Rabu, 28 Maret 2018

Soleh (9)


Cerita untuk Anak
 


Soleh (9)
Oleh Wak Amin



PRAAAK ...

Ha ha ha ha ...

Nawas terjatuh saat hendak duduk. Pasalnya, kursi yang ia duduki tiba-tiba bergeser.

Untung cuma pantatnya saja yang kena, menyentuh lantai. Bukan kepala misalnya.

Jadi Nawas masih bisa bangun. Tak sampai pingsan, apalagi mengalami koma.

Dan untungnya lagi, belum banyak siswa yang masuk kelas, meski lonceng tanda masuk dari keluar main pertama baru saja dibunyikan.

"Enggak apa-apa kamu kan Was?" Tanya Latifah, bermaksud hendak menolong tadinya.

"Biar Fah. Saya enggak apa-apa."

Setelah berdiri, lalu membetulkan letak kursi, yang entah kenapa tadinya bergeser agak ke belakang.

"Mukamu merah, Was. Pasti kamu kaget dan malu."

"Ya, tapi enggak apa-apalah Fah."

"Pasti ada yang jahil, Was. Tapi siapa ya orangnya?"

"Sudahlah. Yuk kita sama-sama duduk," ajak Nawas.

Setelah masuk kelas, tepatnya mendekati jam keluar main yang kedua, Lukman dan Kadir berbisik ...

"Enggak apa-apa dia Man?"

"Kamu sih kurang kuat."

"Kurang kuat apanya?"

"Coba pasang paku juga."

"Huuusy ... Bahaya tau."

Bu Elisa menoleh. Menghentikan sejenak menulis di papan tulis.

"Lukman, Kadir."

Keduanya diam, dan duduk dengan sopan.

Bu Elisa melanjutkan menulis di papan tulis.

Tak lama kemudian ...

Teng ...

Teng ...

Teng ...

Keluar main kedua ...

Ketika keluar dari ruangan kelas, tidak melihat ada kulit pisang 'terkapar' di lantai, kaki Nawas menginjaknya dan terdengarlah suara  .....

Gedebug ..

Duuup ...

Jatuh terduduk.

Ha ha ha ha ...

Kadir dan Lukman, keduanya paling duluan yang ketawa, tentunya sambil mengejek ...

"Buta lu."

"Bukan buta Dir," kata Lukman," Tapi tak melihat ..."

He he he he ...

"Habis kepikiran terus sama Lati fah," sahut Pardi.

"Latifah? Memangnya ada apa dengan Latifah?" Tanya Kadir penasaran.

"Belum tahu kan? Makanya kamu itu harus gaul. Latifah itu pacarnya Nawas tau."

Haaa?

Ha ha ha ha ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar