Oleh aminuddin
6. Feature Kemanusiaan
Cita-cita Tinggi si Tukang Bengkel
LAKI-laki berusia 18 tahun ini ada lah sosok seorang kakak yang mempunyai cita-cita tinggi untuk membahagiakan kedua adiknya.
Kehidupan yang berkecukupan yang ia kejar, tak menjadikan dirinya lupa untuk membiayai sekolah kedua adiknya.
Dia harus menjalani hidup seperti ini sejak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi lalu
meninggalkannya bersama kedua saudaranya.
Ilham, itulah sapaan dari orang-orang yang mengenalnya. Walau keinginannya untuk kuliah kandas di tengah jalan, karena duka yang dialaminya dua tahun terakhir, tak menyurutkan semangatnya untuk mencari nafkah demi menghidupi dirinya dan kedua adiknya.
Dia bekerja sebagai tukang beng kel. Masa muda yang seharusnya dia habiskan untuk menuntut ilmu, justru dia habiskan untuk bekerja.
Dia tak pernah malu dengan teman sebayanya. Dia sadar, dia berbeda dengan mereka. Hidupnya tak semudah dengan teman-temanya.
Sedikit demi sedikit uang yang didapat dari bekerja dikumpulkan nya. Dari uang itulah, Ilham dapat menyekolahkan kedua adiknya dan mencukupi kebutuhan hari-harinya.
Meski ia sadar uang yang dia dapat kan mungkin tak akan cukup untuk menyekolahkan adiknya sampai perguruan tinggi, tapi dia terus bekerja keras.
Setiap pagi dia berangkat lebih ce pat dan pulang larut malam. Se nyum kedua adiknya membuatnya semakin kuat untuk hidup. Kedua adiknya selalu setia menunggunya pulang ke rumah.
Ayahnya yang sudah rela mening galkan mereka, tak pernah datang melihat keadaan mereka. Hanya te tangga, yang kadang kasihan, sela lu memberinya beberapa makanan agar tetap hidup.
Kesulitan yang dialami Ilham me mang sangatlah berat. Biaya hidup dan biaya sekolah kedua adiknya yang semakin tinggi membuat Il ham sesekali harus berhutang ke tetangganya.
Sampai pada suatu hari, pemilik bengkel tempatnya bekerja sangat prihatin dengan keadaan mereka. Ilham dan adiknya diangkat seba gai anak dan diminta tinggal bersa ma keluarga tersebut.
Ilham menerimanya, tapi tak mem buat dia lupa diri bahwa dia tetap harus bekerja sebagai balasan ka rena telah menjadikan dia dan ke dua adiknya sebagai keluarga.
Bukan hanya itu, keinginan yang sempat kandas di tengah jalan akhirnya Allah SWT berikan jalan. Berkat kerja kerasnya dan kasih sayang dari keluarga barunya, Il ham bisa melanjutkan kuliahnya dan menjadi seorang yang sukses.
____
http://www.naslanasar.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar