Senin, 07 Mei 2018

Kemiskinan (15)

Kemiskinan (15)
Oleh aminuddin


RASULULLAH SAW bisa kita jadikan contoh sebagai figur pemimpin ideal. Beliau adalah tipe pemimpin sukses yang ditandai dengan ajarannya yang masih dikembangkan oleh para pengikutnya hingga saat ini dan tidak ada seorang pun yang mampu menyaingi bahkan membuat setara dengan gaya ke pemimpinannya.

Muhammad Syafi'i Antonio menyatakan ada empat fungsi kepemimpinan (the 4 roles of leadership) yang melekat pada diri Rasulullah SAW.

Pertama, fungsi perintis (pathfinding) mengungkap bagaimana upaya sang pemimpin memahami dan memenuhi kebutuhan utama para stakeholder-nya, misi dan  nilai yang dianutnya serta yang berkaitan dengan visi dan strategi, yaitu ke mana perusahaan akan dibawa dan bagaimana caranya agar sampai ke sana.

Fungsi ini ditemukan pada diri Mu hammad SAW karena beliau melakukan berbagai langkah dalam me ngajak umat manusia ke jalan yang benar.

Muhammad SAW telah berhasil membangun suatu tatanan sosial yang modern dengan memperkenal kan nilai-nilai kesetaraan universal, semangat kemajemukan dan multikulturalisme, rule of law, dan sebagainya.

Sistem sosial yang diakui terlalu modern dibandingkan zamannya itu dirintis oleh Muhammad SAW, ke mudian dikembangkan oleh para khalifah sesudahnya.

Kedua, fungsi penyelaras (aligning) berkaitan dengan bagaimana pemimpin menyelaraskan keseluruhan sistem dalam organisasi perusahaan agar mampu bekerja dan saling sinergis.

Sang pemimpin harus memahami betul apa saja bagian-bagian dalam sistem organisasi perusahaan. Kemu dian ia menyelaraskan bagian-bagian tersebut agar sesuai dengan strategi untuk mencapai visi yang telah digariskan.

Muhammad SAW mampu menyelaraskan berbagai strategi untuk mencapai tujuannya dalam menyiarkan ajaran Islam dan membangun tatanan sosial yang baik dan modern.

Ketika banyak para sahabat yang menolak kesediaan beliau untuk melakukan perjanjian Hudaybiyah yang dipandang menguntungkan pihak musyrikin, beliau bersikukuh dengan kesepakatan itu.

Terbukti, pada akhirnya perjanjian tersebut berbalik menguntungkan kaum muslim dan pihak musyrikin meminta agar perjanjian itu dihentikan.

Beliau juga dapat membangun sistem hukum yang kuat, hubungan diplomasi dengan suku-suku dan kerajaan di sekitar Madinah, dan sistem pertahanan yang kuat sehingga menjelang beliau wafat, Madinah tumbuh men jadi negara baru yang cukup berpengaruh kala itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar