Rabu, 09 Mei 2018

Mawar Mewangi (17)

Serial Mafia

Mawar Mewangi (17)
Oleh Wak Amin



TERJADI duel seru antara Santi dan Rahman dengan tiga pengawal Siao Lung. Saling jual beli pukulan, se dangkan Letnan Sayuti kini berha dapan one by one dengan Sang Bos.

"Ternyata ini Bosnya ya. Tak sangka aku. Kurus dan sepertinya penyakitan," sindir Letnan Sayuti.

"Mending aku. Kamu gendut," balas Bos Siao Lung.

Kroceeek ...

Buuugh ...

Letnan Sayuti memperlihatkan tangannya seolah tengah mencekik orang sebelum dibanting sampai pingsan ke lantai.

"Coba saja kalau berani." Tantang Bos Siao Lung.

"Oke. Saya takut."

Ketika Letnan Sayuti melangkahkan kaki ke depan, Bos Siao Lung bergerak ke kanan sambil mengamati gerak kaki dan tangan lawannya.

Letnan Sayuti tidak gentar. Dia terus mendekat. Seketika itu juga Siao Lung melepaskan pukulan kerasnya ke perut.

Drub .. Duub ...

Ha hua ha ha ...

"Pukulan tempe," ejek Letnan Sayuti.

Emosi tersulut, Siao Lung memutar badannya dengan cepat, lalu empat tendangan beruntun tepat mengenai wajah Letnan Sayuti.

Terpundur sedikit.

Setelah itu ketawa mengejek ..

"Boleh juga tendanganmu Bos. Belajar dari mana kau?"

"Belajar sendiri," jawab Siao Lung geram.

"Pantes sakitnya kayak semut." Letnan Sayuti ketawa lebar.

Hiyaaat ...

Berkali-kali perut, dada dan kepala Letnan Sayuti terkena pukulan dan tendangan. Tapi dia terus mende
kat.

Dicengkramnya leher Siao Lung. Lalu diangkat dan dibanting ke lantai.

Saat bersamaan, sebuah helikopter mendekat ke jendela apartemen. Lalu terdengar tembakan bertubi-tubi ke arah Letnan Sayuti, Rahman dan Santi.

Bos Siao Lung berdiri. Dalam kondi si terhuyung-huyung, dia mendekati jendela. Setelah itu dia menuju balkon.

Helikopter kian merapat ke balkon, lalu salah seorang dari penembak jitu melemparkan tali menyerupai tangga.

"Lompat Bos!" Teriaknya.

Dengan kekuatan tersisa, Siao Lung melompat dari balkon, berpegang an di ujung tali yang terbikin dari bahan kayu.

Santi tersadar dari pingsannya. Dia melihat ada sebuah helikopter . Dia mendekat ke jendela.

Dia hanya bisa 'mengumpat' kesal melihat Bos Siao Lung menaiki anak tangga, berhasil masuk ke helikopter yang terbang rendah menuju selatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar