Ya (8)
Oleh Wak Amin
"MALAM Bu Guru yang cantik ..." Ucap Dokter Handoko lewat tele pon. Mengenakan piyama, rebahan di atas tempat tidur.
"Malam juga dokter tampan," jawab Bu Guru Rani. Juga rebahan usai menunaikan shalat Isya.
"Apa kabar Bu Dokter?"
"Mas udah ah. To the point aja. Emang Rani pasien apa?"
"Ya dua-duanyalah. Pasien iya dan yang itu juga iya. .."
He he he he ...
Dokter Handoko tertawa geli ...
"Kok ketawa Mas? Ada yang lucu apa?"
"Iya ..."
"Apa? Ceritain dong ..."
"Mau tahu?"
"Ek eee ..."
"Tadi kan aku bilang, pasien iya, ya ng itu juga iya. Nah, yang itu juga itu kamu Bu Guru Rani .."
"Waaau ... Maksudnya?"
"Selain pasien kamu juga calon pendamping Dokter Handoko."
He he he he ...
"Kok ketawa? Lucu ya?"
"Iya Mas ..."
"Ceritain dong ..."
"Mau denger?"
"Ek eeee ..."
"Bener mau denger?"
"Ek eee ..."
"Mas serius nyebutin ..."
"Dua malah tiga rius Ran."
He he he he ...
"Kamu tidak menolak kan kalau aku mengajak kamu ..."
"Ya enggaklah Mas. Asal jangan ja uh-jauh dan pilih hari libur supaya puas gitu ..."
"Bukan .. Bukan itu maksudku Ran ..."
"Atau Mas Han mau datang ke tem patku. Please. Rani buka pintu le bar-lebar ..."
"Terima kasih. Tapi ..."
"Tapi syaratnya ajak kedua orang tuaku ya Mas. Soalnya, Rani juga sudah kangen sama Mama dan Papa."
"Kalau itu pasti dong Rani. Maksud Mas ..."
Dokter Handoko menarik nafas sejenak ...
"Mas Han!"
"Maaf ya Ran. Mas tangok lipas lewat ..."
He he he he ...
"Takut ya?"
"Enggak juga sih. Mas malah takut kalau Rani menolak ajakan Mas."
"Enggaklah Mas. Rani enggak akan menolak. Siap diajak keliling nusan tara. Asalkan tidak mengganggu pe kerjaan sehari- hari Rani sebagai guru."
"Terima kasih Ran. Tapi maksud Mas. Kamu mau enggak kalau saya ajak ... Saya ajak ..."
"Kan sudah Rani bilang tadi .."
"Maaf ya Ran. Jangan kaget apa lagi sampai marah. Maksud Mas, mau enggak Rani saya ajak berumah tangga?"
Haaaaa ...?
Rani kaget. Senang campur kaget. Senang lebih banyak, kagetnya sedikit ..
"Ran .."
Jawab tidak jawab tidak ...
"Ran ..."
Jawab saja aaaah ...
"Ya Mas Han ..."
"Mau ya?"
Rani jawab: Mau ngomong dulu sama kedua orang tuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar