Santet (9)
Oleh aminuddin
Dampak Buruk
ADA 10 dampak buruk bagi peminta sihir atau santet :
1. Terancam menjadi musyrik , mus nah amal salehnya. Jika wafat tan pa bertaubat, tidak akan diampuni dosanya dan neraka untuknya selama-lamanya.
2. Mencerminkan harta yang tidak berkah, bahkan kepemilikannya adalah laknat karena dipakai untuk kesyirikan.
3. Dalam kasus memintakan dukun untuk menyihir seseorang: dosa dukun dalam perbuatan itu akan kembali juga kepadanya berlipat.
Beban semakin berat. Karena dukun tersebut tidak melakukannya kecuali karena diminta oleh orang tersebut dan diberi mahar.
4. Seseorang akan dibalas karena perbuatannya sendiri. Semisal ia memintakan dukun menyantet seseorang, semakin sengsara yang disantet, maka sangat mungkin kelak dirinya akan diperlakukan semacamnya.
Atau suaminya, atau istrinya, atau anaknya. Dan sebagian perkara santet sangat menyakitkan korban.
5. Kezaliman pasti ada balasannya. Bisa jadi orang yang disantet atau disihir akan mendoakan si dukun dan orang yang menyuruhnya. Dan doa pihak terzalimi mustajab.
Jika ketika diruqyah kemudian korban dan peruqyahnya berdoa agar si dukun dan pelakunya dihancurkan jantungnya hingga muntah darah maka bukan impossible jika itu terjadi.
6. Ketergantungan pada dukun dan setan. Bisa berupa pengasihan, su suk dan semacamnya.
Jika masa tenggang sudah habis, pengasihan akan melemah. Hubu ngan retak. Lalu di-charge lagi ke dukun. Bayar lagi agar koneksi tidak putus.
Jika masa tenggang sudah habis, susuk tak berfungsi lagi. Yang tadinya cantik atau ganteng atau berwibawa, jadi jelek. Harus ke dukun lagi agar kembali cakep.
7. Doanya tidak mustajab.
8. Su’ul khatimah. Bisa jadi mati dalam keadaan buruk, atau tersiksa, atau kufur.
9. Hidup dipenuhi gusar, terlebih berada di tengah kalangan orang baik. Berusaha menutup-nutupi kesyirikan dalam dirinya.
10. Kedoknya suatu saat akan terbongkar. Maka, sebelum kedok terbongkar, bertaubatlah. Bersim puhlah di hadapan Allah Ta’ala.
Akuilah kesalahan itu. Bersihkan kesemua jaring setan yang sudah hinggap di jiwa dan kulit. Jangan lagi tersenyum manis di depan, se mentara di belakang meradang.
Bahwa engkau adalah makhluk Allah, hamba Allah, yang dirizkikan air mata untuk dikucurkan sebagai penyesalan.
Maka, bertaubatlah, sebelum se mua berakhir. Jika ada pihak ata san yang ternyata memang memak samu, karena ‘itulah’ memang job-mu, ingatlah siapa Dia di atas Arsy, tiada yang ada di atas-Nya.
___
CintaRuqyah.Com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar