Mata Pisau (20)
Oleh Wak Amin
TENGAH malam ..
MUNCUL dari permukaan lautan, empat personil pasukan pemerin tah menggunakan alat penyelam dan bersenjatakan lengkap.
Jumlah mereka empat orang. Tiga laki-laki dan satu perempuan. Me reka adalah Mayor Ridwan, Sersan Leonard, Mr Clean dan Sersan Helen.
Mereka ditugasi khusus untuk me nangkap hidup atau mati Mr Fredi dan orang kepercayaannya setelah mendapat pengakuan dari Mr Chaw mereka sembunyi di Pulau Bebek.
Diputuskan menggunakan jalur air menggunakan kapal selam kecil. Berhenti tak jauh dari bibir pantai. Mayor Ridwan cs tiba di daratan pantai dengan cara menyelam.
Langit cerah. Bintang menghiasi angkasa. Mayor Ridwah ke kanan, sementara Sersan Helen dan Mr Clean ke kiri, sedangkan Sersan Leonard lurus ke depan.
Kehadiran pasukan pemerintah di Pulau Bebek ini tanpa sepengeta hu an Mr Fredi cs. Karena amat lelah berburu hewan untuk dipanggang dan disantap bersama, mereka ketiduran.
Perut kenyang, tidur pun pulas ni an. Mereka tidur beralaskan deda unan. Suara dengkur terdengar. Api bekas panggangan masih menyala, walau tak sebesar tadi.
"Clean .. Apa itu?" Sersan Helen me nunjuk ke arah api bekas pangga ngan yang mulai mengecil.
"Yuk kita dekati Sersan ..."
"Tunggu sebentar Clean."
Dari depan atau belakang?
"Dari belakang saja Mister. Mana tahu ini jebakan," kata Sersan Helen.
Suara masuk ...
"Clean. Sersan Leonard baru lihat ada api bekas panggangan ..."
"Kami berdua siap masuk dari arah belakang ..." Kata Mr Clean.
"Oke. Saya tetap dari depan."
Kreseeek ..
Ciiiiiisss ...
Ular siap mematuk ...
Mayor Ridwan tahan nafas. Dia tak bergerak. Diam dan tak melakukan apa-apa.
Ketika bergerak ke kiri, ular me ngi kut ke kiri. Saat Mayor Ridwan ber gerak ke kanan, ular pun ikut ke ka nan.
Mau apa ini ular ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar