Yahudi Genggam Dunia (8)
Oleh aminuddin
Peran Yahudi di Amerika
TAK ada satupun orang yang me nyangsikan bahwa abad ke-20 adalah abadnya Amerika. Namun tak banyak orang yang tahu, dibalik keperkasaan negara adidaya itu ada kaum Yahudi yang memainkan perannya secara signifikan.
US Census Bureau memperkirakan, pada tahun 2008 jumlah mereka hanya berkisar 6,5 juta jiwa, atau setara 2,2% dari populasi negara tersebut.
Namun dari jumlah yang tak sebe rapa itu, mereka mampu mendomi nasi kegiatan ekonomi, ilmu penge tahuan, dan kebudayaan.
Tak hanya itu, lewat lobi-lobi mere ka di parlemen dan Gedung Putih, kaum Yahudi ikut mengontrol kebijakan politik Amerika.
Kaum Yahudi mulai membanjiri Amerika Serikat sejak awal abad ke-19. Kebanyakan mereka datang dari Jerman, Inggris, dan Rusia.
Dari Eropa mereka tak hanya membawa kultur dan kepandaian, namun juga modal dalam jumlah besar.
Dari modal serta kepandaian inilah kemudian mereka mengembang kan bisnis di negeri Paman Sam. Kini, hampir semua lini bisnis di Amerika mereka kuasai.
Terutama di bidang perbankan, pasar modal, teknologi informasi, media, film, dan retail.
Jonathan Silverman dalam artikelnya yang berjudul : Jewish Dominance of America – Facts Are Facts, menggambarkan keadaan Amerika di penghujung abad ke-20, tak ubahnya seperti Jerman pada tahun 1924.
Silverman yang mengutip sejarawan Inggris Sir Arthur Bryant menyebutkan, pada tahun 1924 populasi Yahudi di Jerman hanya sebanyak 1%.
Namun mereka mengontrol 57% perdagangan metal, 39% tekstil, dan 22% gandum. Serta dari 29 bioskop di Berlin, 23 dimiliki orang Yahudi. Dan dari 144 film yang beredar, 119 ditulis orang Yahudi dan 77 diproduksi oleh mereka.
Selain itu, 1.200 dari 1.474 anggota bursa efek Jerman adalah perusa haan Yahudi, dan lebih dari separuh anggota Kamar Dagang Berlin dijabat oleh mereka.
Jaringan Bisnis dan Keuangan
Ahli-ahli keuangan Yahudi yang menguasai Amerika (ki-ka, a-ba : Lord Jacob de Rothschild, Nathaniel Rothschild, John de Rothschild, Sir Evelyn de Rothschild, David Rockefeller, Nathan Warburg, Henry Kissinger, George Soros, Paul Volcker, Larry Summers, Lloyd Blankfein, Ben Shalom Bernanke).
Sejak pertengahan abad ke-19 hingga saat ini, Yahudi masih menjadi pemeran utama dalam bidang keuangan Amerika.
Sejarah keterlibatan mereka, bermu la ketika para bankir Yahudi menda nai pembuatan kanal, rel kereta api, dan pembangunan infrastruktur lainnya.
Mereka kemudian terlibat dalam pembentukan Bank Sentral Amerika dan pembiayaan Perang Pasifik.
Hingga pertengahan abad ke-20, bankir-bankir Yahudi yang sebagian besar didanai oleh keluarga Rothschild, telah mengakuisisi berbagai perusahaan besar di Amerika.
Kini hampir keseluruhan perusa haan keuangan di Wall Street dan elit-elit keuangan Amerika, dikuasai oleh kaum Yahudi.
Mereka antara lain Agustus Belmont, Philip Speyer, Jacob Schiff, Yusuf Seligman, George Soros, Filipus Lehman, Jules Bache, Samuel Sachs, dan Marcus Goldman.
Disamping sebagai praktisi, kaum Yahudi juga mendominasi jabatan-jabatan strategis di pemerintahan.
Nama-nama seperti Alan Greenspan, Ben Bernanke, Robert Rubin, Emmanuel Goldenweiser, Harry Dexter White, dan Paul Warburg, merupakan tokoh-tokoh yang telah memainkan perannya dalam dunia keuangan Amerika.
Lewat Bank Dunia dan IMF, ahli-ahli Yahudi tersebut tidak hanya mengangkangi negeri Paman Sam, namun juga telah mendikte dunia.
Selain keuangan, masyarakat Yahudi juga mendominasi bisnis hiburan. Lewat perusahaan-perusahaan seperti AOL-Time Warner, Viacom, Columbia Pictures, Paramount Pictures, 20th Century Fox, Universal Pictures, Walt Disney, Dreamworks, HBO, NBC Universal, Metro-Goldwyn-Mayer, CBS, dan Miramax, orang-orang Yahudi membentuk kultur pop khas Amerika.
Budaya ini tak hanya diminati ma syarakat Amerika saja, namun juga telah mempengaruhi kawula muda seantero dunia.
Tak sedikit pula artis, entertainer, dan sutradara Hollywood, datang dari kalangan Yahudi. Di antaranya adalah Barbra Streisand, Leslie Howard, Stella Adler, Tanya Roberts, Steven Seagal, Paula Abdul, dan Steven Spielberg.
Meskipun sebagian besar film yang dihasilkan berupa kekerasan dan pornografi, namun lewat festival-festival film yang mereka danai, bisnis ini terus menjadi sumber pemasukan utama kaum Yahudi.
Lewat film-film pulalah, mereka me nyebarkan pesan dan propagan danya ke seluruh dunia.
Bahkan dua anak muda Yahudi pencipta Google : Lary Page dan Sergey Brin, dipromo-beritakan lewat media Yahudi : Newsweek.
Satu lagi industri yang banyak digeluti bangsa Yahudi adalah teknologi informasi (IT). Mereka yang sedari kecil telah dilatih untuk memahami matematika, kini banyak memimpin dan mendirikan perusahaan-perusahaan IT terkemuka.
Penemuan-penemuan mereka se perti komputer personal, jaringan internet, jejaring sosial, hingga belanja daring, telah mempengaruhi gaya hidup masyarakat dunia.
Beberapa orang Yahudi yang cukup berpengaruh di bidang ini adalah : Steve Ballmer (CEO Microsoft), Sergey Brin dan Larry Page (pendiri Google), Mark Zuckerberg (pendiri Facebook), Michael Dell (pendiri Dell Computer), Lawrence Ellison (pendiri Oracle), dan Benjamin M. Rosen (pendiri Compaq).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar