Entar Ya (12)
Oleh Wak Amin
NYET... Nyet ... Nyeeet ...
Reeeen ...
Reeen ...
"Let's go Bos!" Teriak Pak Jaya le ga. Melompat naik ia ke bak belaka ng truk bersama Pak Jaya.
Sementara Pak Bendo duduk ber dua di depan bersama Ki Gondrong.
"Okeee?" Gantian Pak Bendo yang berteriak.
"Okeee ..."
Reeeen ...
Truk melaju. Sayup-sayup terde ngar nyanyian gembira duet Pak Jaya dan Sofan ...
" Alangkah senang hati kami
Bisa cepat angkat kaki
Tak mungkin terkejar lagi
Oleh mereka yang iri ..."
Bersamaan dengan hilangnya suara nyanyian itu, duwo sopir truk tadi ke luar dari persembunyiannya.
"Kemana kita Bro. Hape tak punya. Klepit cuma berisi duit ribuan," kata si sipit.
"Sama juga Bro. Kamu enak masih ada yang. Lah aku. Coba kau lihat," kata si keriting, teman si sipit sam bil menperlihatkan isi klepitnya.
Kosong melompong ...
"Terus kita gimana Bro? Jalan atau gimana?" Tanya si sipit kebingu ngan.
Mau makan, makan dimana. Mau minum, minum dimana. Tak ada pemukiman di dekat mereka seka rang ini ...
Lantas ...?
"Nah Bro. Coba kau lihat itu. Orang kan?" Si keriting menunjuk ke sebe lah kiri.
Memang ada orang. Mereka adalah Ki Doyok, Pak Ali, Pak Kades Marzu ki, Mr Clean, Letnan Susan dan war ga Desa Kita Bahagia.
"Ayo Brooo," kata si keriting," Kita dekati. Kita ceritakan apa yang terjadi dan menimpa kita."
Mr Clean dan Letnan baru menca pai kata sepakat kemana mereka selanjutnya setelah duwo sopir truk tadi muncul di hadapan mereka beberapa saat kemudian ...
"Tarik nafas Pak," ujar Letnan Su san pada keriting yang ngos-ngo san karena harus berlari sama si sipit untuk meminta pertolongan pada Mr Clean cs.
"Anu .. Anu Mbak. Anu ..."
"Anu apa Pak?" Tanya Letnan Su san.
"Truk kami Mbak ..." Sahut si sipit coba menjelaskan.
"Kenapa dengan truknya Pak?" Ta nya Pak Kades Marzuki.
Apa dicuri orang?
"Betul Pak. Truk kami tadi terbalik. Lalu ada beberapa orang datang. Mengangkat truk dan setelah itu berjalanlah truk itu ..."
"Berapa orang?"
"Sekitar," kata keriting, "Empat ora ng lah Mbak ..."
"Tahu ciru-ciri mereka Pak?" Tanya Mr Clean.
"Enggak ingat Pak.. Karena malam," jawab keriting."
"Saya sempat lihat .." Si sipit ragu mengatajannya. Takut salah.
"Tak apa-apa Pak. Katakan saja. Mana tahu betul menurut kami," kata Pak Ali.
"Rambutnya agak panjang ..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar