Rabu, 22 Agustus 2018

Ya (12)

Ya (12)
Oleh Wak Amin

EFFENDI menangis ...

"Hek he ... Jangan tinggalkan aku Mbak Rani .. Aku takut sendirian. Kalau berdua kan enak .."

Hik hik hik ...

Sssst ..

"Mama. Jangan gitu ah." Pak Suf yan meminta isterinya untuk tidak tertawa lagi. Bila masih mau terta wa juga, ketawanya di dalam hati saja.

"Gimana caranya Papa?"

"Tengok Papa Ma!" Pak Sufyan di am membisu sambil menunduk kan kepalanya.

"Ooo begitu. Makasih Pa. Ternyata hebat juga kamu Pa," puji Bu Sufyan sambil memcium kening suaminya.

"Kenapa kamu terus mengikuti Bu Rani?"

"Karena aku mencintai dia, wahai Ustad," jawab Effendi.

Ustad Sodikun menarik nafas se bentar setelah sebelumnya mengu cap istighfar sebanyak tiga kali.

"Pa, lakukan sesuatu pada Rani, Pa. Kasihan dia." Ingin menangis Sang Ibu melihat putri semata wayang nya nyerocos tak karuan.

"Biar Pak Ustad Sodiqun dan Nak Handoko yang menanganinya. Ka mu tenang ya. Kita berdoa semoga lancar dan sukses."

"Dunia kita lain Dik Fendi. Kamu boleh saja mencintai Bu Rani. Itu hak kamu. Cuma kalau memang benar kamu cinta sama Bu Rani, bantulah dia dengan cara kamu segera tinggalkan dia. Pergilah kau jauh-jauh, dan jangan ganggu dia lagi."

"Tak bisa Ustad."

"Kenapa?"

"Karena aku akan mengawininya Ustad."

Haaa ...?

"Kurang ajar. Hantu tak tahu diri. Sudah hantu berlagak pula." Pak Sufyan naik pitam.

Tapi berhasil ditenangkan Dokter Handoko dan Bu Sufyan.

"Baiklah kalau begitu. Jika kamu tetap tak mau pergi dan terus me maksa Bu Rani agar kawin dengan mu, saya akan usir paksa kamu."

"Jangan Ustad. Tolonglah saya. Sa ya amat mencintai beliau .."

"Tidak bisa. Kamu sudah kelewa tan. Makanya saya akan usir kamu sekarang ..."

"Tolooong ... Tolooong. Tolong saya Ustad. Jangan usir saya. Saya am at mencintai Mbak Rani, Ustad."

Ustad Sodiqun tak bergeming. Dia fokus mengusir Effendi. Dia mem baca doa sementara Dokter Hando ko duduk bersila di samping Bu Guru Rani ...

Sesaat hening ...

Kemudian terdengar ...

Jeblaaaash ...

Huaaakh ...















Tidak ada komentar:

Posting Komentar