Minggu, 29 Januari 2017

Abi Dzar Bertanya, Rasulullah SAW Menjawab



Tausiyah

Abi Dzar Bertanya, Rasulullah SAW Menjawab
By  Aminuddin

ABU Dzar berkata, saya masuk masjid tiba-tiba  Nabi SAW duduk sendiri, maka aku berkata,  beliau tidak akan duduk sendiri kecuali karena menanti wahyu atau suatu hajat. Kemudian Nabi SAW memang gil aku.  Dekat lah padaku hai Jundub. Maka segera saya mendekat dan mengambil kesempatan untuk bertanya:
“Y Rasulullah, engkau menyuruh kami berwudhu’, maka apakah hikmah wudhu’ itu?”
“Hai Abi Dzar, tidak sah sembahyang  kecuali dengan wudhu’, dan wudhu’ itu dapat menebus dosa-dosa yang terjadi sebelumnya,” jawab Nabi SAW.
“Ya Nabi Allah, engkau menyuruh kami sembahyang, maka apakah sembahyang itu?”
“Sembahyang itu sebaik-baik perbuatan, maka siapa suka boleh mempersedikit atau memperbanyak,” kata Nabi.
“Ya Nabi Allah, apakah zakat itu?”
“Hai Abu Dzar, tiada iman bagi orang yang  tidak dapat diamanati (dipercaya), dan tiada sembahyang bagi orang yang tidak mengeluarkan zakat, dan Allah SWT telah mewajibkan atas orang-orang kaya me ngeluarkan zakat harta mereka sekedar untuk menutup kekurangan orang-orang fakir miskin, dan Allah SWT akan menuntut orang-orang kaya tentang zakat dan akan menyiksa yang tidak menaatinya.”
“Hai Abu Dzar, tidak akan berkurang harta karena dikeluarkan zakat dan tidak hilang harta di darat atau di laut melainkan karena tidak dikeluarkan zakatnya.”
“Hai Abu Dzar, tidak akan mengeluarkan zakat harta dengan senang hati kecuali seorang mukmin, dan tidak akan menolak pemberian zakat kecuali orang musyrik.”
“Ya Nabi Allah, apakah puasa itu?” Tanya Abu Dzar lagi.
“Puasa itu perisai, dan pahalanya dijamin Allah SWT, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kali kese nangan, yaitu ketika berbuka dan kedua ketika menghadap Tuhannya, dan bau mulut orang yang berpu asa di sisi Allah lebih harum dari kasturi (misik), dan akan disiapkan hidangan pada hari kiamat untuk manusia, maka yang pertama makan daripadanya orang-orang yang berpuasa.”
“Ya Nabiyallah, apakah sabar itu?”
“Perumpamaan sabar itu bagaikan seorang yang membawa sekantong kasturi, dan ia di tengah-tengah gerombolan manusia, semua orang itu ingin mendapatkan baunya.”
“Ya Nabiyallah, apakah sedekah itu?”
“Untung hai Abu Dzar, sedekah rahasia itu dapat memadamkan murka Tuhan, dan sedekah terang-te rangan menghalaukan tujuh ratus bahaya dari orang yang bersedekah, dan sedekah itu menghapus do sa, memadamkan api neraka dan memadamkan murka Tuhan, dan sedekah itu perbuatan yang ajaib baik, sedekah itu sesuatu yang ajaib, dan sedekah itu sesuatu yang ajaib.”
“Ya Rasulullah, memerdekakan budak manakah yang lebih utama?”
“Yang lebih mahal harganya.”
“Ya Nabiyallah, hijrah manakah yang lebih afdhal?”
“Yaitu meninggalkan kejahatan.”
“Ya Nabiyallah, siapakah manusia yang benar-benar Islamnya?”
“Siapa yang selamat semua manusia dari gangguan lidah dan tangannya.”
“Ya Nabiyallah, siapakah manusia yang sangat lemah?”
“Siapa yang malas berdoa.”
“Ya Nabiyallah, siapakah manusia yang sangat bakhil?”
“Yang bakhil untuk memberi salam.”
“Ya Nabiyallah, siapakah pejuang (mujahid) yang paling utama?”
“Siapa yang terbunuh kudanya dan tertumpah darahnya.”
“Ya Nabiyallah, beritahukan kepadaku tentang shuhuf Ibrahim dan kitab-kitab itu bilakah turunnya?”
“Shuhuf Nabi Ibrahim telah diturunkan tanggal satu bulan Ramadhan, dan Injil diturunkan pada tanggal dua belas Ramadhan, Zabur diturunkan tanggal delapan belas Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal delapan Ramadhan, dan Alquran diturunkan pada tangga dua puluh empat Ramadhan.”
“Ya Nabiyallah, berapakah banyaknya nabi, dan berapa banyak Rasul?”
“Banyaknya para Nabi seratus dua puluh empat ribu Nabi, dan banyaknya Rasul tiga ratus tiga belas Ra sul, dan adakalanya Nabi bukan Rasul, dan adakalanya Nabi adalah juga Rasul atau (setiap Rasul pasti Nabi dan belum tentu seorang Nabi menjadi Rasul).”     
“Ya Nabiyallah, waktu malam yang manakah yang lebih afdhal?”
“Tengah malam yang telah lewat (gelap).”
“Ya Nabiyallah, apakah yang utama dalam sembahyang?”
“Lama berdiri.”
“Sedekah manakah yang lebih utama?”
“Sekuatnya orang yang tidak punya, miskin, diberikan kepada orang fakir.”
“Siapakah Nabi yang pertama?”
“Adam.”
“Apakah Adam itu Rasul?”
“Allah menjadikannya dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh ke dalamnya.Dan empat dari Nabi-nabi itu Suryani, yaitu Adam, Syits, Idris dan Nuh as. Dan empat bangsa Arab yakni Hud, Shaleh, Syu’aib dan Nabimu (Muhammad SAW).”
“Berapakah kitab yang diturunkan Allah pada nabi-nabi-Nya?”
 “Seratus empat kitab: Allah menurunkan pada Nabi Syits lima puluh shahifah, pada Nabi Idris tiga puluh shahifah, pada Nabi Ibrahim sepuluh shahifah, kepada Nabi Musa sebelum Taurat sepuluh shahifah, dan taurat, injil, zabur serta furqan (Al-Quran).”
“Ya Nabiyallah, nasehatilah aku!”
“Jagalah taqwamu kepada Allah SWT, sebab itu pokok dari segala hajat kepentinganmu.”
“Ya Rasulullah, tambahkan kepadaku!”
“Lazimilah selalu dzikrullah dan membaca Al-Quran, sebab itu akan menjadi cahaya penerangan bagimu di langit dan kemuliaan, juga menjadi ingatan (sebutan) bagimu di bumi. Dan jagalah panggilan jihad fi sabilillah, sebab itu sebagai pertapaan umatku, dan jagalah diam kecuali untuk kebaikan, sebab diam itu mengusir syaithan serta membantu kamu untuk melaksanakan tuntunan agama dengan baik, dan awas lah dari tertawa, karena tertawa itu dapat mematikan hati dan menghilangkan cahaya muka (mnghi langkan wibawa).”
Wallahu a’lam bishshawab.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar