Selasa, 11 September 2018

Mata Pisau (15)

Mata Pisau (15)
Oleh Wak Amin

SEMINGGU kemudian ...

"Maaf Jenderal. Anda ikut kami," kata Letnan Butar-Butar sambil menyerahkan surat penangkapan kepada Jenderal Manan.

Jenderal Manan membuka surat pe nangkapan itu dan membacanya.

"Maaf Jenderal. Ikut kami segera," kata Letnan Butar-Butar sambil menarik paksa tangan Jenderal Manan.

"Sopanlah sedikit." Jenderal Manan melepaskan tarikan Letnan Butar-Butar.

"Saya ini Jenderal. Anda harus tahu itu. Paham?"

"Maaf Jenderal. Sekarang anda harus ikut kami."

Letnan Butar-Butar bersama dua rekannya membawa paksa Jende ral Manan karena diduga kuat ter libat dalam pelarian Mr Fredi dan orang kepercayaannya.

Penangkapan terhadap Jenderal Manan sore itu berlangsung amat cepat dan di luar dugaan jenderal yang dulunya amat berpengaruh di negeri ini.

Selain Jenderal Manan, selang lima belas kemudian pasukan keama nan pemerintah berhasil menang kap Mr Chaw.

Berbeda dengan penangkapan ter hadap Jenderal Manan yang tanpa perlawanan, Mr Chaw sempat me nolak dibawa dengan mengerahkan beberapa bodiguardnya.

Sempat terjadi adu jotos dan baku tembak sebelum Mr Chaw me nyerahkan diri.

Tak ada korban jiwa dari kedua be lah pihak. Hanya luka ringan dia lami dua bodiguard Mr Chaw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar