Kamis, 30 Agustus 2018

Mata Pisau (4)

Mata Pisau (4)
Oleh Wak Amin



"PERIKSA baik-baik Mr Clean. Ka bari saya secepatnya," perintah Letnan Parto.

"Siap Pak .."

'Sang Bos', Letnan Parto juga me minta Mr Clean dan Sersan Leo nard untuk menguatkan hati warga Desa Yauman yang terkena musi bah.

Warga kini, setelah melakukan pe nguburan secara massal, malam harinya menggelar doa bersama agar seluruh amal ibadah anggota keluarga yang sudah mendahului mereka ini diterima Allah SWT.

Khusus bagi mereka yang hingga ki ni masih hidup dan sehat walafiat diberi kesabaran, ketabahan, ketegu han hati untuk tetap bersemangat dan optimis menjalani aktivitas hi dup keseharian.

Dari jauh, Mr Clean dan Sersan Le onard menyaksikan hajatan besar di salah satu rumah warga. Mereka ikut berdoa dan baru turun dari mo bil beberapa saat setelah acara berakhir.

Keduanya memperkenalkan diri se telah bertemu dengan beberapa warga yang pada awalnya menaruh rasa curiga kedatangan mereka.

"Mari Pak. Kita bicara di surau saja," kata lelaki beruban. Surau hanya berjarak beberapa meter dari tempat hajatan.

Pak Anton, nama warga yang pali ng tua usianya, di atas lima pulu han, didaulat warga untuk bercerita panjang lebar tentang tragedi yang menimpa sebagian besar penduduk Yauman.

Pak Anton mengawali kisahnya de ngan bagaimana mereka harus ber susah payah meninggalkan rumah secara diam-diam sebelum bersem bunyi di hutan yang lumayan jauh jaraknya dari Desa Yauman.

"Kami berhasil, tapi ya itu Tuan Cle an. Keluarga kami habis dibantai oleh mereka," aku Pak Anton me nangis sesunggukan.

Diikuti beberapa warga yang lain. Sama-sama menangis. Menum pakan rasa sedih, pilu, marah dan dendam. Mereka menyesali diri karena tidak bisa menolong dan menyelamatkan anggota keluarga mereka yang diculik, disiksa sebe lum akhirnya dibunuh dengan cara sadis dan tak berprikemanusiaan.

Pak Anton dan warga yang hadir berharap pihak kepolisian bisa se cepatnya menangkap pelaku.

"Hanya itu yang kami inginkan Tu an Clean dan Leonard," jelas Pak Anton. Tidak menangis lagi dan sudsh lebih tenang.

"Baik Pak Anton dan bapak-bapak yang lain ... Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk menangkap pelakunya," janji Mr Clean.

"Kami mohon kerjasama yang baik dari bapak sekalian di sini," kata Sersan Leonard.

"Sekecil apapun informasinya, beri tahulah kami." Mr Clean mem beri kan nomor panggilan darurat mab es dan kontak person dia bersama Sersan Leonard.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar