Santet (7)
Oleh aminuddin
Cerita Mitos
PSIKOLOG Universitas Surabaya, Efrita Tunjung Lestari mengatakan percaya atau tidak fenomena san tet pertama kali timbul dan kemu dian menjadi budaya di Indonesia berawal dari cerita mitos yang me mang sengaja ditimbulkan saat negara ini masih berbentuk kerajaan.
"Kenyataannya fenomena ini masih ada di Indonesia. Dan membukti kan jika pola pikir dan psikolog masyarakat masih sangat rendah. Seperti zaman dahulu ketika para raja atau penguasa kerajaan memang sengaja menciptakan sebuah cerita untuk menakut-nakuti rakyatnya agar tidak membangkang dengan kebijakan kerajaan," kata Efrita.
Dulu, lanjut Efrita, para penguasa yang memanipulasi situasi dengan menakut-nakuti rakyat dengan santet.
"Ternyata cara tersebut ampuh dan bisa menakut-nakuti rakyat untuk tidak melawan raja. Namun seka rang kebalikannya. Parahnya mani pulasi tersebut sengaja terus dikem bangkan hingga saat ini," paparnya.
Alasan menyantet tadi, kata dia, dilakukan oleh masyarakat yang ingin memilih cara instan yang dianggapnya tepat dan cepat menyelesaikan masalah.
"Salah satunya dengan datang ke pihak yang dianggap bisa memban tu menyelesaikan masalah dan ke mudian berkembanglah santet di masyarakat. Meski sudah jaman modern, santet masih ada sampai sekarang," tandasnya.
Tanggapan lain muncul ketika kita menafsirkan santet dengan urusan agama.
Ustadz Yusuf Mansur tidak bisa mengomentari jauh mengenai persoalan santet tersebut.
"Waduh, saya gak paham ilmu begituan (santet)," kata Yusuf.
Namun dirinya menegaskan, santet notabene ada keterkaitan dengan dukun, dan yang merasa melaku kan atau merasa bisa melakukan santet adalah orang yang imannya goyang.
"Oknum tersebut sudah tak memiliki iman lagi. Bahkan tak punya kepercayaan kepada Allah," tegasnya.
____
m.harianterbit.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar