Tausiyah
Musuh dan Teman Iblis
Oleh aminuddin
WAHAB bin Munabbih berkata, Allah SWT telah menyuruh iblis
datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjawab segala pertanyaannya. Maka
datanglah iblis berupa orang tua yang bertongkat. Dan ketika ditanya oleh Nabi
SAW, siapakah kamu. Jawabnya: Iblis. Dan mengapa kamu datang? Jawabnya: Allah
SWT menyuruhku datang kepadamu untuk menjawab segala pertanyaanmu.
Lalu Nabi SAW bertanya: “Ya Mal’uun, berapa musuh-musuhmu
dari umatku?”
“Lima belas orang,” jawab iblis.
“Pertama,” kata Iblis, “engkau. Kedua, imam yang adil, ketiga,
orang kaya yang rendah hati, keempat,
pedagang yang jujur (benar), kelima, orang alim yang khusyu’, keenam, orang
mukmin yang suka mena sihati, ketujuh, orang mukmin yang murah hati (belas
kasih), kedelapan, orang yang tobat dan tetap pa da tobatnya, kesembilan, orang
yang menjauh dari segala yang haram, kesepuluh, orang yang tetap ber wudhu’
(Yakni begitu batal langsung berwudhu’ lagi), kesebelas, orang mukmin yang
banyak bersede kah, kedua belas, orang mukmin yang baik budi akhlaknya, ketiga
belas, orang mukmin yang banyak jasa gunanya pada manusia, keempat belas, orang
yang membawa Al-Quran dan selalu membacanya (hafal atau mengerti), dan kelima
belas, orang yang suka sembahyang tahajud di kala orang-orang sedang tidur.”
“Dan siapakah teman-temanmu dari umatku?” Tanya Nabi SAW
lagi.
“Ada sepuluh,” jawab iblis.
“Pertama,” jelas iblis, “raja yang zalim, kedua, orang kaya
yang sombong, ketiga, pedagang yang khianat, keempat, pemabuk (peminum khamar),
kelima, tukang adu (fitnah), keenam, pelacur, ketujuh, pemakan harta anak
yatim, kedelapan, orang yang meremehkan sembahyang, kesembilan, penolak zakat
(tidak mengeluarkan zakat) dan kesepuluh, orang yang panjang angan-angan.
Mereka itulah kawan dan saha bat-sahabatku.”
Walllahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar