawa terbahak-bahak, bahkan hingga tersengal. Namun, hal tersebut tidak dibenarkan dalam perilaku keseharian Rasulullah. Bila terdapat kejadian yang sangat lucu, Rasulullah SAW hanya tersenyum dengan gigi yang terlihat. Abu Dzar berkata: "Ketika itu aku melihat Rasulullah SAW ketawa sehingga kelihatan gigi geraham baginda." Jarir bin Abdullah r.a menyatakan: " Rasulullah SAW tidak pernah melarang aku mengunjungi baginda semenjak aku memeluk agama Islam. Baginda tidak melihat aku melainkan baginda akan ketawa." 3. Tetap tersenyum meskipun dalam peperangan Menurut kesaksian para sahabat, Rasulullah SAW pun tetap tersenyum saat hari peperangan tiba. Senyum dia selalu ditunjukkan kepada para sahabatnya yang ikut dalam peperangan. Melalui kebiasaan Rasulullah ini, kita dapat mengambil hikmah baiknya, yaitu meskipun dalam keadaan sulit dan menegangkan, tersenyum dapat memberikan semangat untuk diri sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar kita. Amir bin Saad r.a menyatakan: Saas berkata: aku melihat Rasulullah SAW ketawa semasa hari peperangan Khandaq sehingga menampakkan gigi geraham baginda. Amir bertanya kepada Saad: Bagaimana perkara itu berlaku? Saad berkata: ada seorang lelaki padanya perisai dan Saad pula adalah seorang pemanah. Dan lelaki itu pun berkata begitu dan begini dengan perisai ia menutup dahinya. Saad pun mengeluarkan anak panahnya dan ketika dia mengangkat kepalanya lalu Saad memanah tepat di dahinya, lalu lelaki tersebut jatuh, sehingga terangkat kakinya. Maka baginda ketawa sehingga menampakkan gigi gerahamnya. Aku bertanya: apakah yang menyebabkan baginda ketawa? Dia menjawab: karena perbuatannya terhadap lelaki tersebut. Wallahu a'lam bishshawab. ______________ Sumber bacaan : IDN.Times

Tidak ada komentar:

Posting Komentar