Entar Ya (9)
Oleh Wak Amin
SEEER ...
Sekelebat bayang-bayang putih me nyerupai jarit meluncur dari tapak tangan Ki Doyok. Jatuh ke posisi dimana pondok tadi berada.
Praaak ...
Breeeg ...
Terdengar suara hentakan keras. Tak lama setelah itu, pondok kayu beratap bambu yang hilang tadi itu terlihat kembali.
"Alhamdulillah," ucap Pak Kades Marzuki. Mr Clean, Letnan Susan dan warga berucap sama.
Sebaliknya Pak Bendo, Ki Gondrong, Pak Jaya dan Sofan terlempar jauh dari pondok.
Posisi mereka saat ini tidak terli hat. Tapi Ki Doyok bisa melihat nya.
"Mereka terlempar dari pondok Mr Clean dan Letnan Susan. Apa ..?"
"Ya Ki. Kita harus kejar," kata Mr Clean.
"Sebaiknya Ki Doyok tunjuk saja lo kasi persisnya. Biar saya dan Mr Clean mencari dan menemukan mereka," ujar Letnan Susan.
"Saya ikut Let." Ki Doyok mengang kat jari telunjuknya.
"Saya juga Let," kata Pak Kades Marzuki.
"Kalau begitu saya juga ikut Let," sahut Pak Ali.
"Saya juga Let ..."
"Juga saya Let."
"Ai juga Let."
Semua ikut. Tak mau berpangku tangan ...
Di lain tempat ...
"Aduh. Tolong Ki Gondrong!" Pak Bendo kepayahan. Kaki kanannya terperosok ke lubang semut.
"Pak Jaya, Pak Sofan. Mari kita bantu Pak Bendo sama-sama."
"Baik Ki ..."
Hanya sebentar. Tak lebih dari se puluh detik. Kaki Pak Bendo sudah berada di atas lubang.
Namun siapa sangka ...
Huuur ...
Ruuun...
Gerombolan semut api keluar dari dalam lubang. Mereka mengejar Pak Bendo dan kawan-kawan.
Lari tunggang langgang ...
"Cepat Ya!" Kata Sofan terengah-engah.
"Cepat gimana lagi. Ini sudah super cepat tauuu ..."
"Ki ... Lakukan sesuatu sekarang!"
"Baik Pak Bendo.
Ki Gondrong memandang tajam ke arah gerombolan semut. Dia memu ta- mutar kedua belah tangannya.
Lalu turun naik. Sesaat kemudian muncul bola api. Meluncur cepat. Menghantam gerombolan semut mengerikan itu.
Splaaash ...
Flaaash .
Terdengar ledakan kecil ...
Bola api meledak menyapu bersih gerombolan semut itu.
Hening seketika ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar