Senin, 01 Mei 2017

Fadhilah Bulan Suci Ramadhan (1)





TAUSIYAH


Fadhilah Bulan Suci Ramadhan (1)
Telaga Muhammad

Oleh  Aminuddin (Wak Amin)


ABUL-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Salman Al-Farisi, ia berkata bahwasanya Rasulullah SAW berkhutbah di penghujung bulan Sya’ban dan bersabda:

“Hai semua manusia, telah tiba kepadamu bulan yang besar dan berkat, bulan yang mengandung laila tul qadri yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang diwajibkan Allah SWT kepada hamba-Nya supaya berpuasa dengan bangun malam hanya sunat, maka siapa yang mengerjakan yang sunnat dalam bulan itu, sama dengan orang yang mengerjakan fardhu di lain bulan, dan siapa yang mengerjakan yang fardhu di bulan itu bagaikan tujuh puluh fardhu di lain-lain bulan.
Ia adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ia bulan bantuan dan pertolongan, dan bulan yang ditambahkan padanya rezeki orang mukmin. Siapa yang memberi buka puasa kepada orang yang berpuasa akan mendapat pahala bagaikan memerdekakan budak dan menjadi pengampunan  bagi dosa-dosanya.
Sahabat berkata: “Ya Rasulullah, tidak semua orang mempunyai makanan untuk memberi buka pada orang yang berpuasa.”
Jawab Rasulullah SAW : “Allah memberi pahala itu bagi orang yang memberi buka puasa walau seteguk susu, atau sebiji kurma atau segelas air, dan siapa yang mengenyangkan orang puasa, maka ia diampun kan dosa-dosanya dan diberinya minum dari telagaku minuman yang tidak akan haus sehingga masuk surga.
Ia mendapat pahala seperti pahalanya orang yang puasa tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun, dan ini bulan permulaannya rahmat, pertengahannnya pengamunan dan akhirnya kebebasan dari neraka. Si apa yang meringankan terhadap budaknya (buruhnya) maka Allah SWT akan memerdekakannya dari api neraka.”


NABI Muhammad SAW bersabda ketika hampir tiba bulan suci Ramadhan:

“Andaikata hamba-hamba itu mengetahui kebesaran rahmat yang turun di bulan suci Ramadhan, niscaya umatku akan menginginkan supaya Ramadhan itu satu tahun penuh.
Lalu ada orang dari Khuza’ah bertanya: “Ya Rasulullah, ceritakan kepada kami apa yang terkandung di dalamnya?”
Rasulullah SAW pun menjawab : “Sesungguhnya surga itu dihias pada bulan suci Ramadhan setiap ta hun.  Maka bila tiba pertama bulan Ramadhan mendesir angin dari bawah arasy, maka bernyanyilah daun-daun pohon surga itu, lalu keluar bidadari untuk melihat keadaan itu.
Mereka pun berdoa: Ya Tuhan, berilah untuk kami pada bulan ini suami dari para hamba-Mu yang me nyenangkan, juga mereka senang dengan kami. Maka tiada seorang yang puasa melainkan akan dika winkan dengan dua bidadari di dalam khemah dari permata yang berlobang sebagaimana firman Allah SWT:
Dan bidadari yang tetap berada dalam khemah-khemah. Dan tiap bidadari memakai tujuh puluh paka ian yang masing-masing berbeda-beda warnanya, sebagaimana juga diberi tujuh puluh macam minyak harum, dan untuk setiap bidadari satu tempat tidur dari yaqut merah, dianyam dengan permata.  Dalam tiap tempat tidur tujuh puluh kasur yang seprainya dari sutera yang berkilauan. Tiap wanita mempunyai tujuh puluh pelayan. Ini semua untuk tiap hari ia berpuasa, selain amal-amal yang lainnya.”

Wallahu a’lam bishshawab.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar