Serial Ki Ogan
Pulau Harimau (12)
Oleh : Wak Amin
Kepada Mayor Nawi, Agus meminta tolong dikeluarkan dari sel tahanan
karena berbagai alasan, satu di an taranya Pedro dan Thomas bersembunyi
di kediaman Ki Ogan. Sang Bos mengabulkan permintaan anak buahnya itu.
Sayang, jika selama ini Mayor Nawi mampu 'menekan' pihak kepolisian agar
melepaskan anak buahnya ya ng bermasalah, kini tak bisa berbu at
apa-apa lagi.
Hal ini dikarenakan polisi yang menahan dan memeriksa Agus, Iwan dan Iwin tetap bersikukuh tak mau melepaskan.
"Anda tahu siapa saya?"
"Tahu nama, tapi tak tahu orang. Belum pernah lihat," jawab polisi ganteng berbadan kekar.
"Saya pencabut nyawa, tahu?"
"Bukannya yang mencabut nyawa itu malaikat Izrail tuan?"
Hua ha ha ha ...
Mendengar sayup-sayup polisi pa da tertawa, Mayor Nawi naik pitam.
Dengan suara lantang dia mengata kan siapa saja yang berani melawan
perintahnya akan menanggung akibatnya.
"Saya merasa tidak melawan perintah anda Tuan .."
"Dengarkan ya. Saya tunggu lima belas menit lagi. Jika saya telepon lagi
belum juga anak buah saya di lepaskan, maka saya akan bertindak apa
yang saya suka ..."
Kletek ...
Telepon ditutup.
"Dasar Bos kurang kerjaan. Enak aje merintah-merintah gue. Ai keplak baru tahu rase," omel polisi berhi dung mancung.
Ha ha ha ha ...
"Awas kamu Jo. 'Ntar kena marah si Bos. Tahu rasa kamu." Temannya bertahi lalat di kening mengingatkan.
Bhua ha ha ha ...
Lima belas menit kemudian ..
Kriiiing ...
Kriiing ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar