Serial Ki Ogan
Pulau Harimau (8)
Oleh : Wak Amin
UNTUK mewujydkan hal itu, sepu langnya mereka dari tepian sungai, malam
harinya, bersama para pe muda kampung ya.g dibayar, mere ka bermaksud
membakar Perguru an Al-Kalam.
Mereka sudah menyiapkan bebe rapa peralatan seperti tali, bensin, minyak
tanah, pisau dan senjata api. Mereka baru akan beraksi tepat pada
tengah malam.
Mereka memulai rencana jahat itu dari arah belakang komplek pergu ruan.
Tak lazim memang. Selain sepi, hanya jalan setapak dan jarang dilalui
warga.
Warga setempat lebih memilih jalan depan perguruan. Selain ramai, mudah
dan banyak jalan pintas serta lebih cepat menuju ke lokasi yang
dituju.
Sampai lonceng berdentang dua belas kali, Ki Ogan tak mau tidur.
Badannya terasa panas. Setelah menunaikan shalat dua rakaat, dia
beristirahat di ruang belakang sambil berzikir.
Lepas berzikir, dia menuju pintu belakang. Saat itulah, dari balik
jendela, dia melihat sekelebat bayangan memasuki pagar belakang.
Bismillahirrohmsnirrohim ..
Dia melompat turun. Dia mengejar bayangan itu. Ternyata seorang pemuda
kampung yang tengah membawa dirijen berisi bensin dan korek api. Dengan
gugup dia mengaku disuruh Agus cs.
"Mereka menyuruh saya.Dirijen beri si bensin ini saya tuangkan ke seti
ap sudut gedung, lalu saya sulut dan terbakarlah gedung perguruan ini,"
jelas si pemuda ketakutan. Juga ada rasa penyesalan.
"Astsghfirullah. Ikut saya!" ucap Ki Ogan. Melompat naik masuk pintu
belakang. Dia membangunkan Pedro dan Thomas serta siswa latihnya.
Seketika itu juga Ki Ogan memerintahkan untuk menyebar ke setiap
ruangan. Ada di antaranya mengikuti Ki Ogan mencari tahu keberadaan
Agus cs.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar