Selasa, 31 Juli 2018

Entar Ya (13)

Entar Ya (13)
Oleh Wak Amin



PERUT lapar, Pak Bendo cs singgah di sebuah rumah makan. Pengunju ngnya tidak begitu ramai. Namun khusus bagi Ki Gondrong, ramai ti daknya  pengunjung bukan masa lah. Yang penting perut harus bisa terisi malam ini.

"Pesan apa bapak-bapak?" Tanya seorang pelayan pria sambil ter senyum ramah.

"Saya .. Nasi, ayam goreng, ayam bakar, sambal dan pindang ikan," kata Pak Jaya.

"Saya juga. Sama dengan beliau," sahut Sofan.

"Kalau bapak berdua?"

"Kalau saya ... Mana yang ada saja lah. Saya ikut saja," ujar Ki Gond rong.

"Bapak?"

"Sama dengan merekalah ..."

Hua ha ha ha ..

Empat lelaki berpakaian serba hi tam yang menempati meja paling ujung tertawa lebar melihat Pak Jaya terbirit-birit masuk kamar kecil.

Malah, setelah keluar dari toilet dua menit kemudian,  salah seorang da ri empat lelaki pengangguran itu menghampiri Pak Jaya.

"Sudah beolnya?"

Hua ha ha ha ...

"Sudah tuan ..." Jawab Pak Jaya. Dia ingin cepat-cepat pergi karena tak ingin bikin keributan di rumah makan ini.

Pak Bendo naik pitam ...

"Biar saya yang atasi Pak Bendo. Bapak cukup duduk dan lihat saja dari sini .."

"Baik Ki ..."

Ketika Ki Gondrong mendekat, se rempak tiga teman laki-laki berku mis yang hendak memukul Pak Ja ya itu berdiri.

"Dia macam-macam kita gohet (si kat-red)," kata pria bertubuh besar dan kekar.

Ki Gondrong bertanya baik-baik ...

"Ada apa Kisanak?"

"Bukan urusanmu," jawab si kumis dengan sombongnya.

"Dia teman saya. Saya peduli sama teman saya Kisanak."

Hua ha ha ha ...

"Kalau saya pukul kenapa?" Tan tang si kumis.

"Coba saja kalau berani."

Hiyaaat ...

Dreeep ...

Ki Gondrong menahan pukulan si kumis yang mengarah ke kepala Pak Jaya.

Lalu dengan satu kali sikutan, si ku mis terjengkang mengenai ketiga temannya yang hendak memberi kan pertolongan.

Guaaar ...

Buaaar ...

Sama tersungkur. Bukan hanya sa kit. Tapi juga malu karena sempat ditertawakan pengunjung lain.

Si kumis berhasil berdiri ...

"Kampret .. Kutu busuk." Dia serang Ki Gondrong dengan pukulan lurus ke depan ...

Hanya dengan satu kali elakan, Ki Gondrong berhasil menangkap ta ngan si kumis.

Dia pelintir ...

Dan ...

"Auuuuw ... Sakit," teriak si kumis.

Hua ha ha ha ...

"Baru tau rasa dia. Sok jagoan," ka ta pengunjung remaja berambut panjang diikat pakai karet.

"Saya patahkan ... Mau?" Ancam Ki Gondrong. Tiga teman si kumis tak berani menyerang.

Mereka lebih memilih diam sebe lum akhirnya kabur meninggalkan si kumis sendirian.

Ha ha ha ha ...

"Cepat tinggalkan rumah makan ini sebelum saya patahkan tangan ini. Cepaaaat!" Bentak Ki Gondrong.

"Baaa .. ik. Saya pergi."

"Cepaaat!"

Si kumis berlari ...

Praaak ...

Guaaar ...

Menabrak kursi di depan. Jatuh tersungkur ...

Ha ha ha ha ...

"Jagoan tengik," seloroh bapak ber peci hitam sambil mengepulkan as ap rokok ke sekitar rumah makan dari mulut dan kedua lubang hidu ngnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar