Tausiyah
Abi Dzar Bertanya,
Rasulullah SAW Menjawab
By Aminuddin
ABU Dzar berkata, saya masuk masjid tiba-tiba Nabi SAW duduk sendiri, maka aku
berkata, beliau tidak akan duduk sendiri
kecuali karena menanti wahyu atau suatu hajat. Kemudian Nabi SAW memang gil
aku. Dekat lah padaku hai Jundub. Maka
segera saya mendekat dan mengambil kesempatan untuk bertanya:
“Y Rasulullah, engkau menyuruh kami berwudhu’, maka apakah
hikmah wudhu’ itu?”
“Hai Abi Dzar, tidak sah sembahyang kecuali dengan wudhu’, dan wudhu’ itu dapat
menebus dosa-dosa yang terjadi sebelumnya,” jawab Nabi SAW.
“Ya Nabi Allah, engkau menyuruh kami sembahyang, maka apakah
sembahyang itu?”
“Sembahyang itu sebaik-baik perbuatan, maka siapa suka boleh
mempersedikit atau memperbanyak,” kata Nabi.
“Ya Nabi Allah, apakah zakat itu?”
“Hai Abu Dzar, tiada iman bagi orang yang tidak dapat diamanati (dipercaya), dan tiada
sembahyang bagi orang yang tidak mengeluarkan zakat, dan Allah SWT telah
mewajibkan atas orang-orang kaya me ngeluarkan zakat harta mereka sekedar untuk
menutup kekurangan orang-orang fakir miskin, dan Allah SWT akan menuntut
orang-orang kaya tentang zakat dan akan menyiksa yang tidak menaatinya.”
“Hai Abu Dzar, tidak akan berkurang harta karena dikeluarkan
zakat dan tidak hilang harta di darat atau di laut melainkan karena tidak
dikeluarkan zakatnya.”
“Hai Abu Dzar, tidak akan mengeluarkan zakat harta dengan
senang hati kecuali seorang mukmin, dan tidak akan menolak pemberian zakat
kecuali orang musyrik.”
“Ya Nabi Allah, apakah puasa itu?” Tanya Abu Dzar lagi.
“Puasa itu perisai, dan pahalanya dijamin Allah SWT, dan
bagi orang yang berpuasa ada dua kali kese nangan, yaitu ketika berbuka dan
kedua ketika menghadap Tuhannya, dan bau mulut orang yang berpu asa di sisi
Allah lebih harum dari kasturi (misik), dan akan disiapkan hidangan pada hari
kiamat untuk manusia, maka yang pertama makan daripadanya orang-orang yang
berpuasa.”
“Ya Nabiyallah, apakah sabar itu?”
“Perumpamaan sabar itu bagaikan seorang yang membawa
sekantong kasturi, dan ia di tengah-tengah gerombolan manusia, semua orang itu
ingin mendapatkan baunya.”
“Ya Nabiyallah, apakah sedekah itu?”
“Untung hai Abu Dzar, sedekah rahasia itu dapat memadamkan
murka Tuhan, dan sedekah terang-te rangan menghalaukan tujuh ratus bahaya dari
orang yang bersedekah, dan sedekah itu menghapus do sa, memadamkan api neraka
dan memadamkan murka Tuhan, dan sedekah itu perbuatan yang ajaib baik, sedekah
itu sesuatu yang ajaib, dan sedekah itu sesuatu yang ajaib.”
“Ya Rasulullah, memerdekakan budak manakah yang lebih
utama?”
“Yang lebih mahal harganya.”
“Ya Nabiyallah, hijrah manakah yang lebih afdhal?”
“Yaitu meninggalkan kejahatan.”
“Ya Nabiyallah, siapakah manusia yang benar-benar Islamnya?”
“Siapa yang selamat semua manusia dari gangguan lidah dan
tangannya.”
“Ya Nabiyallah, siapakah manusia yang sangat lemah?”
“Siapa yang malas berdoa.”
“Ya Nabiyallah, siapakah manusia yang sangat bakhil?”
“Yang bakhil untuk memberi salam.”
“Ya Nabiyallah, siapakah pejuang (mujahid) yang paling
utama?”
“Siapa yang terbunuh kudanya dan tertumpah darahnya.”
“Ya Nabiyallah, beritahukan kepadaku tentang shuhuf Ibrahim
dan kitab-kitab itu bilakah turunnya?”
“Shuhuf Nabi Ibrahim telah diturunkan tanggal satu bulan
Ramadhan, dan Injil diturunkan pada tanggal dua belas Ramadhan, Zabur
diturunkan tanggal delapan belas Ramadhan, Taurat diturunkan pada tanggal
delapan Ramadhan, dan Alquran diturunkan pada tangga dua puluh empat Ramadhan.”
“Ya Nabiyallah, berapakah banyaknya nabi, dan berapa banyak
Rasul?”
“Banyaknya para Nabi seratus dua puluh empat ribu Nabi, dan
banyaknya Rasul tiga ratus tiga belas Ra sul, dan adakalanya Nabi bukan Rasul,
dan adakalanya Nabi adalah juga Rasul atau (setiap Rasul pasti Nabi dan belum
tentu seorang Nabi menjadi Rasul).”
“Ya Nabiyallah, waktu malam yang manakah yang lebih afdhal?”
“Tengah malam yang telah lewat (gelap).”
“Ya Nabiyallah, apakah yang utama dalam sembahyang?”
“Lama berdiri.”
“Sedekah manakah yang lebih utama?”
“Sekuatnya orang yang tidak punya, miskin, diberikan kepada
orang fakir.”
“Siapakah Nabi yang pertama?”
“Adam.”
“Apakah Adam itu Rasul?”
“Allah menjadikannya dengan tangan-Nya, dan meniupkan ruh ke
dalamnya.Dan empat dari Nabi-nabi itu Suryani, yaitu Adam, Syits, Idris dan Nuh
as. Dan empat bangsa Arab yakni Hud, Shaleh, Syu’aib dan Nabimu (Muhammad
SAW).”
“Berapakah kitab yang diturunkan Allah pada nabi-nabi-Nya?”
“Seratus empat kitab:
Allah menurunkan pada Nabi Syits lima puluh shahifah, pada Nabi Idris tiga
puluh shahifah, pada Nabi Ibrahim sepuluh shahifah, kepada Nabi Musa sebelum
Taurat sepuluh shahifah, dan taurat, injil, zabur serta furqan (Al-Quran).”
“Ya Nabiyallah, nasehatilah aku!”
“Jagalah taqwamu kepada Allah SWT, sebab itu pokok dari
segala hajat kepentinganmu.”
“Ya Rasulullah, tambahkan kepadaku!”
“Lazimilah selalu dzikrullah dan membaca Al-Quran, sebab itu
akan menjadi cahaya penerangan bagimu di langit dan kemuliaan, juga menjadi
ingatan (sebutan) bagimu di bumi. Dan jagalah panggilan jihad fi sabilillah,
sebab itu sebagai pertapaan umatku, dan jagalah diam kecuali untuk kebaikan,
sebab diam itu mengusir syaithan serta membantu kamu untuk melaksanakan
tuntunan agama dengan baik, dan awas lah dari tertawa, karena tertawa itu dapat
mematikan hati dan menghilangkan cahaya muka (mnghi langkan wibawa).”
Wallahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar