Rabu, 26 September 2018

Yaman dan Pertemanan (9)

Yaman dan Pertemanan (9)
Oleh aminuddin



Perang Yaman VII


- Drone Mata-mata Saudi Jatuh


HODEIDAH – Pasukan Angkatan Bersenjata Yaman, yang didukung para pejuang dari Komite-Komite Populer, telah mencegat dan menargetkan sebuah kendaraan udara tanpa awak milik koalisi militer Saudi, saat pesawat mata-mata itu diterbangkan di langit di atas provinsi barat negara itu, Hodeidah.

Sumber militer Yaman yang tidak disebutkan namanya mengatakan pasukan pertahanan udara Yaman dan sekutu mereka menembak jatuh pesawat tak berawak seperti itu saat tengah dalam misi pengintaian di utara distrik al-Durayhimi pada Senin sore (24/09).

Sementara itu, pihak berwenang Saudi juga telah mengkonfirmasi hilangnya tiga prajurit selama bentrokan dengan pasukan Yaman dan pejuang Komite Populer di provinsi utara Yaman, al-Jawf.

Kelompok Shohada al-Vajeb (Martyrs of the Military Service) pro-pemerintah, yang sejak 2009 melacak personil militer Saudi yang tewas di medan perang, mengidentifikasi tiga orang itu sebagai Letnan Nader bin Hamad bin Dhafer al-Ayadhah al-Ajami serta Yousef bin Sa’ad bin A’edh al-Fahad al-Wa’la dan Hussein bin Maraei Alwan Mubaraki.

Kelompok itu, dalam sebuah posti ngan yang diterbitkan di halaman Twitter-nya, mengatakan bahwa tiga tentara Saudi tewas dalam operasi di distrik al-Hazm di provinsi Yaman.

Kemudian pada hari Senin, sejumlah milisi dukungan Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi juga tewas dan terluka, ketika tentara tentara Yaman dan petempur dari Komite Populer meledakkan dua bom pinggir jalan ketika kelompok milisi dukungan Saudi itu tengah bepergian di sepanjang jalan di distrik al-Maton, provinsi Jawf.

Pasukan Yaman dan Houthi Ansharullah melancarkan serangan kepada pasukan Arab Saudi sebagai langkah pembalasan atas tindakan agresi kerajaan al-Saudi terhadap tanah air mereka.

Saudi dan koalisinya telah menyerang Yaman sejak Maret 2015 untuk mengembalikan mantan presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi yang adalah sekutu Riyadh kembali ke kursi kekuasaaan.

Serangan yang diklaim untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansharullah itu pada kenyataanya selalu menyasar target sipil dan fasilitas pelayanan publik Yaman, mendorong negara termiskin di semenanjung Arab itu jatuh ke krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)


--  Gagal Selamatkan Yaman


JENEWA – Kepala bantuan PBB mengatakan bahwa badan bantuan internasional telah kalah dalam perang mereka melawan kelaparan di Yaman, mengatakan situasi telah memburuk dengan cepat dalam beberapa pekan terakhir.

Dikutip dari laporan Yemen Extra pada hari Minggu (23/09), Mark Lowcock mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa 3,5 juta orang kemungkinan segera ditambahkan ke jumlah 8 juta orang yang sudah menghadapi kelaparan di Yaman pada tahun keempat perang koalisi yang dipimpin Saudi.

Mr Lowcock menggambarkan situasi ini sebagai situasi yang suram.

“Kita sekarang mungkin mendekati titik kritis yang di luar itu tidak mungkin untuk mencegah hilangnya nyawa secara besar-besaran akibat meluasnya kelaparan di seluruh negeri,” katanya.

“Kami sudah melihat kantong-kantong dengan kondisi mendekati kelaparan, termasuk kasus di mana orang makan daun karena mereka tidak memiliki bentuk lain dari sumber pangan.”

Meningkatnya harga pangan dan turunnya nilai mata uang negara akibat perang membuat lebih banyak keluarga berisiko kerawanan pangan.

Tetapi ancaman lain datang dari pertempuran di sekitar kota pelabuhan utama Hodeida, yang merupakan garis hidup utama bagi hampir dua pertiga penduduk.

Lembaga amal Save the Children sebelumnya telah menyatakan  to tal 5,2 juta anak-anak sekarang menghadapi kelaparan.



- Tak akan Menyerah

SANA’A – Pemimpin gerakan Houthi Ansarullah Yaman menggambarkan  semangat juang pantang menyerah yang saat ini ditampilkan oleh seluruh saudara-saudari sebangsa dan setanah airnya demi untuk mencapai kebebasan dan martabat mereka, adalah alasan utama di balik semakin membabi butanya agresi militer rezim Riyadh.

Bangsa Yaman tidak akan pernah menyerah, tidak peduli seberapa jauh koalisi pimpinan Saudi akan menekankan kampanye kriminalitas dan kebrutalannya.

"Masalah aliansi yang bermarkas di Riyadh dengan Yaman berakar dari perjuangan bangsa Yaman untuk hidup bebas dan bermartabat, ”ujar Abdul-Malik al-Houthi kepada para pendukungnya melalui pidato yang disiarkan langsung oleh televisi dari ibu kota Yaman, Sana’a pada hari Kamis malam (20/09) lalu.

Ia menambahkan bahwa tanggung jawab utama bangsa Yaman adalah berperang tanpa henti melawan musuh di setiap front.

Houthi kemudian meminta semua orang yang mencintai kebebasan di Yaman untuk memobilisasi dukungan untuk pertempuran di provinsi barat negara, Hodeidah, dan sepanjang perbatasan dengan Arab Saudi.

Di tempat lain dalam sambutannya, pemimpin Ansharullah itu menyatakan dukungan untuk perlawanan Palestina terhadap rezim Israel.

Ia juga menyuarakan solidaritas dengan orang-orang Bahrain, yang telah menghadapi tindakan penindasan dan kekejaman rejim Al Khalifah sejak pemberontakan rakyat menerpa kerajaan kecil di Teluk Persia itu, pada pertengahan Februari 2011 lalu.

Pada bulan Maret 2015, koalisi pimpinan Saudi dengan dukungan AS memulai perang melawan Yaman dengan tujuan menginstal ulang pemerintahan Hadi, sekutu dekat Riyadh dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Agresi yang berlangsung tiga tahun lebih itu telah meluluh lantakkan berbagai fasilitas publik termasuk sekolah, rumah sakit, stasiun pompa air, gudang makanan dan sebagainya. Serangan juga menargetkan lingkungan perumahan sipil.

Ditambah dengan blokade yang menghalangi berbagai obat-obatan dan kebutuhan pokok memasuki negara termiskin di Semenanjung Arab tersebut. Agresi Saudi telah menyebabkan lebih dari 600.000 orang tewas dan terluka di Yaman.



--  Dipuji Dunia

YAMAN merupakan sebuah negeri peradaban yang sudah ada sejak ribuan tahun silam. Tak heran jika ribuan situs sejarah masih tersimpan rapi di negara yang dijuluki Negeri Saba’ ini.

Peninggalan-peninggalan sejarah di Yaman masih bisa kita nikmati de ngan mata telanjang seperti bekas istana Kerajaan Saba’ atau yang lebih dikenal dengan istana Kerajaan Putri Balqis, pusara makam Nabi Hud as, peninggalan kaum ‘Ad, peninggalan kerajaan Himyar, dan banyak situs sejarah lainnya.

Selain karena situs sejarahnya, Yaman juga mendapat applause dunia karena memiliki keunikan dan keagungan tersendiri. Mulai dari disiplin ilmu, kebudayaan, arsistektur bangunan, hingga keindahan alam juga menjadi daya tarik tersendiri.

Karena keunikannya, beberapa tempat di Yaman mendapat penghargaan dunia dan dijadikan sebagai warisan dunia oleh Unesco.

Pada kesempatan ini saya akan ingin berbagi tentang tempat-tem pat unik di negara Yaman yang dipuji dunia internasional.

Salah satu tempat di Yaman yang menggiurkan dunia adalah Kota Syibam. Kota ini merupakan kota kuno yang tersohor karena keunikan arsistektur bangunannya.

Siapa yang tahu, ratusan bangunan di kota ini terbuat dari bahan dasar tanah liat. Tinggi bangunan yang mencapai 53 meter menjadikan Kota Syibam sebagai kota yang didirikan dengan tanah liat tertinggi di dunia.

Oleh para sejarawan Barat, Kota Syibam dijuluki sebagai “kota pencakar langit tertua di kolong langit” atau “Manhattan di tengah padang pasir”.

Kota tua yang memiliki sekitar 500 rumah ini masih berdiri kokoh meski sudah berumur 600 tahun lebih. Kota Syibam adalah kota pertama yang memperkenalkan the principle of vertical construction (pola pengembangan permukiman secara vertikal).

Pada tahun 1982 M, Unesco memasukkan Kota Syibam ke dalam daftar warisan dunia. Pada tahun 1988 M, Kementerian Kebudayaan dan Penerangan Republik Yaman meresmikan Kota Syibam sebagai warisan dunia dalam sebuah seminar yang dihadiri beberapa delegasi mancanegara.

Kota Syibam bukan hanya lagi milik Yaman semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab dunia.

Selain Kota Syibam, Yaman juga memiliki tempat lain yang juga dinobatkan sebagai warisan dunia, yaitu Pulau Sucotra.

Jika Kota Syibam terkenal karena keunikan arsitektur bangunannya, Pulau Sucotra justru tersohor karena keindahan alamnya.

Pulau Sucotra terletak di sekitar Samudra Hindia dan memiliki luas 3.796 km2. Sekitar 80 km sebelah timur tanduk Afrika atau sekitar 380 km sebelah selatan dari Jazirah Arab.

Dari laut lepas Yaman sendiri, pulau ini berjarak 250 km. Sucotra adalah sebuah pulau nan indah dan unik yang memiliki ratusan flora dan fauna endemik (jenis yang tidak ditemukan di tempat lain selain tempat asalnya).

Salah satu flora endemik milik Sucotra adalah pohon Drasaena cinnabari atau lebih dikenal dengan pohon darah naga.

Pohon ini sangat unik dan ajaib. Getahnya yang berwarna merah bisa dijadikan obat berbagai macam penyakit. Pohonnya tumbuh menjulang tinggi, dihiasi dahan dan daun yang hanya berada di atas. Bentuknya persis seperti payung raksasa.

Alkisah, pohon darah naga ini merupakan pohon yang tumbuh akibat perkelahian Qabil dan Habil yang berujung dengan meninggalnya Habil. Warna merah pohon tersebut disebut-sebut sebagai perwujudan darah Habil.

Pulau yang sering disebut sebagi tempat dikurungnya Dajjal ini juga memiliki gua-gua dengan stalagtit dan stalagmit yang indah dan memukau.

Juga dilengkapi dengan keindahan pantai pasir kuning keemasan. Te pat pada tahun 2008, Unesco me masukkan Pulau Sucotro ke dalam daftar warisan dunia.

Bukan hanya mendapat applause dunia kerena keindahan alam dan keunikan arsitektur bagunannya, kota di Yaman juga dipuji karena keilmuan dan kebudayaannya.

Pada tahun 2010, ISESCO (Islamic Educational Scientific And Cultural Organization) menobatkan salah satu kota di Yaman sebagai “kota ilmu dan kebudayaan”. Kota yang dimaksud adalah Kota Tarim.

Kota yang terletak di Provinsi Hadhramaut ini memiliki lima institusi yang menerima pelajar asing. Mulai dari pelajar asal Asia, Afrika, Eropa, Australia, hingga Amerika, semuanya ada di Tarim.



__

- Aceh.tribunnews.com

-  ArrahmahNews.com

-  Voa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar