Minggu, 29 Juli 2018

Entar Ya (12)

Entar Ya (11)
Oleh Wak Amin

"NAH itu ada mobil yang bakal me lewati kita Bos," kata Pak Jaya. Le ga dia. Dia berharap Mr Clean tak akan mampu mengejar mereka lagi.

Telolet lolelolet ...

Telolet lolelolet ...

Telolet lolelolet ...

Rupanya sopir truk tahu ada Pak Bendo cs di dekat sebuah pohon. Bersama seorang temannya yang juga sopir dan duduk di sebelah nya, mengatret truk, lalu berbelok balik arah.

"Ki Gondrong?!" Pak Bendo ingin truk itu berhenti.

"Kalau itu sulit Pak Bendo."

"Lalu gimana Ki?"

"Mungkin dengan cara ini," kata Ki Gondrong.

Dia pejamkan mata. Lalu dia putar-putar telapak tangan. Terbentuk bola api. Meluncur cepat ke arah truk.

Jeguaaar ...

Kraaaak ...

Peeesss ...

Braaak ...

Ciyuuuuut ..

Kena ban belakang truk. Ban kem pis. Truk oleng. Sopir truk panik. Truk pun terbalik menyusur jalan beraspal mulus.

"Cepat kita kejar Pak Bendo!" Ki Gondrong ingin sopir truk dan re kannya itu belum melarikan diri.

Namun keinginan itu tak terujud. Kedua sopir truk itu sudah terlem par dari dalam truk.

Dengan demikian amat mudah bagi keduanya melarikan diri. Mening galkan truk berukuran sedang itu tergeletak di tengah jalan.

Keduanya bersembunyi di balik pohon. Menunggu gerangan apa yang bakal terjadi.

"Bantu saya disini," kata Ki Gondro ng. Dari sisi sebelah kanan, mereka angkat dan dorong itu truk sekuat tenaga.

Huuup ...

Kreeeet ...

Lewat tenaga dalam yang ia miliki, Ki Gondrong berhasil mengembali kan truk dalam kondisi semula.

"Tinggal bannya Bos," kata Sofan.

"Ya. Coba cari ban serep kalau ada," perintah Pak Bendo.

Cari sana sini, eee .. terntaya ada bagian belakang bawah truk. Pas nian. Ban belakang bocor kanan kiri. Ban serepnya ada dua.

Tak butuh waktu lama ..

Ban belakang sudah terpasang ..

Truk siap melaju ..

Kunci kontaknya?"

"Gunakan saja pisau kecil kepunya anku ini." Ki Gondrong memberikan pisau kecil serba bisa yang sering ia bawa kemana-mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar