Kamis, 26 Juli 2018

Entar Ya (8)

Entar Ya (8)
Oleh Wak Amin

"ULAAAR ..."

"Ular Letnan ..." Teriak remaja be rambut pendek. Berlari mendekati Pak Kades.

"Nyalakan obor!" Perintah Letnan Susan.

Buaaaar ...

Obor menyala ...

Semua kaget ..

Selain besar, ular itu bergelantu ngan di pohon. Untungnya tidak dalam posisi "marah" karena me rasa terusik.

Hanya melingkar ...

"Awas. Jangan terlalu dekat. Biar kan saja ..." Pak Kades menyaran kan untuk minggir.

Tak usah terlalu memaksakan diri lewat dekat pohon besar nan rin dang itu.

"Jangan-jangan bukan ular biasa," bisik remaja ceking. "Ular jelmaan penunggu hutan desa kita ini ..."

"Huuusy ... Darimana kau tau," kata temannya berhidung mancung.

Sempat pucat pasi tadinya ...

"Dari nonton ..."

"Itu kan film. Lainlah," sahut si rambut pendek.

Ssssst ...

Letnan Susan menerima telepon dari Mr Clean ..

"Ya Mister. Semua aman terkendali, hingga saat ini."

"Sasaran sudah diketahui," jelas Mr Clean. "Ada pondok di dekat pohon tak jauh dari posisi kalian sekarang. Bersiaplah."

"Oke Mister."

Letnan Susan menoleh ke belaka ng. Dia lalu mendekati Pak Kades. Mengutarakan rencananya untuk mendekat ke lokasi yang diduga kuat tempat persembunyian Pak Bendo cs.

"Saya ikut Let."

"Boleh. Tapi amat berbahaya kalau bapak sampai masuk."

"Baik Let. Saya mengerti. Nanti sa ya dan warga saya berjaga-jaga di sekitar pondok saja."

"Terima kasih Pak. Izinkan saya duluan .."

Huuup ...

Secepat kilat Letnan Susan berlari ke semak yang gelap. Mengendap-endap dia melewati jalan setapak menuju pondok.

Di belakangnya menyusul Pak Ka des dan warga. Mereka memilih le bih ke kanan. Mereka fokus pada pengintaian, penjagaan dan pe nguatan personil.

Di pondok ...

"Itu mereka Bos," ucap Pak Jaya. Dia melihat beberapa kelebat baya ng melintas tak jauh dari pondok.

"Ki Gondrong. Tolong lakukan se suatu ..." Pinta Pak Bendo.

Jika tak secepatnya diantisipasi bukan tak mungkin mereka akan berpindah tempat. Dari semula di pondok ke hotel prodeo.

"Baik Pak ..."

Ki Gondrong duduk bersila. Mulut nya komat- kamit. Di luar pondok muncul asap dan asap itulah yang membuat penglihatan Mr Clean dan warga menjadi gelap pekat.

Pondok itu menghilang ...

"Dimana pondok tadi. Kenapa tidak ada. Bagaimana ini Mister?" Tanya bapak berambut penuh uban.

"Mungkin Pak Bendo dan orang su ruhannya menggunakan ilmu gaib," kata Pak Ali, tokoh masyarakat de sa Kita Bahagia.

"Sayacjuga berpikiran begitu," kata teman Pak Ali.

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Pak Ali dan Mr Clean?" Tanya pria berkacamata minus.
Lebih dari tiga kali kacamata yang ia kenakan jatuh ke semak.

"Saya akan bantu, insya Allah."

"Ki Doyok?"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar