Yaman dan Pertemanan (11)
Oleh aminuddin
- Kuliner Nikmat
RAMADHAN merupakan bulan ya ng sangat istimewa bagi umat Islam. Sekitar 13 jam kita menahan lapar dan dahaga, rasanya buka puasa menjadi momen yang tepat untuk menikmati kuliner yang memanjakan perut dan lidah.
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan; kebahagiaan saat ia berbuka, dan kebahagiaan saat bertemu tuhannya." (HR/Tirmidzi)
Selama dua kali menjalani Ramadhan di kota Mukalla Yaman dan dua kali Ramadhan di Tarim, Yaman, banyak kuliner nikmat yang saya temui. Kuliner yang nikmat tak selalu perlu merogoh kocek dalam-dalam. Kuliner itu beragam mulai dari minuman, kue, manisan dan beragam jenis masakan.
Biasanya saat adzan berkumandang saya disuguhi beragam jenis es jus untuk menghilangkan dahaga seperti riep, musyakkal, makhluth, zabadi, syammam, dan lainnya.
Di beberapa masjid, pengelola masjid menyediakan takjil untuk sekadar berbuka, tidak sedikit juga orang yang membawa sendiri takjil dari rumah mereka.
Ada satu minuman khusus yang hanya ada saat bulan suci Ra madhan bernama سوبية "subiyah" yang ramai diburu pembeli.
Kalau saya pribadi sangat suka dengan minunan حليب بالموز "halib bilmouz", minuman susu murni di campur dengan potongan pisang segar yang maknyus.
Untuk mendapatkan minuman tersebut anda hanya cukup membawa uang 100 hingga 150 Real Yaman (RY).
Nah, untuk berbuka puasa cocoknya dimulai dengan yang manis-manis. Ada beberapa jenis kue yang pernah saya coba dan rasanya manis, lezat, dan cocok dicoba sebagai hidangan pembuka.
Di antaranya بقلاوة "bagalawah", كنافة "kanafah", بسبوسة "basbusah", بقليمات "bagulaimat", بريك "breik" (ada yang rasa coklat, ada juga yang rasa vanilla), بشملة "baasyamillah", رول سنابول بالجوز “roll sinabul bil jauz”, معمول بالتمر “ma'mul bittamer", سرائح التوسات بالجبن “saroih tausat bil jubni", حلا بسكويت "hala biscuit", كعك "ka'ak",dan حلاوة "halawah".
"Basbusah" misalnya, adalah sebuah kue manis Timur Tengah tradisional dari Mesir. Kue tersebut dibuat dari semolina atau farina yang dicampur sirup sederhana.
Kelapa adalah tambahan populer. Sirup juga diganti dengan air bunga jeruk atau air mawar.
Kalau "maumul bittamer" , merupakan kue yang isinya merupakan kurma, rasanya manis dan sedap. Harga camilan manis tersebut relatif bersahabat, cukup 20 RY per biji.
Biasanya saya dan kawan-kawan membawa uang 150 RY sudah cukup puas untuk sekadar memanjakan lidah.
Biasanya sebagian orang lebih suka berbuka dengan gorengan seperti سمبوسة "sambossa", بطاطس "batotis", باخمري "bakhomriy", dan aneka gorengan lainnya.
Tradisi di Yaman, setelah sejenak menikmati kuliner penunda lapar dan dahaga, semua orang pergi ke masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjama'ah bagi kaum laki laki.
Sementara para ibu dan anak perempuan shalat di rumah untuk kemudian mempersiapkan masakan buka puasa.
Adapun untuk makanan berat seperti nasi dan roti biasanya disantap setelah melaksanakan shalat tarawih.
Nama-nama kue tadi kebanyakan di mulai dengan kata "ba". Itu menunjukkan biasanya yang membuat pertama kali adalah orang Hadramaut.
Sebab orang Hadramautlah yang suka memberikan julukan sesuatu diawali dengan "ba". Misalnya nama marga Basyaiban, Baswedan, Bachin, Bamachromah dan lain sebagainya.
Kuliner-kuliner tersebut sangat mu dah ditemukan, baik di pinggir jalan maupun di pasar, khususnya saat Ramadhan.
Kita bisa memiliki hidangan maka nan berat antara nasi atau roti se suai selera kita. Roti yang kerap kali diminati penduduk lokal beragam ada: تميز "tamiz", شباتي "syabati", لبناني "lubnani", dan بروطة "broutuh". Dan untuk nasi bisa kita coba nasi putih biasa, atau nasi بخاري "bukhori", ربياني "rubyani", dan كبولي "kebuli".
Orang yaman memiliki kelebihan masak memasak daging. Mereka memiliki resep dan cara khusus membuat daging menjadi tidak amis dan lembut.
Ada yang dimasak dengan membakar arang dalam kubangan kemudian daging dimasukkan tong, dan dikuburkan dalam arang hingga matang.
Ada pula yang dimasak dengan api sedang namun memakan waktu sangat lama.
Di berbagai kedai dan rumah makan bisa kita temui masakan- masakan enak khas orang Yaman.
Beberapa jenis masakan yang terbukti maknyus yang perlu Anda coba nikmatnya antara lain مندي "mandiy", مطبي "matbiy", مدفون "madfun", محمس "muhammas", قلابة "gilabah", كبشة "kabsyah".
Harga nasi plus daging beraneka ragam. Masakan di atas harganya lumayan mahal, sekitar 1000 hingga 5000 RY per porsi. Meski mahal, tapi bisa terbayar dengan kelezatan yang bisa kita rasakan.
- Kehilangan Tiga Anak
SANA'A- Bocah Ali memohon kepada ayahnya untuk mengizinkan dia dan dua abangnya ikut dalam tur sekolah di Yaman Utara. Namun peristiwa tragis terjadi, tak satupun dari ketiga bocah itu pulang ke rumah dengan selamat.
Ketiga anak laki-laki tersebut tewas bersama puluhan anak lainnya akibat serangan udara Arab Saudi ke sebuah bus sekolah di provinsi Saada, Yaman pada 9 Agustus lalu. Kini, nyaris sebulan setelah peristiwa mengerikan itu, ayah ketiga bocah itu masih terguncang.
"Mereka melambaikan tangan kepada saya dari bus, dan saya berkata 'Tuhan berserta kalian'," ujar sang ayah, Zaid Tayyeb di rumahnya di Dahyan, provinsi Saada, basis pemberontak Houthi yang diperangi oleh koalisi Arab Saudi.
Tayyeb mengatakan, semula dirinya tak mengizinkan anak-anaknya untuk ikut tur sekolah tersebut, karena khawatir akan keselamatan mereka di tengah konflik yang berkecamuk antara Houthi dan pemerintah yang didukung koalisi Saudi.
Namun karena anak-anaknya terus memohon untuk ikut serta, dia pun menyerah.
"Mereka memeluk saya kencang, naik ke bus dan melambaikan tangan ke saya saat bus mulai menjauh. Saya pun berbalik dan berjalan sekitar 100 atau 150 meter ketika bus itu diserang," kata Tayyeb seperti dilansir kantor berita AFP, belum lama ini.
Pria itu berlari panik menuju bus. "Ada asap dan serpihan di mana-mana. Saya meraih tubuh pertama yang bisa saya raih. Tubuhnya tertelungkup. Dia anak saya, Ahmed," ujarnya.
Di tembok ruang tamu rumah Tay yeb terpampang foto-foto ketiga putranya yang tewas: Ali (9), Ahmed (10), dan Youssef (13). Pada setiap foto dituliskan tanggal kematian mereka -- "Martir pada 9/8/2018 dalam pembantaian anak-anak di Dahyan".
Kini Tayyeb hanya memiliki satu orang anak laki-laki yang berumur 5 tahun, Mohammed yang tak bisa ikut tur sekolah itu karena masih terlalu kecil.
Bagi Tayyeb, kehilangan ketiga putranya meninggalkan luka yang tak akan pernah sembuh. "Mereka cerdas, santun, bijak melebihi usia mereka. Dan kini mereka di surga," tuturnya pilu.
Menurut Komite Palang Merah Internasional, 40 anak-anak tewas dan 56 lainnya luka-luka dalam se rangan udara yang dilancarkan ko alisi Saudi tersebut.
Pihak koalisi Saudi mengakui telah melakukan kesalahan terkait sera ngan udara tersebut. Namun kelompok Houthi menuding koalisi Saudi sengaja menargetkan anak-anak tak bersalah.
____
- Detik.com
- Moh Nasirul Haq, Santri Rubat Syafi'ie Mukalla Yaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar