Dua Menara (43)
Oleh aminuddin
MR Clean dan Letnan Ratna bergerak cepat ...
Bersama pasukan khusus, kedua nya berhasil mengepung kediaman Tuan Chang, yang siap berkemas untuk berangkat menuju bandara.
Namun, upaya pelarian itu tak mem buahkan hasil setelah pihak keama nan meminta Tuan Chang yang ba ru hendak keluar pintu rumah se gera menyerahkan diri.
"Cepatlah menyerah Tuan Chang sebelum kesabaran kami habis," ka ta Letnan Ratna lewat pengeras suara.
Tuan Chang tidak menanggapi. Dia hanya meminta beberapa bodigu ard nya untuk berjaga-jaga dan tak usah sungksn-sungkan untuk mele paskan tembakan jika anggota pa sukan keamanan nekad memaksa masuk ke kediamannya.
"Tuan Chow ... Tuan Chow!" Tuan Chang berharap koleganya segera mengambil tindakan cepat.
Misalnya dengan mengirim pesa wat helikopter ..
"Tak mungkinlah Tuan Chang. Pasti kena tembak. Mengantarkan nyawa namanya .."
"Kirim orang-orangmu sajalah Tuan Chow ..."
"Oke. Aku akan kirim orang-orang ku kesana .. Kamu tenang saja" saran Tuan Chow.
Sepuluh menit berlalu ..
Belum ada tanda-tanda Tuan Chow mengirim orang kepercayaannya un tuk membantu Tuan Chang 'keluar' dari kediamannya.
Putus komunikasi ...
Berulangkali ditelepon, Tuan Chow tak menyahut. Bahkan di kali yang kelima belas, tak ada nada sam bung lagi.
Dooor ..
Dooor ..
Di luar rumah terjadi adu tembak antara Mr Clean dengan beberaps bodiguard Tuan Chang.
Uuuukh ..
Sebuah peluru mengenai dada sa lah seorang bodiguard. Jatuh ter kapar.
Tewas seketika ..
Teman-temannya sesama bodigu ard bergerak mundur. Masuk lagi ke dalam rumah.
'Kenapa masuk lagi haa?" Bentak Tuan Chang.
"Tak tahan Bos," jawab bodiguard berambut gondrong dikuncit.
"Tak tahan kenapa?"
"Pelurunya Bos .."
"Kenap dengan peluru?"
"Bikin kita klepek-klepek .."
Dooor ..
Kraaaash ..
Kaca jendela pecah diterobos peluru ...
"Cepat Bos, lewat pintu belakang," kata bodiguard berbibir tebal hitam.
Di luar pintu belakang sudah ada tiga personil aparat keamanan ber senjatakan lengkap.
Dooor ...
"Ke samping Bos!"
Dooor ...
"Masuk kamar Bos!"
Sesaat hening ...
Rabu, 31 Oktober 2018
Perjanjian Gaib (13)
Perjanjian Gaib (13)
Oleh aminuddin
Makhluk Gaib dan Urang Banjar
MASYARAKAT Banjar adalah ma syarakat yang percaya dengan hal-hal yang gaib, karena di satu sisi Al-Quran sendiri telah mewajibkan kepada manusia agar beriman dengan yang bersifat gaib seperti jin, malaikat dan lain sebagainya.
Berawal dari kewajiban beriman dengan hal yang gaib, masyarakat Banjar percaya bahwa makhluk-makhluk gaib itu bisa juga dianggap sahabat atau bahkan mereka anggap sebagai anak.
Bahkan konon katanya, ada manusia yang kawin dengan jin. Bukankah ini sesuatu yang aneh, yang secara logika tidak mampu kita terima.
Maka itu, lagi dan lagi sebagai manusia yang beriman dengan Al-Quran, kita harus percaya dengan hal-hal seperti itu.
Kebudayaan Banjar pada umumnya kaya akan cerita tentang makhluk gaib. Cerita kuyang, buaya kuning dan banyak lagi.
Manusia apabila menjadi objek sahabat makhluk gaib maka dia akan merasakan keanehan yang luar biasa. Disatu sisi dia mungkin mendapatkan pertolongan dari makhluk gaib itu, namun di sisi lain dia akan melayani makhluk gaib itu yang secara logika tidak diterima oleh akal. Seperti memberi makanan kepada makhluk gaib itu.
Hubungan antara manusia dan makhluk gaib ini memang mengundang beribu pertanyaan. Dari manusia yang dulunya miskin, namun secara tiba-tiba dia menjadi kaya mendadak.
Proses perubahan sosial dari mis kin ke kaya ini tidak menutup ke mung kinan dia bersahabat dengan makhluk gaib, karena dia kaya tanpa ada bekerja sama sekali.
Contoh lain, orang yang kuat atau dalam bahasa Banjar disebut jagau, dia pasti bersahabat juga dengan jin, karena dia tahan ditimpas dan disodok.
Berangkat dari permasalahan di atas, maka kami dengan semangat akan memaparkan secara singkat tentang hubungan manusia dengan makhluk gaib dalam masyarakat Banjar, bagaimana makhluk gaib itu berinteraksi dengan manusia, serta apakah ada dampak negatif yang ditumbulkan akibat dari berkawan dengan makhluk gaib ini.
Secara umum pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab di makalah kami ini ..
- Pengertian Makhluk Gaib
Dalam bahasa Indonesia, kata gaib diartikan sebagai ‘sesuatu yang tersembunyi, tidak kelihatan, atau tidak diketahui sebab-sebabnya’.
Dalam kamus bahasa Arab, kata gaib adalah antonim dari kata syahadat. Kata syahadat dalam kamus al Munjid berarti ‘hadir atau kesaksian’, baik dengan mata kepala maupun dengan mata hati.
Dengan pengertian ini, maka segala sesuatu yang tidak hadir adalah gaib.
Demikian pula sesuatu yang tidak disaksikan adalah gaib, bahkan sesuatu yang tidak terjangkau oleh panca indra juga merupakan gaib, baik disebabkan oleh kurangnya kemampuan indra-indra tersebut maupun oleh sebab lainnya.
Banyak hal yang gaib bagi manu sia, serta beragam pula tingkat kegaibannya. Agama melalui wahyu ilahi mengungkap sekelumit yang gaib yang harus dipercaya itu, yang di dalamnya termasuk tentang kedudukan ‘jin’.
Kepercayaan terhadap makhluk gaib atau jin di Banjarmasin sudah ada sebelum Islam datang. Hal ini dapat dilihat pada upacara-upacara tradisional terhadap hal-hal tertentu.
Munculnya kepercayaan tentang makhluk gaib khususnya jin dengan mudah mendapat tempat, kemudian pandangan dan pengertian terhadap bangsa jin itu terdapat berbagai corak pemahaman sehingga muncul berbagai sebutan/nama seperti; tuyul, hantu, kuyang, hantu beranak, kuntilanak, dan sejumlah nama-nama lain sesuai kepercayaan masyarakat Banjar.
- Pandangan Islam
Dalam literatur Islam juga ditemukan bahwa kepercayaan masyarakat Banjar tentang makhluk yang bernama jin, dan mereka meyakini bahwa jin sebagai makhluk yang memiliki kekuatan tersembunyi.
Menurut kepercayaan masyarakat Banjar, jin adalah makhluk yang mampu mengakibatkan gangguan terhadap kehidupan manusia, di samping dapat juga memberi manfaat.
Kepercayaan tentang kemampuan jin membuat gangguan mengantarkan masyarakat itu menyembelih binatang sebagai sesaji kepada jin ketika mereka menghuni sebuah rumah baru, atau ketika masyarakat membangun jembatan baru, dan lain-lain sebagainya.
Allah SWT sudah menegaskan tentang kewajiban kita beriman dengan hal-hal yang gaib, seperti yang tertera dalam QS Al-Baqarah ayat 3.
“(Yaitu) mereka yang beriman kepa da yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepa da mereka."
Imam alAth-Thobari menjelaskan redaksi ayat tersebut dengan penjelasan bahwa sebagai seorang muslim kita wajib beriman dengan hal-hal yang gaib seperti surga, neraka, kehidupan sesudah mati dan hari kiamat.
Dan diakhir penjelasannya beliau menambahkan lagi bahwa kita harus mempercayai hal-hal yang gaib yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala.
Dalam Islam kedudukan jin sebagai makhluk sama dengan manusia, yaitu sebagai hamba yang mengabdikan dirinya hanya kepada Allah.
QS Adz-dzariyat 56 : "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia mela inkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
Dalam mengabdikan dirinya kepa da Allah, bangsa jin juga ada yang ingkar, ada juga yang taat patuh kepada perintah Allah sebagaima diungkapkan dalam Al-Quran surah al -Jin ayat 11:
"Dan sesungguhnya diantara kami ada jin-jin yang saleh dan diantara kami ada pula yang tidak. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda".
Dari segi kejadian jin berbeda dengan manusia. Jin diciptakan dari unsur api yang sangat panas.
QS Al-Hijr 27 : "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas."
Jin juga memiliki masyarakat sebagaimana masyarakat manusia.
Allah SWT berfirman:
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melin tasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menem busnya kecuali dengan kekuatan." QS Rahman 33.
Kata ‘yama’syara’/jama’ah yang ditujukan kepada jin dan manusia menunjukkan bahwa antara masing-masing jenis terdapat ikatan yang menyatukan anggota-anggotanya.
Demikian juga dengan jenis kelamin, bahwa makhluk jin terdiri dari jenis laki-laki dan perempuan..
Dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW apabila masuk ke jamban/toilet membaca do’a yang artinya "Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari gangguan setan khubuts/laki-laki dan setan khubaits/perempuan."
Makhluk yang bernama jin itu juga mempunyai keturunan dan memi liki kelebihan bahwa mereka tidak bisa dilihat oleh manusia.
Di samping itu, jin memiliki kemam puan merubah dirinya dalam berbagai bentuk.
- Interaksi dengan Manusia
Dalam kepercayaan masyarakat orang Banjar, manusia ini adalah makhluk sosial, yang tidak akan mampu menjalankan kehidupan ini dengan sendiri. Perlu bantuan de ngan sesama manusia.
Selain memerlukan bantuan orang lain, masyarakat Banjar juga mempercayai bahwa makhluk gaib itu juga bisa melakukan interkasi dengan manusia, atau dengan kata lain mereka juga bersosialisasi dengan manusia.
Manusia dalam hidupnya selalu berusaha menyelamatkan diri atau membebaskan diri dari segala ancaman.
Untuk itulah manusia baik secara perorangan maupun secara berkelompok berusaha mencari perlindungan diri dengan cara melakukan hubungan dengan alam supranatural.
Beberapa sisi kehidupan manusia berada dalam posisi saling ketergantungan. Misalnya dalam masalah mata pencaharian, dan dalam menghadapi gejala alam serta kegiatan-kegiatan sosial budaya lainnya.
Oleh karena itu, sesuai dengan pe mahaman budaya masyarakat setempat diadakan suatu upacara yang berhubungan dengan peristiwa alam dan kepercayaan.
Dengan upacara alam itu diharapkan kehidupan sehari-sehari tidak terancam dan tidak saling bentrok. [
- Jenis-jenis Makhluk Gaib yang Dapat berhubungan dengan Manusia
Masyarakat Banjar mempunyai kepercayaan kepada makhluk gaib, diantara jenis-jenis majhluk gaib itu adalah kuyang-kuyang, hantu-hantu, ilmu kekebalan, roh-roh para pangeran, para dewa Batala kala atau sangkala, para leluhur mereka seperti Datu Taruna ( leluhur di desa Barikin), Datu Thabib ( leluhur di Amuntai), Datu Ujung dan makhluk lainnya.
Selain masyarakat Banjar juga mempercayai adanya makhluk gaib seperti makhluk jin, dan hantu-hantu, juga mempercayai adanya orang-orang gaib dari tokoh-tokoh terkemuka dari zaman dahulu yang berpindah tempat atau menjadi gaib seperti wali-wali, raja-raja Banjar, atau datu-datu yang kehadirannya dapat dirasakan melalui gangguan kepada manusia atau dengan jalan merasuki raga orang-orang tertentu.
Kesemua jenis makhluk gaib itu mampu berhubungan dengan manusia, baik itu menjadi teman biasa saja, atau bahkan menjadi pembantu/ sesuruhan kita seperti hantu penjaga rumah.
Namun seandainnya manusia bersahabat dengan makhluk gaib, kalau dihitung secara logika. Lebih banyak dampak negatif daripada dampak positifnya. Lebih-lebih lagi kalau jin nya itu adalah jin yang jahat.
- Nenek Moyang
Dalam masyarakat Banjar dikemu kakan bahwa di kalangan kerabat tertentu arwah nenek moyang, di antaranya yang dianggap masih hidup selaku orang gaib di dalam dunia lain, kadang-kadang seperti diwakili oleh sahabatnya, memperingatkan anak cucunya akan kewajiban kerabat melaksanakan adat bubuhan.
Peringatan demikian mungkin berupa teguran ringan saja, tetapi dapat juga terwujud dengan sakit yang ringan maupun berat.
Gejala sakit atau gejala yang tidak menyenangkan pertanda peringatan dari dunia gaib ini biasanya dikatakan dengan kepingitan.
Gejala kepingitan karena tuntutan melaksanakan adat turun temurun ini tampaknya diyakini sebagai spesifik, kadang-kadang seperti erat dikaitkan dengan adat yang dilalaikan (aruh tahun dan sejenisnya, upacara mengayun, adat ziarah, dan memakai pakaian atau perhiasan kuno, melanggar tabu bubuhan), setidaknya beberapa di antaranya.
Gejala yang ditimbulkan dari meninggalkan tradisi ini diyakini adalah sakitnya salah satu dari anggota keluarga yang tidak sembuh-sembuh atau selalu berulang, atau bahkan seperti gila.
Bayi atau anak, yang lalai diupacara ayunkan dengan betarbang konon akan sakit perut dan perutnya seperti berbingkai dan berbunyi berdengung bila dipukul, seperti halnya rebana.
Bayi di kalangan warga akar bergantung, yang terlambat dibawa ziarah ke kubur keramat kelampayan konon akan memperlihatkan gejara kepidaraan.
Berikut ini gejala tuntunan pemakai pakaian, sesuai dengan corak batiknya, dan perhiasan kuno.
Corak motif naga balimbur (berwujud gambar naga, sejenis ular dalam dongeng, sedang memainan kemalanya), gejala ketagihan adalah berwujud anak dalam kandungan menjadi hilang, sedang ular lidi (juga sejenis ular dalam dongeng), gejala ketagihannya adalah sakit-sakit pada tulang dan persendian.
Corak motif tarati dalam taman (artinya:teratai dalam taman) gejala ketagihan berwujud perut bengkak, bintang berhambur (artinya; bintang bertaburan) gejala ketagihannya ialah berupa sakit kepala sebelah atau koreng yang tidak sembuh-sembuh.
Gejala memerlukan samban atau kawari (keduanya sejenis perhiasaan yang dikalungkan dileher) ialah si anak sering kencing (pengamihan), dan ketagihan terhadap picis wujudnya ialah si anak mengeluarkan ludah terus-menerus (baliuran).
Gejala peringatan atas dilanggarnya tabu bubuhan (dilapangan antara lain tabu memakai pakaian berwarna dan tabu menggunakan kayu tertentu sebagai kayu bakar) tidak diterangka, selain dikatakan sebagai dipingit.
Tokoh-tokoh tertentu di Dalam Pagar dan Anduhum dapat menghubungkan berbagai gejala penyakit tertentu dengan corak motif batik tertentu (untuk selendang, sarung ikat kepala, baju, celana, ayunan) atau jenis perhiasan (khususnya untuk bayidan anak-anak) tertentu.
- Orang Gaib
Berbagai tokoh dalam sejarah raja-raja Banjar pada zaman hindu dikatakan tidak mati, melainkan wafat, atau seperti ungkapan dalam hikayat ”kembali pada asalku” atau “gaib”. Dan mereka ini konon hidup di alam gaib sampai sekarang.
Keraton tokoh-tokoh gaib asal raja-raja ini konon berada di puncak gunung tertentu, antara lain gunung candil, gunung pamaton , dan gunung batu gambar, tetapi juga terdapat muara cerucuk.
Daerah rawa-rawa dan tempat-tempat tertentu lainnya, termasuk yang terletak di sekitar perkampungan penduduk, kadang-kadang juga diyakini sebagai wilayah perkampungan orang gaib, hal ini mungkin karena adanya anggapan roh-roh dari orang-orang yang sewaktu hidupnya tinggal dalam suatu daerah tertentu masih berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya, dan setelah berlalunya waktu berkembang menjadi kepercayaan tentang perkampungan orang gaib di tempat-tempat tersebut.
Khusus bagi orang yang meninggal secara tidak wajar seperti terbunuh, kecelakaan, mati lamas. Diyakini mereka menempati daerah-daerah tempat kejadian perkara tersebut.
Demikianlah daerah rawa-rawa dan tanah persawahan di sekitar dalam paga sampai jauh ke hilir sungai Martapura konon tempat pemukiman orang gaib, yang berasal dari biaju (Dayak Ngaju).
Selain itu, di sekitar perkampungan penduduk juga ditemukan daerah atau tempat-tempat yang dianggap penduduk sebagai tempat pemuki man orang gaib.
Tempat tersebut di sekitar dalam pagar ialah sebuah pematang di tengah-tengah wilayah persawahan di sebelah timur laut kemasan, di dekat sebuah sungai yang melebar (dinamakan penduduk danau panjang).
Konon didaearah tersebut sering terdengar suara musik wayang, pertanda di tempat dunia gaib itu sedang ada keramaian.
Pohon kariwaya, sejenis pohon beringin diyakini masyarakat Banjar dengan gedung megah orang-orang gaib itu.
Roh-roh gaib ini dianggap mempunyai kekuatan tersendiri di dalam kehidupannya. Mereka ada yang jahat dan ada pula yang baik.
Roh jahat biasa mengganggu ketenteraman masyarakat, terutama masyarakat yang berlaku ceroboh terhadap alam lingkungan yang dihuni oleh orang gaib tersebut.
Gangguan itu dapat dirasakan ketika salah seorang warga kerasukan dan mengeluarkan kata-kata yang diyakini dari makhluk halus atau roh nenek moyang.
Atau apabila ada dalam masyarakat yang sakit payah dan di luar kebiasaan pengetahuan mereka, maka sakit yang demikian dianggap sebagai penyakit yang berasal dari roh-roh yang jahat.
Berbagai istilah untuk menyebutkan ganguan orang gaib terhadap manusia ialah kepuhunan, keteguran, dan kepingitan.
Erat berkaitan dengan ini ialah istilah kesurupan dan kesarungan.
Dalam pengertian sehari-hari, kapuhunan berarti kena bahaya, hal ini khususnya dikatakan terjadi pada seorang yang bepergian ( keluar rumah, ke sawah, ke hutan dsb) pada saat makanan dan penganan sudah atau sedang di siapkan yang sudah diketahuinya karena mencium baunya, melihat orang mempersiapkan dan sebagainya sebelum mencicipi sebelum beangkat.
Hal ini juga yang menyebabkan adanya keharusan memberi te tangga pangan, masakan atau buah-buahan yang tidak biasa yang terahir mungkin dari hasil panen atau dibeli tetapi dalam beberapa contoh kasus kepuhunan yang dilaporkan tampak adanya keku rang waspadaan di pihak si sakit, sehingga secara tidak sengaja ko non menyebabkan makhluk-makh luk halus tertentu merasa tergang gu dan menyebabkan orang gaib itu melakukan suatu tindakan yang membahayakan si sakit.
Dan mungkin salah satu hal yang menyebabkan berkurangnya kewaspadaan itu ialah karena terganggu oleh kenangan akan makanan yang tidak sempat di cicipinya.
Contoh-contoh bahaya yang mungkin menimpa itu ialah seperti seorang tukang yang terpeleset ketika memasang atap (istrinya sedang memasak ketika ia pergi), seorang nelayan terjatuh dari perahunya, karena ia tidak singgak ketika di ajak ikut menikmati makanan tertentu karena tergesa-gesa, seorang warga tertimpa pokok inau yang rebah secara tidak disangka-sangka, dan seorang warga sakit seperti hilang akal tatkala kembali dari mengerjakan sawahnya.
Kateguran secara harpiah berarti tertegur atau ditegur (oleh makhluk halus ), (dari kata tagur atau tegur).
Gejala yang khas konon biasanya ialah berbicara yang tidak karuan sekembalinya dari tempat yang angker di samping gejala lain yang mirip kapidaraan atau kapuhunan.
Kataguran yang serius ialah gejala kesurupan, dan si sakit biasanya dikatakan sebagai dipingit oleh makhluk halus.
- Akrab dengan Manusia
Orang Banjar percaya bahwa kuburan Syekh Arsyad, dan demikian pula para ulama keturunanya, selalu dijaga kesucianya oleh orang muwakkal atau yang disebut Datu Baduk.
Kebanyakan orang percaya bahwa Datu Baduk adalah berasal dari jin, yang mengabdi kepada syekh selaku budaknya, atau sahabatnya.
Tidak dijelaskan apa tugasnya ketika syekh masih hidup.
Bahwa muwakkal adalah berasal dari malaikat pemelihara Al- Quran yang dijadikan manusia sbagai sahabat.
Selain Syeh Arsyad, tokoh lain yang memiliki muwakkal semasa hidupnya adalah Syeh Abdul Hamid yang konon kuburannya di Abulung, hidup semasa dengan Syeh Arsyad, Sultan Adam, dan juga Tuan Guru Zainal Ilmi, yang terahir ini ialah seorang ulama terkemuka di Dalam Pagar.
Dan berbagai ulama-ulama terkemuka di Martapura di desas-desuskan memiliki muwakkal pula. Ulama-ulama ini antara lain melakukan peraktek perdukunan seperti meramal , mengobati dengan air, mengembalikan barang yang hilang secara magis, dan memandikan gadis yang terlambat bersuami, dan justru lebih populer dalam praktek ini daripada ulama.
Para muwakkal konon menjaga kesucian makam almarhum sahabatnya dari perbuatan-perbuatan tidak senonoh oleh para peziarah, sampai sekarang ini tabu memotret dengan lampu kilat di kuburan-kuburan keramat, dengan kemungkinan konon mendapat gangguan dari para muwakkal yang marah bila dilangar.
Gangguan itu mungkin hanya sekedar menjewer atau memukul yang tidak jelas siapa pelakunya.
Muwakkal nenek moyang konon dapat memingit salah satu anggota dari keturunan tuanya, jika keluarganya itu lalai makakukan kawajibab-kewajiban kerabatnya yang telah turun-temurun.
Jadi dalam hal ini muwakkal mewakili nenek moyang memperingatkan akan kewajiban kewajiban adat tertentu.
Sahabat tersebut konon mamingit keturunan tuanya karena menuntut agar diberikan makanan seperti yang dahulu pernah diberikan oleh moyang kerabat itu.
- Makhluk Halus Lainnya
Makhluk halus yang konon menampakkan diri pada manusia secara umumnya biasanya dinamakan hantu.
Dengan demikian kadang-kadang istilah ini dinamakan juga orang gaib, seperti dalam ungkapan “disembunyikan hantu” yang hampir berarti selalu diculik orang gaib.
Orang-orang memang takut pada hantu yang berasal dari arwah manusia yang telah melakukan kesalahan, tetapi tak seorangpun yang dapat menceritakan jenis gangguannya mengapa harus ditakuti.
Orang-orang tertentu konon setelah matinya menjadi hantu karena keti ka hidupnya ia mengkaji ilmu, seperti ilmu kaya, ilmu kebal, atau perkasa dan lainnya.
Di dalam masyarakat berkembang anggapan bahwa yang menjadi hantu ialah orang-orang yang ma tinya jika orang minum minyak sakti, agar menjadi kaya, kebal atau perkasa, dan luka separah apapun dapat sembuh dengan cepat.
Wanita kuyang, karena konon meminum minyak kuyang, akan menjadi kuyang pada waktu malam, ditakuti akan menghisap habis darah wanita yang baru melahirkan atau bayinya.
Hantu beranak adalah jenis hantu , yang mungkin memang hantu sejak semula juga di takutkan akan mengganggu wanita hamil dan bayinya, seperti halnya kuyang
Kuyang adalah manusia hantu yang suka mengisap darah bekas seo rang ibu melahirkan atau pula da rah bayi yang baru dilahirkannya.
Kuyang biasanya terbang dengan kepala dan isi perutnya pada ma lam hari untuk mencari mangsanya dan untuk mengelabui mangsanya, sewaktu-waktu ia bisa berubah menjadi seekor burung malam atau kucing. Kuyang juga memiliki dua gigi taring di kiri dan kanan mulutnya.
Kuyang adalah hantu perempuan yang pada dasarnya adalah manusia biasa, akan tetapi karena sebab atau ilmu tertentu ia kemudian berubah wujud menjadi hantu dan pada waktu-waktu tertentu terbang untuk mencari makan, yakni darah atau orok (bayi) yang baru dilahirkan.
Orang Banjar percaya (sebagaimana juga orang Thailand dan Sumatera), bahwa dengan minyak tertentu ―biasa disebut dengan istilah minyak kuyang― yang digosokkan pada bagian sekeliling leher, seorang perempuan bisa berubah menjadi kuyang.
Konon tujuannya menjadi kuyang adalah untuk awet muda dan keabadian hidup (panjang umur), karena meminum darah segar bayi.
Kuyang berbeda dengan makhluk sejenis, vampir (China) atau drakula (Barat) misalnya, yang juga mengisap darah manusia umumnya.
Sebab, kuyang adalah seorang perempuan dan hanya mengisap darah bekas perempuan yang baru melahirkan atau darah bayi yang ada dalam kandungan (sehingga seperti keguguran) atau yang baru dilahirkan.
Dan, untuk menandai mangsanya, kuyang biasanya mendatangi seorang perempuan yang sedang hamil besar dan mengusap perutnya.
Sedangkan vampir dan drakula bisa laki-laki atau perempuan dan berasal dari manusia yang sudah mati, namun karena sebab tertentu mereka hidup atau dihidupkan kembali, sehingga untuk menopang kembalinya kehidupan tersebut, mereka harus makan atau meminum darah.
Adapun kuyang berasal dari manusia hidup yang kemudian berubah menjadi makhluk penghisap darah.
Orang Banjar sendiri mencirikan kuyang sebagai seorang perempuan berambut panjang yang jika berjalan siang hari selalu menutupi bekas guratan di lehernya atau menutupi bagian kepalanya dengan kain, supaya tidak kepanasan terkena sengatan matahari.
Orang Banjar meyakini bahwa kuyang adalah makhluk jadian yang takut dengan bawang merah, terlebih-lebih dengan bawang merah tunggal. Sedangkan vampir atau drakula takut dengan bawang putih.
Kuyang takut dengan cermin, sisir, pisau, rumput jariangau, dan Yaasin.
Itulah sebabnya, menjadi tradisi dalam masyarakat Banjar untuk meletakkan benda-benda tersebut di dekat seorang perempuan yang baru melahirkan dan atau bayi yang baru dilahirkannya, agar terhindar dari gangguan kuyang.
Bahkan, ketika bayi yang mereka lahirkan tersebut memasuki masa diayun atau dipukung, biasanya ditali ayunan juga diikatkan Yaasin.
Boleh jadi pula, tali ijuk ―pada waktu dulu, tali ijuk umum digunakan oleh orang Banjar sebagai tali ayunan―yang dipakai sebagai tali ayunan, kain kuning, atau pun bayi yang dipukung (dibedong, sehingga menutup bagian leher dan hanya kelihatan bagian wajah-kepala) dimaksudkan untuk mencegah dan menghindari gangguan kuyang atau makhluk-makhluk halus.
Konon kuyang dan makhluk-makhluk halus pengganggu juga takut dengan tali ijuk. Karenanya, tali ijuk terkadang juga dijadikan sebagai dinding atau penghalat rumah, yakni dengan mengikatkan tali ijuk di atas flapon.
Tambun dikenal masyarakt adalah mahluk yang ada di dalam air yang sering menyebabkan orang mati tenggelam di air.
Sebagian masyarakt menyebutnya hantu tambun. Tak bisa dipastikan makhluk ini apakah binatang air asli atau mahkluk suprantural.
Hantu marabiaban mahluk supranatural yang satu ini memang sangat terkenal di kalimantan.
Mahkluk ini digambarkan besar seperti raksasa, dan mempunyai bulu lebat. Mahkluk ini dikatakan ada di belantara hutan-hutan Kalimantan dan juga mampu menjelma menjadi manusia yang mencapai tingkat tinggi ilmu kesaktian hantu marabiaban ini.
Bahkan hingga saat ini masyarakat Kalimantan ada yang memakai bu lu makhluk ini untuk ilmu kekeba lan, dan orang yang memakainya apabila marah akan mengeluarkan taring di giginya.
Buaya Kuning dalam tradisi masyarakat Banjar adalah makhluk yang di anggap sakral dan makhluk keramat bahkan pada zaman dulu masyarakat banyak yang meme lihara “ma ingu” buaya kuning ini hingga sampai saat ini
apalagi di daerah Kalua.
Masyarakat daerah sanalah yang banyak dipercaya memelihara hewan ini. Karena mereka mayoritas hidup dan berdagang jadi saudagar melalui sungai-sungai di Kalimantan Selatan.
Buaya kuning ini bukan buaya yang bersifat boilogis, melainkaan buaya mistis/ supranatural dan gaib.
Buaya ini kasat mata namun terka dang menampakan diri. Diberi ma kan setahun sekali dan diadakan ritual oleh sang majikan.
___
Hanafialrayyan.blogspot.com
Oleh aminuddin
Makhluk Gaib dan Urang Banjar
MASYARAKAT Banjar adalah ma syarakat yang percaya dengan hal-hal yang gaib, karena di satu sisi Al-Quran sendiri telah mewajibkan kepada manusia agar beriman dengan yang bersifat gaib seperti jin, malaikat dan lain sebagainya.
Berawal dari kewajiban beriman dengan hal yang gaib, masyarakat Banjar percaya bahwa makhluk-makhluk gaib itu bisa juga dianggap sahabat atau bahkan mereka anggap sebagai anak.
Bahkan konon katanya, ada manusia yang kawin dengan jin. Bukankah ini sesuatu yang aneh, yang secara logika tidak mampu kita terima.
Maka itu, lagi dan lagi sebagai manusia yang beriman dengan Al-Quran, kita harus percaya dengan hal-hal seperti itu.
Kebudayaan Banjar pada umumnya kaya akan cerita tentang makhluk gaib. Cerita kuyang, buaya kuning dan banyak lagi.
Manusia apabila menjadi objek sahabat makhluk gaib maka dia akan merasakan keanehan yang luar biasa. Disatu sisi dia mungkin mendapatkan pertolongan dari makhluk gaib itu, namun di sisi lain dia akan melayani makhluk gaib itu yang secara logika tidak diterima oleh akal. Seperti memberi makanan kepada makhluk gaib itu.
Hubungan antara manusia dan makhluk gaib ini memang mengundang beribu pertanyaan. Dari manusia yang dulunya miskin, namun secara tiba-tiba dia menjadi kaya mendadak.
Proses perubahan sosial dari mis kin ke kaya ini tidak menutup ke mung kinan dia bersahabat dengan makhluk gaib, karena dia kaya tanpa ada bekerja sama sekali.
Contoh lain, orang yang kuat atau dalam bahasa Banjar disebut jagau, dia pasti bersahabat juga dengan jin, karena dia tahan ditimpas dan disodok.
Berangkat dari permasalahan di atas, maka kami dengan semangat akan memaparkan secara singkat tentang hubungan manusia dengan makhluk gaib dalam masyarakat Banjar, bagaimana makhluk gaib itu berinteraksi dengan manusia, serta apakah ada dampak negatif yang ditumbulkan akibat dari berkawan dengan makhluk gaib ini.
Secara umum pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab di makalah kami ini ..
- Pengertian Makhluk Gaib
Dalam bahasa Indonesia, kata gaib diartikan sebagai ‘sesuatu yang tersembunyi, tidak kelihatan, atau tidak diketahui sebab-sebabnya’.
Dalam kamus bahasa Arab, kata gaib adalah antonim dari kata syahadat. Kata syahadat dalam kamus al Munjid berarti ‘hadir atau kesaksian’, baik dengan mata kepala maupun dengan mata hati.
Dengan pengertian ini, maka segala sesuatu yang tidak hadir adalah gaib.
Demikian pula sesuatu yang tidak disaksikan adalah gaib, bahkan sesuatu yang tidak terjangkau oleh panca indra juga merupakan gaib, baik disebabkan oleh kurangnya kemampuan indra-indra tersebut maupun oleh sebab lainnya.
Banyak hal yang gaib bagi manu sia, serta beragam pula tingkat kegaibannya. Agama melalui wahyu ilahi mengungkap sekelumit yang gaib yang harus dipercaya itu, yang di dalamnya termasuk tentang kedudukan ‘jin’.
Kepercayaan terhadap makhluk gaib atau jin di Banjarmasin sudah ada sebelum Islam datang. Hal ini dapat dilihat pada upacara-upacara tradisional terhadap hal-hal tertentu.
Munculnya kepercayaan tentang makhluk gaib khususnya jin dengan mudah mendapat tempat, kemudian pandangan dan pengertian terhadap bangsa jin itu terdapat berbagai corak pemahaman sehingga muncul berbagai sebutan/nama seperti; tuyul, hantu, kuyang, hantu beranak, kuntilanak, dan sejumlah nama-nama lain sesuai kepercayaan masyarakat Banjar.
- Pandangan Islam
Dalam literatur Islam juga ditemukan bahwa kepercayaan masyarakat Banjar tentang makhluk yang bernama jin, dan mereka meyakini bahwa jin sebagai makhluk yang memiliki kekuatan tersembunyi.
Menurut kepercayaan masyarakat Banjar, jin adalah makhluk yang mampu mengakibatkan gangguan terhadap kehidupan manusia, di samping dapat juga memberi manfaat.
Kepercayaan tentang kemampuan jin membuat gangguan mengantarkan masyarakat itu menyembelih binatang sebagai sesaji kepada jin ketika mereka menghuni sebuah rumah baru, atau ketika masyarakat membangun jembatan baru, dan lain-lain sebagainya.
Allah SWT sudah menegaskan tentang kewajiban kita beriman dengan hal-hal yang gaib, seperti yang tertera dalam QS Al-Baqarah ayat 3.
“(Yaitu) mereka yang beriman kepa da yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepa da mereka."
Imam alAth-Thobari menjelaskan redaksi ayat tersebut dengan penjelasan bahwa sebagai seorang muslim kita wajib beriman dengan hal-hal yang gaib seperti surga, neraka, kehidupan sesudah mati dan hari kiamat.
Dan diakhir penjelasannya beliau menambahkan lagi bahwa kita harus mempercayai hal-hal yang gaib yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala.
Dalam Islam kedudukan jin sebagai makhluk sama dengan manusia, yaitu sebagai hamba yang mengabdikan dirinya hanya kepada Allah.
QS Adz-dzariyat 56 : "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia mela inkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
Dalam mengabdikan dirinya kepa da Allah, bangsa jin juga ada yang ingkar, ada juga yang taat patuh kepada perintah Allah sebagaima diungkapkan dalam Al-Quran surah al -Jin ayat 11:
"Dan sesungguhnya diantara kami ada jin-jin yang saleh dan diantara kami ada pula yang tidak. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda".
Dari segi kejadian jin berbeda dengan manusia. Jin diciptakan dari unsur api yang sangat panas.
QS Al-Hijr 27 : "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas."
Jin juga memiliki masyarakat sebagaimana masyarakat manusia.
Allah SWT berfirman:
"Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melin tasi) penjuru langit dan bumi, Maka lintasilah, kamu tidak dapat menem busnya kecuali dengan kekuatan." QS Rahman 33.
Kata ‘yama’syara’/jama’ah yang ditujukan kepada jin dan manusia menunjukkan bahwa antara masing-masing jenis terdapat ikatan yang menyatukan anggota-anggotanya.
Demikian juga dengan jenis kelamin, bahwa makhluk jin terdiri dari jenis laki-laki dan perempuan..
Dalam sebuah hadis dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW apabila masuk ke jamban/toilet membaca do’a yang artinya "Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari gangguan setan khubuts/laki-laki dan setan khubaits/perempuan."
Makhluk yang bernama jin itu juga mempunyai keturunan dan memi liki kelebihan bahwa mereka tidak bisa dilihat oleh manusia.
Di samping itu, jin memiliki kemam puan merubah dirinya dalam berbagai bentuk.
- Interaksi dengan Manusia
Dalam kepercayaan masyarakat orang Banjar, manusia ini adalah makhluk sosial, yang tidak akan mampu menjalankan kehidupan ini dengan sendiri. Perlu bantuan de ngan sesama manusia.
Selain memerlukan bantuan orang lain, masyarakat Banjar juga mempercayai bahwa makhluk gaib itu juga bisa melakukan interkasi dengan manusia, atau dengan kata lain mereka juga bersosialisasi dengan manusia.
Manusia dalam hidupnya selalu berusaha menyelamatkan diri atau membebaskan diri dari segala ancaman.
Untuk itulah manusia baik secara perorangan maupun secara berkelompok berusaha mencari perlindungan diri dengan cara melakukan hubungan dengan alam supranatural.
Beberapa sisi kehidupan manusia berada dalam posisi saling ketergantungan. Misalnya dalam masalah mata pencaharian, dan dalam menghadapi gejala alam serta kegiatan-kegiatan sosial budaya lainnya.
Oleh karena itu, sesuai dengan pe mahaman budaya masyarakat setempat diadakan suatu upacara yang berhubungan dengan peristiwa alam dan kepercayaan.
Dengan upacara alam itu diharapkan kehidupan sehari-sehari tidak terancam dan tidak saling bentrok. [
- Jenis-jenis Makhluk Gaib yang Dapat berhubungan dengan Manusia
Masyarakat Banjar mempunyai kepercayaan kepada makhluk gaib, diantara jenis-jenis majhluk gaib itu adalah kuyang-kuyang, hantu-hantu, ilmu kekebalan, roh-roh para pangeran, para dewa Batala kala atau sangkala, para leluhur mereka seperti Datu Taruna ( leluhur di desa Barikin), Datu Thabib ( leluhur di Amuntai), Datu Ujung dan makhluk lainnya.
Selain masyarakat Banjar juga mempercayai adanya makhluk gaib seperti makhluk jin, dan hantu-hantu, juga mempercayai adanya orang-orang gaib dari tokoh-tokoh terkemuka dari zaman dahulu yang berpindah tempat atau menjadi gaib seperti wali-wali, raja-raja Banjar, atau datu-datu yang kehadirannya dapat dirasakan melalui gangguan kepada manusia atau dengan jalan merasuki raga orang-orang tertentu.
Kesemua jenis makhluk gaib itu mampu berhubungan dengan manusia, baik itu menjadi teman biasa saja, atau bahkan menjadi pembantu/ sesuruhan kita seperti hantu penjaga rumah.
Namun seandainnya manusia bersahabat dengan makhluk gaib, kalau dihitung secara logika. Lebih banyak dampak negatif daripada dampak positifnya. Lebih-lebih lagi kalau jin nya itu adalah jin yang jahat.
- Nenek Moyang
Dalam masyarakat Banjar dikemu kakan bahwa di kalangan kerabat tertentu arwah nenek moyang, di antaranya yang dianggap masih hidup selaku orang gaib di dalam dunia lain, kadang-kadang seperti diwakili oleh sahabatnya, memperingatkan anak cucunya akan kewajiban kerabat melaksanakan adat bubuhan.
Peringatan demikian mungkin berupa teguran ringan saja, tetapi dapat juga terwujud dengan sakit yang ringan maupun berat.
Gejala sakit atau gejala yang tidak menyenangkan pertanda peringatan dari dunia gaib ini biasanya dikatakan dengan kepingitan.
Gejala kepingitan karena tuntutan melaksanakan adat turun temurun ini tampaknya diyakini sebagai spesifik, kadang-kadang seperti erat dikaitkan dengan adat yang dilalaikan (aruh tahun dan sejenisnya, upacara mengayun, adat ziarah, dan memakai pakaian atau perhiasan kuno, melanggar tabu bubuhan), setidaknya beberapa di antaranya.
Gejala yang ditimbulkan dari meninggalkan tradisi ini diyakini adalah sakitnya salah satu dari anggota keluarga yang tidak sembuh-sembuh atau selalu berulang, atau bahkan seperti gila.
Bayi atau anak, yang lalai diupacara ayunkan dengan betarbang konon akan sakit perut dan perutnya seperti berbingkai dan berbunyi berdengung bila dipukul, seperti halnya rebana.
Bayi di kalangan warga akar bergantung, yang terlambat dibawa ziarah ke kubur keramat kelampayan konon akan memperlihatkan gejara kepidaraan.
Berikut ini gejala tuntunan pemakai pakaian, sesuai dengan corak batiknya, dan perhiasan kuno.
Corak motif naga balimbur (berwujud gambar naga, sejenis ular dalam dongeng, sedang memainan kemalanya), gejala ketagihan adalah berwujud anak dalam kandungan menjadi hilang, sedang ular lidi (juga sejenis ular dalam dongeng), gejala ketagihannya adalah sakit-sakit pada tulang dan persendian.
Corak motif tarati dalam taman (artinya:teratai dalam taman) gejala ketagihan berwujud perut bengkak, bintang berhambur (artinya; bintang bertaburan) gejala ketagihannya ialah berupa sakit kepala sebelah atau koreng yang tidak sembuh-sembuh.
Gejala memerlukan samban atau kawari (keduanya sejenis perhiasaan yang dikalungkan dileher) ialah si anak sering kencing (pengamihan), dan ketagihan terhadap picis wujudnya ialah si anak mengeluarkan ludah terus-menerus (baliuran).
Gejala peringatan atas dilanggarnya tabu bubuhan (dilapangan antara lain tabu memakai pakaian berwarna dan tabu menggunakan kayu tertentu sebagai kayu bakar) tidak diterangka, selain dikatakan sebagai dipingit.
Tokoh-tokoh tertentu di Dalam Pagar dan Anduhum dapat menghubungkan berbagai gejala penyakit tertentu dengan corak motif batik tertentu (untuk selendang, sarung ikat kepala, baju, celana, ayunan) atau jenis perhiasan (khususnya untuk bayidan anak-anak) tertentu.
- Orang Gaib
Berbagai tokoh dalam sejarah raja-raja Banjar pada zaman hindu dikatakan tidak mati, melainkan wafat, atau seperti ungkapan dalam hikayat ”kembali pada asalku” atau “gaib”. Dan mereka ini konon hidup di alam gaib sampai sekarang.
Keraton tokoh-tokoh gaib asal raja-raja ini konon berada di puncak gunung tertentu, antara lain gunung candil, gunung pamaton , dan gunung batu gambar, tetapi juga terdapat muara cerucuk.
Daerah rawa-rawa dan tempat-tempat tertentu lainnya, termasuk yang terletak di sekitar perkampungan penduduk, kadang-kadang juga diyakini sebagai wilayah perkampungan orang gaib, hal ini mungkin karena adanya anggapan roh-roh dari orang-orang yang sewaktu hidupnya tinggal dalam suatu daerah tertentu masih berkeliaran di sekitar tempat tinggalnya, dan setelah berlalunya waktu berkembang menjadi kepercayaan tentang perkampungan orang gaib di tempat-tempat tersebut.
Khusus bagi orang yang meninggal secara tidak wajar seperti terbunuh, kecelakaan, mati lamas. Diyakini mereka menempati daerah-daerah tempat kejadian perkara tersebut.
Demikianlah daerah rawa-rawa dan tanah persawahan di sekitar dalam paga sampai jauh ke hilir sungai Martapura konon tempat pemukiman orang gaib, yang berasal dari biaju (Dayak Ngaju).
Selain itu, di sekitar perkampungan penduduk juga ditemukan daerah atau tempat-tempat yang dianggap penduduk sebagai tempat pemuki man orang gaib.
Tempat tersebut di sekitar dalam pagar ialah sebuah pematang di tengah-tengah wilayah persawahan di sebelah timur laut kemasan, di dekat sebuah sungai yang melebar (dinamakan penduduk danau panjang).
Konon didaearah tersebut sering terdengar suara musik wayang, pertanda di tempat dunia gaib itu sedang ada keramaian.
Pohon kariwaya, sejenis pohon beringin diyakini masyarakat Banjar dengan gedung megah orang-orang gaib itu.
Roh-roh gaib ini dianggap mempunyai kekuatan tersendiri di dalam kehidupannya. Mereka ada yang jahat dan ada pula yang baik.
Roh jahat biasa mengganggu ketenteraman masyarakat, terutama masyarakat yang berlaku ceroboh terhadap alam lingkungan yang dihuni oleh orang gaib tersebut.
Gangguan itu dapat dirasakan ketika salah seorang warga kerasukan dan mengeluarkan kata-kata yang diyakini dari makhluk halus atau roh nenek moyang.
Atau apabila ada dalam masyarakat yang sakit payah dan di luar kebiasaan pengetahuan mereka, maka sakit yang demikian dianggap sebagai penyakit yang berasal dari roh-roh yang jahat.
Berbagai istilah untuk menyebutkan ganguan orang gaib terhadap manusia ialah kepuhunan, keteguran, dan kepingitan.
Erat berkaitan dengan ini ialah istilah kesurupan dan kesarungan.
Dalam pengertian sehari-hari, kapuhunan berarti kena bahaya, hal ini khususnya dikatakan terjadi pada seorang yang bepergian ( keluar rumah, ke sawah, ke hutan dsb) pada saat makanan dan penganan sudah atau sedang di siapkan yang sudah diketahuinya karena mencium baunya, melihat orang mempersiapkan dan sebagainya sebelum mencicipi sebelum beangkat.
Hal ini juga yang menyebabkan adanya keharusan memberi te tangga pangan, masakan atau buah-buahan yang tidak biasa yang terahir mungkin dari hasil panen atau dibeli tetapi dalam beberapa contoh kasus kepuhunan yang dilaporkan tampak adanya keku rang waspadaan di pihak si sakit, sehingga secara tidak sengaja ko non menyebabkan makhluk-makh luk halus tertentu merasa tergang gu dan menyebabkan orang gaib itu melakukan suatu tindakan yang membahayakan si sakit.
Dan mungkin salah satu hal yang menyebabkan berkurangnya kewaspadaan itu ialah karena terganggu oleh kenangan akan makanan yang tidak sempat di cicipinya.
Contoh-contoh bahaya yang mungkin menimpa itu ialah seperti seorang tukang yang terpeleset ketika memasang atap (istrinya sedang memasak ketika ia pergi), seorang nelayan terjatuh dari perahunya, karena ia tidak singgak ketika di ajak ikut menikmati makanan tertentu karena tergesa-gesa, seorang warga tertimpa pokok inau yang rebah secara tidak disangka-sangka, dan seorang warga sakit seperti hilang akal tatkala kembali dari mengerjakan sawahnya.
Kateguran secara harpiah berarti tertegur atau ditegur (oleh makhluk halus ), (dari kata tagur atau tegur).
Gejala yang khas konon biasanya ialah berbicara yang tidak karuan sekembalinya dari tempat yang angker di samping gejala lain yang mirip kapidaraan atau kapuhunan.
Kataguran yang serius ialah gejala kesurupan, dan si sakit biasanya dikatakan sebagai dipingit oleh makhluk halus.
- Akrab dengan Manusia
Orang Banjar percaya bahwa kuburan Syekh Arsyad, dan demikian pula para ulama keturunanya, selalu dijaga kesucianya oleh orang muwakkal atau yang disebut Datu Baduk.
Kebanyakan orang percaya bahwa Datu Baduk adalah berasal dari jin, yang mengabdi kepada syekh selaku budaknya, atau sahabatnya.
Tidak dijelaskan apa tugasnya ketika syekh masih hidup.
Bahwa muwakkal adalah berasal dari malaikat pemelihara Al- Quran yang dijadikan manusia sbagai sahabat.
Selain Syeh Arsyad, tokoh lain yang memiliki muwakkal semasa hidupnya adalah Syeh Abdul Hamid yang konon kuburannya di Abulung, hidup semasa dengan Syeh Arsyad, Sultan Adam, dan juga Tuan Guru Zainal Ilmi, yang terahir ini ialah seorang ulama terkemuka di Dalam Pagar.
Dan berbagai ulama-ulama terkemuka di Martapura di desas-desuskan memiliki muwakkal pula. Ulama-ulama ini antara lain melakukan peraktek perdukunan seperti meramal , mengobati dengan air, mengembalikan barang yang hilang secara magis, dan memandikan gadis yang terlambat bersuami, dan justru lebih populer dalam praktek ini daripada ulama.
Para muwakkal konon menjaga kesucian makam almarhum sahabatnya dari perbuatan-perbuatan tidak senonoh oleh para peziarah, sampai sekarang ini tabu memotret dengan lampu kilat di kuburan-kuburan keramat, dengan kemungkinan konon mendapat gangguan dari para muwakkal yang marah bila dilangar.
Gangguan itu mungkin hanya sekedar menjewer atau memukul yang tidak jelas siapa pelakunya.
Muwakkal nenek moyang konon dapat memingit salah satu anggota dari keturunan tuanya, jika keluarganya itu lalai makakukan kawajibab-kewajiban kerabatnya yang telah turun-temurun.
Jadi dalam hal ini muwakkal mewakili nenek moyang memperingatkan akan kewajiban kewajiban adat tertentu.
Sahabat tersebut konon mamingit keturunan tuanya karena menuntut agar diberikan makanan seperti yang dahulu pernah diberikan oleh moyang kerabat itu.
- Makhluk Halus Lainnya
Makhluk halus yang konon menampakkan diri pada manusia secara umumnya biasanya dinamakan hantu.
Dengan demikian kadang-kadang istilah ini dinamakan juga orang gaib, seperti dalam ungkapan “disembunyikan hantu” yang hampir berarti selalu diculik orang gaib.
Orang-orang memang takut pada hantu yang berasal dari arwah manusia yang telah melakukan kesalahan, tetapi tak seorangpun yang dapat menceritakan jenis gangguannya mengapa harus ditakuti.
Orang-orang tertentu konon setelah matinya menjadi hantu karena keti ka hidupnya ia mengkaji ilmu, seperti ilmu kaya, ilmu kebal, atau perkasa dan lainnya.
Di dalam masyarakat berkembang anggapan bahwa yang menjadi hantu ialah orang-orang yang ma tinya jika orang minum minyak sakti, agar menjadi kaya, kebal atau perkasa, dan luka separah apapun dapat sembuh dengan cepat.
Wanita kuyang, karena konon meminum minyak kuyang, akan menjadi kuyang pada waktu malam, ditakuti akan menghisap habis darah wanita yang baru melahirkan atau bayinya.
Hantu beranak adalah jenis hantu , yang mungkin memang hantu sejak semula juga di takutkan akan mengganggu wanita hamil dan bayinya, seperti halnya kuyang
Kuyang adalah manusia hantu yang suka mengisap darah bekas seo rang ibu melahirkan atau pula da rah bayi yang baru dilahirkannya.
Kuyang biasanya terbang dengan kepala dan isi perutnya pada ma lam hari untuk mencari mangsanya dan untuk mengelabui mangsanya, sewaktu-waktu ia bisa berubah menjadi seekor burung malam atau kucing. Kuyang juga memiliki dua gigi taring di kiri dan kanan mulutnya.
Kuyang adalah hantu perempuan yang pada dasarnya adalah manusia biasa, akan tetapi karena sebab atau ilmu tertentu ia kemudian berubah wujud menjadi hantu dan pada waktu-waktu tertentu terbang untuk mencari makan, yakni darah atau orok (bayi) yang baru dilahirkan.
Orang Banjar percaya (sebagaimana juga orang Thailand dan Sumatera), bahwa dengan minyak tertentu ―biasa disebut dengan istilah minyak kuyang― yang digosokkan pada bagian sekeliling leher, seorang perempuan bisa berubah menjadi kuyang.
Konon tujuannya menjadi kuyang adalah untuk awet muda dan keabadian hidup (panjang umur), karena meminum darah segar bayi.
Kuyang berbeda dengan makhluk sejenis, vampir (China) atau drakula (Barat) misalnya, yang juga mengisap darah manusia umumnya.
Sebab, kuyang adalah seorang perempuan dan hanya mengisap darah bekas perempuan yang baru melahirkan atau darah bayi yang ada dalam kandungan (sehingga seperti keguguran) atau yang baru dilahirkan.
Dan, untuk menandai mangsanya, kuyang biasanya mendatangi seorang perempuan yang sedang hamil besar dan mengusap perutnya.
Sedangkan vampir dan drakula bisa laki-laki atau perempuan dan berasal dari manusia yang sudah mati, namun karena sebab tertentu mereka hidup atau dihidupkan kembali, sehingga untuk menopang kembalinya kehidupan tersebut, mereka harus makan atau meminum darah.
Adapun kuyang berasal dari manusia hidup yang kemudian berubah menjadi makhluk penghisap darah.
Orang Banjar sendiri mencirikan kuyang sebagai seorang perempuan berambut panjang yang jika berjalan siang hari selalu menutupi bekas guratan di lehernya atau menutupi bagian kepalanya dengan kain, supaya tidak kepanasan terkena sengatan matahari.
Orang Banjar meyakini bahwa kuyang adalah makhluk jadian yang takut dengan bawang merah, terlebih-lebih dengan bawang merah tunggal. Sedangkan vampir atau drakula takut dengan bawang putih.
Kuyang takut dengan cermin, sisir, pisau, rumput jariangau, dan Yaasin.
Itulah sebabnya, menjadi tradisi dalam masyarakat Banjar untuk meletakkan benda-benda tersebut di dekat seorang perempuan yang baru melahirkan dan atau bayi yang baru dilahirkannya, agar terhindar dari gangguan kuyang.
Bahkan, ketika bayi yang mereka lahirkan tersebut memasuki masa diayun atau dipukung, biasanya ditali ayunan juga diikatkan Yaasin.
Boleh jadi pula, tali ijuk ―pada waktu dulu, tali ijuk umum digunakan oleh orang Banjar sebagai tali ayunan―yang dipakai sebagai tali ayunan, kain kuning, atau pun bayi yang dipukung (dibedong, sehingga menutup bagian leher dan hanya kelihatan bagian wajah-kepala) dimaksudkan untuk mencegah dan menghindari gangguan kuyang atau makhluk-makhluk halus.
Konon kuyang dan makhluk-makhluk halus pengganggu juga takut dengan tali ijuk. Karenanya, tali ijuk terkadang juga dijadikan sebagai dinding atau penghalat rumah, yakni dengan mengikatkan tali ijuk di atas flapon.
Tambun dikenal masyarakt adalah mahluk yang ada di dalam air yang sering menyebabkan orang mati tenggelam di air.
Sebagian masyarakt menyebutnya hantu tambun. Tak bisa dipastikan makhluk ini apakah binatang air asli atau mahkluk suprantural.
Hantu marabiaban mahluk supranatural yang satu ini memang sangat terkenal di kalimantan.
Mahkluk ini digambarkan besar seperti raksasa, dan mempunyai bulu lebat. Mahkluk ini dikatakan ada di belantara hutan-hutan Kalimantan dan juga mampu menjelma menjadi manusia yang mencapai tingkat tinggi ilmu kesaktian hantu marabiaban ini.
Bahkan hingga saat ini masyarakat Kalimantan ada yang memakai bu lu makhluk ini untuk ilmu kekeba lan, dan orang yang memakainya apabila marah akan mengeluarkan taring di giginya.
Buaya Kuning dalam tradisi masyarakat Banjar adalah makhluk yang di anggap sakral dan makhluk keramat bahkan pada zaman dulu masyarakat banyak yang meme lihara “ma ingu” buaya kuning ini hingga sampai saat ini
apalagi di daerah Kalua.
Masyarakat daerah sanalah yang banyak dipercaya memelihara hewan ini. Karena mereka mayoritas hidup dan berdagang jadi saudagar melalui sungai-sungai di Kalimantan Selatan.
Buaya kuning ini bukan buaya yang bersifat boilogis, melainkaan buaya mistis/ supranatural dan gaib.
Buaya ini kasat mata namun terka dang menampakan diri. Diberi ma kan setahun sekali dan diadakan ritual oleh sang majikan.
___
Hanafialrayyan.blogspot.com
Kisah di Balik Berita (38)
Kisah di Balik Berita (38)
Oleh aminuddin
Melacak Riwu Ga, Pembawa Terompet Proklamasi
TEROMPET Proklamasi, itulah gelar yang diberikan kepada Riwu Ga, pe muda asal NTT yang dengan berani dan nekad mengabari berita kemer dekaan pada masyarakat Kota Jakarta.
Belum banyak radio dan tak ada siaran langsung, sehingga praktis rakyat biasa mendengar berita kemerdekaan dari mulut Riwu Ga.
Usai mengucapkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Bung Karno menggamit Riwu Ga, pembantu setianya.
Bawa bendera, keliling Jakarta dengan Jeep terbuka. Sebarkan pada rakyat Jakarta, kita sudah merdeka. Jeep dikemudikan Sarwoko.
“Saya melambai-lambaikan bendera sepanjang jalan. Kami berhenti di tempat-tempat ramai. Rakyat berjubel melihat kami, tentu mereka bertanya ada apa,” tutur Peter A Rihi, sejarahwan juga wartawan senior sesuai hasil wawancaranya dengan Riwu Ga kepada wartawan, Rabu (16/8/2017).
Saat itu memang tegang ..
Laksamana Maeda memberikan ke
sempatan untuk Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan.
Tapi Jenderal Yamamoto yang memimpin militer Jepang di Indonesia tidak mengizinkan.
“Beberapa kali Riwu Ga dicegat pasukan Jepang, tetapi dia sudah nekad. Ini perintah dari Bung Karno. Perhatian, perhatian, “Bangsa Indonesia sudah merdeka. Hari ini."
Semula mereka diam, seakan me nanti apa yang akan saya katakan lagi. Kita sudah merdeka saudara-saudara. Merdeka, Merdeka,” sam bil mengepalkan tangan saya ke atas.
Ucapan itu langsung mendapat sambutan : Merdeka, Merdeka,” cerita Riwu Ga kepada Peter.
Riwu sendiri mengatakan tidak tahu mengapa Bung Karno meme rintahkan dia, bukan para pemuda atau prajurit PETA yang berseragam.
Rupanya Bung Karno ingin memberi arti bagi sahabatnya yang buta hu ruf itu yang telah setia menemani nya dalam berbagai derita selama perjuangan.
“Bung Karno tidak pernah menjelaskan, dan Riwu Ga pun tidak pernah bertanya,” kata Peter.
Lama Riwu Ga menutup diri ...
Jejaknya pun sukar dilacak. Dari Flores, Riwu saya mencari sampai ke pulau Sabu.
Ternyata Dia menyendiri di ladang jagungnya di tengah hutan ge wang, jauh di daratan pulau Timor.
Setelah bersusah payah ditemukan dia pun semula tidak mau bicara, ka rena dia tidak ingin melanggar janjinya pada Bung Karno dan pada dirinya sendiri untuk tidak mengum bar peranannya selama mengikuti Bung Karno di pembuangan Ende sampai ke Bengkulu, dan berakhir pada detik proklamasi di Jl.Pegangsaan.
Walau namanya disebut-sebut da lam buku Ibu Inggit Garnasih dan Cindy Adams, namun ssosok ini hi lang bagai di telan bumi.
Banyak yang menyangka Riwu Ga telah tiada ...
“Sebagai wartawan saya tak putus asa melakukan investigasi dari pu lau ke pulau, karena hanya dia yang paling dekat dengan Bung Karno selama masa perjuangan sampai proklamasi,” imbuh Peter.
Akhirnya, pada bulan Agustus 1991 lewat pendekatan tradisional, de ngan membawa sirih pinang dan mengucapkan permintaan dalam bahasa Sabu yang halus dan sak ral, bahwa dalam kepercayaan adat, orang tua berkewajiban mengisah kan pengalamannya pada para ke turunannya.
Itulah peran sejarah yang dituturkan dari generasi ke generasi ...
Ia memang menyimpan banyak kenangan selama 14 tahun mengi kuti Bung Karno. Itulah sebabnya Bung Karno meminta penulis biog rafinya, Cindy Adams untuk melaku kan konfirmasi semua data dan in formasi pada Riwu Ga.
Tidak ada orang lain yang lebih dekat dengan Bung Karno pada masa- masa yang berat seperti itu, kecuali Inggit Garnasih dan Riwu Ga.
Setelah itu ia membisu pulang kampung halaman dan tidak pernah menceritakan pengalaman nya kepada siapapun, juga pada istri dan anak-anaknya, para te tangga, apalagi pemerintah daerah.
Satu-satunya upacara 17 Agustus yang pernah diikutinya adalah saat Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, lalu ia disuruh oleh Bung Karno berkeliling Jakarta menyebarkan berita kemerdekaan pada warga jelata Jakarta.
Setelah itu ia tidak pernah diunda ng hadir dalam upacara HUT Prok lamasi, karena dia hanya orang kecil yang tak dikenal.
Riwu Ga meninggal pada usia 78 tahun, tepat pada saat upacara penurunan bendera merah putih, senja hari 17 Agustus 1996, atau tepat 51 tahun ketika ia berkeliling kota Jakarta menyebarkan berita kemerdekaan.
Ia lahir di Desa Depe, dekat Kota Seba di Pulau Sabu NTT yang ter letak di batas Samudera Hindia.
Adalah Chritofel Kana, dosen Uni versitas Nusa Cendana yang mem bantu melacak jejak Riwu Ga dan Yusak Riwu Rohi, kini Direktur Hari an Timor Express yang berjasa da lam melakukan pendekatan tra disional agar Riwu Ga mau mem buka suara.
“Banyak yang kemudian mengutip ucapan-ucapan Riwu Ga, tanpa menyebut sumber, padahal usai proklamasi hanya wartawati Ame rika Serikat Cindy Adams dan saya yang pernah mewawancarai Riwu Ga, yang semasa mengikuti Bung Karno menjalankan berbagai tugas, sebagai pelayan dan juga penga wal. Tentu lebih berat mengawal seseorang yang kemudian menjadi proklamator dan presiden dari pada mengawal seorang yang telah men jadi presiden sesudah itu,” papar Peter. (Amar Ola Keda)
___
Balinese network.com
Oleh aminuddin
Melacak Riwu Ga, Pembawa Terompet Proklamasi
TEROMPET Proklamasi, itulah gelar yang diberikan kepada Riwu Ga, pe muda asal NTT yang dengan berani dan nekad mengabari berita kemer dekaan pada masyarakat Kota Jakarta.
Belum banyak radio dan tak ada siaran langsung, sehingga praktis rakyat biasa mendengar berita kemerdekaan dari mulut Riwu Ga.
Usai mengucapkan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Bung Karno menggamit Riwu Ga, pembantu setianya.
Bawa bendera, keliling Jakarta dengan Jeep terbuka. Sebarkan pada rakyat Jakarta, kita sudah merdeka. Jeep dikemudikan Sarwoko.
“Saya melambai-lambaikan bendera sepanjang jalan. Kami berhenti di tempat-tempat ramai. Rakyat berjubel melihat kami, tentu mereka bertanya ada apa,” tutur Peter A Rihi, sejarahwan juga wartawan senior sesuai hasil wawancaranya dengan Riwu Ga kepada wartawan, Rabu (16/8/2017).
Saat itu memang tegang ..
Laksamana Maeda memberikan ke
sempatan untuk Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan.
Tapi Jenderal Yamamoto yang memimpin militer Jepang di Indonesia tidak mengizinkan.
“Beberapa kali Riwu Ga dicegat pasukan Jepang, tetapi dia sudah nekad. Ini perintah dari Bung Karno. Perhatian, perhatian, “Bangsa Indonesia sudah merdeka. Hari ini."
Semula mereka diam, seakan me nanti apa yang akan saya katakan lagi. Kita sudah merdeka saudara-saudara. Merdeka, Merdeka,” sam bil mengepalkan tangan saya ke atas.
Ucapan itu langsung mendapat sambutan : Merdeka, Merdeka,” cerita Riwu Ga kepada Peter.
Riwu sendiri mengatakan tidak tahu mengapa Bung Karno meme rintahkan dia, bukan para pemuda atau prajurit PETA yang berseragam.
Rupanya Bung Karno ingin memberi arti bagi sahabatnya yang buta hu ruf itu yang telah setia menemani nya dalam berbagai derita selama perjuangan.
“Bung Karno tidak pernah menjelaskan, dan Riwu Ga pun tidak pernah bertanya,” kata Peter.
Lama Riwu Ga menutup diri ...
Jejaknya pun sukar dilacak. Dari Flores, Riwu saya mencari sampai ke pulau Sabu.
Ternyata Dia menyendiri di ladang jagungnya di tengah hutan ge wang, jauh di daratan pulau Timor.
Setelah bersusah payah ditemukan dia pun semula tidak mau bicara, ka rena dia tidak ingin melanggar janjinya pada Bung Karno dan pada dirinya sendiri untuk tidak mengum bar peranannya selama mengikuti Bung Karno di pembuangan Ende sampai ke Bengkulu, dan berakhir pada detik proklamasi di Jl.Pegangsaan.
Walau namanya disebut-sebut da lam buku Ibu Inggit Garnasih dan Cindy Adams, namun ssosok ini hi lang bagai di telan bumi.
Banyak yang menyangka Riwu Ga telah tiada ...
“Sebagai wartawan saya tak putus asa melakukan investigasi dari pu lau ke pulau, karena hanya dia yang paling dekat dengan Bung Karno selama masa perjuangan sampai proklamasi,” imbuh Peter.
Akhirnya, pada bulan Agustus 1991 lewat pendekatan tradisional, de ngan membawa sirih pinang dan mengucapkan permintaan dalam bahasa Sabu yang halus dan sak ral, bahwa dalam kepercayaan adat, orang tua berkewajiban mengisah kan pengalamannya pada para ke turunannya.
Itulah peran sejarah yang dituturkan dari generasi ke generasi ...
Ia memang menyimpan banyak kenangan selama 14 tahun mengi kuti Bung Karno. Itulah sebabnya Bung Karno meminta penulis biog rafinya, Cindy Adams untuk melaku kan konfirmasi semua data dan in formasi pada Riwu Ga.
Tidak ada orang lain yang lebih dekat dengan Bung Karno pada masa- masa yang berat seperti itu, kecuali Inggit Garnasih dan Riwu Ga.
Setelah itu ia membisu pulang kampung halaman dan tidak pernah menceritakan pengalaman nya kepada siapapun, juga pada istri dan anak-anaknya, para te tangga, apalagi pemerintah daerah.
Satu-satunya upacara 17 Agustus yang pernah diikutinya adalah saat Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, lalu ia disuruh oleh Bung Karno berkeliling Jakarta menyebarkan berita kemerdekaan pada warga jelata Jakarta.
Setelah itu ia tidak pernah diunda ng hadir dalam upacara HUT Prok lamasi, karena dia hanya orang kecil yang tak dikenal.
Riwu Ga meninggal pada usia 78 tahun, tepat pada saat upacara penurunan bendera merah putih, senja hari 17 Agustus 1996, atau tepat 51 tahun ketika ia berkeliling kota Jakarta menyebarkan berita kemerdekaan.
Ia lahir di Desa Depe, dekat Kota Seba di Pulau Sabu NTT yang ter letak di batas Samudera Hindia.
Adalah Chritofel Kana, dosen Uni versitas Nusa Cendana yang mem bantu melacak jejak Riwu Ga dan Yusak Riwu Rohi, kini Direktur Hari an Timor Express yang berjasa da lam melakukan pendekatan tra disional agar Riwu Ga mau mem buka suara.
“Banyak yang kemudian mengutip ucapan-ucapan Riwu Ga, tanpa menyebut sumber, padahal usai proklamasi hanya wartawati Ame rika Serikat Cindy Adams dan saya yang pernah mewawancarai Riwu Ga, yang semasa mengikuti Bung Karno menjalankan berbagai tugas, sebagai pelayan dan juga penga wal. Tentu lebih berat mengawal seseorang yang kemudian menjadi proklamator dan presiden dari pada mengawal seorang yang telah men jadi presiden sesudah itu,” papar Peter. (Amar Ola Keda)
___
Balinese network.com
Kisah di Balik Berita (37)
Kisah di Balik Berita (37)
Oleh aminuddin
Mereka yang Berjasa ...
NAMA mereka tidak setenar Soekar no-Hatta yang membacakan teks proklamasi. Namun jasa mereka yang menyebarkan berita prokla masi kemerdekaan Republik Indo nesia sesungguhnya sangat besar.
Tanpa mereka, proklamasi hanya akan diketahui oleh segelintir orang di Jakarta.
Soekarno-Hatta membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56 Jakarta. Setelah itu para pemuda berusaha menyebarkan berita itu ke seluruh pelosok tanah air.
Jenderal Yamamoto, pemimpin tentara Jepang di Indonesia, memerintahkan berita tentang proklamasi tidak disebarluaskan.
Kantor Berita Domei dan Harian Asia Raya dilarang memuat berita proklamasi.
Tapi hal ini tidak dituruti para pemuda. Seorang pemuda bernama Syahruddin yang bekerja sebagai wartawan Kantor Berita Domei, menyerahkan teks proklamasi untuk disiarkan stasiun Radio Domei.
Waidan Palenewan yang menjadi kepala bagian radio memerintahkan seorang Markonis bernama F Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi tiga kali.
Baru dua kali F Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil marah-ma rah, sebab mengetahui berita prokla masi telah tersiar ke luar melalui udara.
Tapi mereka nekat terus menyiar kan berita proklamasi. Akibat jasa mereka, berita ini bisa diteruskan hingga ke luar negeri.
Wartawati SK Trimurti
menjelaskan pada tanggal 18 Agustus 1945, sebuah kantor berita Amerika di San Fransisco telah memberitakan kemerdekaan sebuah negara baru di Asia Tenggara bernama Indonesia.
Jepang kemudian menyegel kantor berita tersebut tanggal 20 Agustus 2010. Tapi para pemuda tak kehilangan akal.
Seorang pembaca berita stasiun radio Domei bernama Jusuf Ronodiputro membuat pemancar baru di markas aktivis Menteng 31.
Jusuf dibantu para teknisi radio Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar.
Perjuangan juga dilakukan para pemuda lewat surat kabar, poster dan pamflet.
BM Diah, Sayuti Melik, dan Suma nang berjuang lewat berita di surat kabar.
Sementara rekan-rekan mereka menempelkan poster di mana-mana. Mulai dari gedung, rumah penduduk hingga kereta api.
Mereka juga mencoreti kereta api dengan tulisan-tulisan yang meng gambarkan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, para anggota PPKI yang berasal dari daerah ikut menyebarkan berita ini di daerah masing-masing.
Mereka adalah Teuku Mohammad Hassan dari Aceh, Sam Ratulangi dari Sulawesi, Ktut Pudja dari Sun da Kecil (Bali) dan AA Hamidan dari Kalimantan.
Tanpa jasa dan perjuangan gigih mereka, tak akan banyak orang tahu Indonesia telah merdeka.
_____
Merdeka.com
Oleh aminuddin
Mereka yang Berjasa ...
NAMA mereka tidak setenar Soekar no-Hatta yang membacakan teks proklamasi. Namun jasa mereka yang menyebarkan berita prokla masi kemerdekaan Republik Indo nesia sesungguhnya sangat besar.
Tanpa mereka, proklamasi hanya akan diketahui oleh segelintir orang di Jakarta.
Soekarno-Hatta membacakan teks proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur nomor 56 Jakarta. Setelah itu para pemuda berusaha menyebarkan berita itu ke seluruh pelosok tanah air.
Jenderal Yamamoto, pemimpin tentara Jepang di Indonesia, memerintahkan berita tentang proklamasi tidak disebarluaskan.
Kantor Berita Domei dan Harian Asia Raya dilarang memuat berita proklamasi.
Tapi hal ini tidak dituruti para pemuda. Seorang pemuda bernama Syahruddin yang bekerja sebagai wartawan Kantor Berita Domei, menyerahkan teks proklamasi untuk disiarkan stasiun Radio Domei.
Waidan Palenewan yang menjadi kepala bagian radio memerintahkan seorang Markonis bernama F Wuz untuk menyiarkan berita proklamasi tiga kali.
Baru dua kali F Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil marah-ma rah, sebab mengetahui berita prokla masi telah tersiar ke luar melalui udara.
Tapi mereka nekat terus menyiar kan berita proklamasi. Akibat jasa mereka, berita ini bisa diteruskan hingga ke luar negeri.
Wartawati SK Trimurti
menjelaskan pada tanggal 18 Agustus 1945, sebuah kantor berita Amerika di San Fransisco telah memberitakan kemerdekaan sebuah negara baru di Asia Tenggara bernama Indonesia.
Jepang kemudian menyegel kantor berita tersebut tanggal 20 Agustus 2010. Tapi para pemuda tak kehilangan akal.
Seorang pembaca berita stasiun radio Domei bernama Jusuf Ronodiputro membuat pemancar baru di markas aktivis Menteng 31.
Jusuf dibantu para teknisi radio Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar.
Perjuangan juga dilakukan para pemuda lewat surat kabar, poster dan pamflet.
BM Diah, Sayuti Melik, dan Suma nang berjuang lewat berita di surat kabar.
Sementara rekan-rekan mereka menempelkan poster di mana-mana. Mulai dari gedung, rumah penduduk hingga kereta api.
Mereka juga mencoreti kereta api dengan tulisan-tulisan yang meng gambarkan kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, para anggota PPKI yang berasal dari daerah ikut menyebarkan berita ini di daerah masing-masing.
Mereka adalah Teuku Mohammad Hassan dari Aceh, Sam Ratulangi dari Sulawesi, Ktut Pudja dari Sun da Kecil (Bali) dan AA Hamidan dari Kalimantan.
Tanpa jasa dan perjuangan gigih mereka, tak akan banyak orang tahu Indonesia telah merdeka.
_____
Merdeka.com
Kisah di Balik Berita (36)
Kisah di Balik Berita (36)
Oleh aminuddin
Tentang Wartawan Profesional
TERDAPAT pertanyaan mengenai definisi wartawan profesional. Se perti apa wartawan profesional? Lalu apa syaratnya? Tulisan ini akan membahas hal seputar itu.
- Pekerjaan dan Profesi
Profesi adalah pekerjaan. Namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Tukang sapu adalah pekerjaan, tapi bukan profesi. Penjahit adalah pekerjaan, tapi juga bukan profesi.
Berbeda dengan desainer yang merupakan suatu pekerjaan yang bisa dijadikan profesi, walaupun pekerjaannya berkaitan erat dengan jahit menjahit seperti penjahit.
Lalu apa yang membedakan profesi dengan pekerjaan? Apakah wartawan merupakan profesi?
Sebelum menjawab kedua pertanya an itu, kita harus mengetahui me ngenai profesi itu sendiri.
Berdasarkan penelusuran saya di dunia maya, saya menemukan definisi mengenai profesi pada situs Wikipedia yang pada situs itu tertulis bahwa profesi pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.
Indikator suatu pekerjaan yang dapat disebut profesi adalah terdapat asosiasi profesi, kode etik, proses sertifikasi, dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Namun, karena situs tersebut terkenal dengan karakternya yang dapat disunting oleh siapa saja, saya berusaha mencari referensi yang lain.
Karakter situs Wikipedia yang dapat disunting oleh siapa saja membuat Wikipedia tidak dapat dijadikan sebagai sumber yang valid.
Hal itu saya pelajari ketika saya mengikuti mata kuliah Eksplorasi Sumber Informasi.
Berlanjutlah penelusuran saya di dunia maya hingga saya menemukan pernyataan lain tentang profesi pada sebuah blog yang beralamat di http://romeltea.wordpress.com/2007/10/02/kode-etik-jurnalistik-etika-profesional-wartawan/.
Pada blog itu dinyatakan bahwa sebuah pekerjaan dapat dikatakan sebagai profesi jika memiliki empat hal, yaitu :
1. Harus terdapat kebebasan dalam pekerjaan tersebut;
2. Harus ada panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu;
3. Harus ada keahlian (expertise);
4. Harus ada tanggung jawab yang terikat pada kode etik pekerjaan. (Assegaf,1987).
Hal ini dikemukakan oleh Dr. Lakshamana Rao, seorang sarjana India yang Asep Syamsul M. Romli (penulis blog) kutip dari Assegaf.
Secara garis besar terdapat kesamaan antara definisi yang berasal dari Wikipedia dan blog di atas, bahwa untuk dapat dikategorikan sebagai profesi, maka suatu pekerjaan harus memiliki asosiasi profesi dan kode etik.
Pertanyaan pertama yang diajukan pada alinea awal sudah terjawab. Untuk pertanyaan kedua, sudah dapat dijawab dan dipastikan bahwa wartawan merupakan suatu profesi dengan terdapatnya asosiasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan masih banyak asosiasi wartawan lainnya yang semakin banyak bermunculan setelah jatuh Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.
Juga dengan terdapatnya kode etik wartawan ...
- Profesi (Wartawan) Muncul di Era Kemenangan Kaum Liberal
Mengenai sedikit sejarah munculnya wartawan, Denis McQuail menuliskan dalam bukunya yang bertajuk “Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar” Edisi Kedua.
Dalam buku yang sudah dialihbahasakan dari karya aslinya dalam Bahasa Inggris pada 1987 ini, McQuail membahas sedikit mengenai kemenangan liberalisme dan akhir sensor langsung atau beban fiskal, lahirnya kelas sosial kapitalis yang secara relatif bersikap progresif dan beberapa profesi lainnya, sehingga mendorong lahirnya badan usaha profesional, banyak perubahan sosial dan teknologi yang menghendaki adanya sistem kerja pers regional dan nasional yang menyuguhkan informasi berkualitas tinggi.
Hal-hal tersebut menyebabkan dimulainya fase surat kabar “borjuis”, yang bermula dari 1850 hingga akhir abad 19.
Ciri-ciri utama “elit” pers baru yang berperan dalam kurun waktu tersebut adalah ketidaktergantungan formal terhadap pihak pemerintah dan kelompok yang mementingkan diri (vested interest), penerimaan ke dalam struktur masyarakat sebagai institusi utama dalam kehidupan sosial dan politik, munculnya profesi kewartawanan yang menerapkan pelaporan peristiwa secara objektif, tanggung jawab sosial dan etis yang tinggi, penerapan peran pemberi pendapat dan pembentuk pendapat secara bersamaan, kecenderungan mengaitkan diri dengan “kepentingan nasional” secara berulang kali.
Dilihat dari sejarahnya, profesionalisme lahir dari rahim era industri, industri pers modern. Profesionalisme lahir untuk memenuhi kebutuhan kaum pemilik modal untuk menghasilkan produk kualitas tinggi yang dapat diserap oleh pasar, alih-alih melayani kebutuhan masyarakat.
- Wartawan Profesional?
Dari pemaparan sebelumnya dapat disepakati bahwa suatu pekerjaan dikategorikan sebagai profesi jika terdapat asosiasi profesi, kode etik, dan perlu pendidikan khusus.
Seseorang yang memiliki suatu pro fesi tertentu disebut profesional. Wartawan merupakan profesi. Oleh karena itu, orang yang bekerja se bagai wartawan disebut sebagai profesional.
Berdasarkan pernyataan itu, menurut saya, seperti ada yang janggal dengan istilah wartawan profesional. Wartawan memang sudah seharusnya profesional.
Frase “wartawan profesional” mengundang kebingungan. Frase ini seolah menimbulkan kesan bahwa ketika kata “profesional” dihilangkan dari frase tersebut, maka wartawan menjadi tidak profesional.
Mungkin ini sebuah kritik tehadap frase tersebut dan orang-orang (mungkin kebanyakan) yang mengamini frase tersebut.
Wartawan memang profesional karena pekerjaannya sudah diatur dalam Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI)[2] yang dilandasi oleh Undang-Undang Pers no. 40 tahun 1999.
Jika tetap memaksakan menanyakan mengenai definisi wartawan profesional, maka jawabannya adalah wartawan yang mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku baik Undang-Undang Pers maupun kode etik] yang dikeluar kan oleh asosiasi wartawan atau kesepakatan berbagai asosiasi wartawan.
Untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas jurnalistik maka diperlu kan keahlian jurnalistik yang dida patkan dari pendidikan khusus.
Mengenai definisi maupun syarat wartawan profesional tidak dituliskan secara eksplisit dalam UU Pers maupun KEWI.
Pada Bab 3 pada UU Pers yang meliputi 2 pasal (pasal 7 dan 8) tentang wartawan, tidak dituliskan mengenai wartawan profesional.
Pada bab itu hanya dituliskan me ngenai wartawan yang bebas memi lih organisasi wartawan, menaati kode etik jurnalistik (pasal 7), dan wartawan mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya.
Namun adanya KEWI sudah menunjukkan profesionalitas wartawan. Pada KEWI pasal 2 (Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik) terdapat penafsiran mengenai cara-cara yang profesional itu, yaitu:
- Penafsiran
a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber;
b. menghormati hak privasi;
c. tidak menyuap;
d. menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya; rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;
e. menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;
f. tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;
g. penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.
Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.
Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik
Jadi, mengenai syarat wartawan profesional ialah ketika wartawan tergabung dalam organisasi pers (organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers) yang diakui Dewan Pers dan menaati peraturan tentang profesi kewartawanan (KEWI).
_____
catatancalonwartawan.wordpress.com
Oleh aminuddin
Tentang Wartawan Profesional
TERDAPAT pertanyaan mengenai definisi wartawan profesional. Se perti apa wartawan profesional? Lalu apa syaratnya? Tulisan ini akan membahas hal seputar itu.
- Pekerjaan dan Profesi
Profesi adalah pekerjaan. Namun tidak semua pekerjaan adalah profesi. Tukang sapu adalah pekerjaan, tapi bukan profesi. Penjahit adalah pekerjaan, tapi juga bukan profesi.
Berbeda dengan desainer yang merupakan suatu pekerjaan yang bisa dijadikan profesi, walaupun pekerjaannya berkaitan erat dengan jahit menjahit seperti penjahit.
Lalu apa yang membedakan profesi dengan pekerjaan? Apakah wartawan merupakan profesi?
Sebelum menjawab kedua pertanya an itu, kita harus mengetahui me ngenai profesi itu sendiri.
Berdasarkan penelusuran saya di dunia maya, saya menemukan definisi mengenai profesi pada situs Wikipedia yang pada situs itu tertulis bahwa profesi pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.
Indikator suatu pekerjaan yang dapat disebut profesi adalah terdapat asosiasi profesi, kode etik, proses sertifikasi, dan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut.
Namun, karena situs tersebut terkenal dengan karakternya yang dapat disunting oleh siapa saja, saya berusaha mencari referensi yang lain.
Karakter situs Wikipedia yang dapat disunting oleh siapa saja membuat Wikipedia tidak dapat dijadikan sebagai sumber yang valid.
Hal itu saya pelajari ketika saya mengikuti mata kuliah Eksplorasi Sumber Informasi.
Berlanjutlah penelusuran saya di dunia maya hingga saya menemukan pernyataan lain tentang profesi pada sebuah blog yang beralamat di http://romeltea.wordpress.com/2007/10/02/kode-etik-jurnalistik-etika-profesional-wartawan/.
Pada blog itu dinyatakan bahwa sebuah pekerjaan dapat dikatakan sebagai profesi jika memiliki empat hal, yaitu :
1. Harus terdapat kebebasan dalam pekerjaan tersebut;
2. Harus ada panggilan dan keterikatan dengan pekerjaan itu;
3. Harus ada keahlian (expertise);
4. Harus ada tanggung jawab yang terikat pada kode etik pekerjaan. (Assegaf,1987).
Hal ini dikemukakan oleh Dr. Lakshamana Rao, seorang sarjana India yang Asep Syamsul M. Romli (penulis blog) kutip dari Assegaf.
Secara garis besar terdapat kesamaan antara definisi yang berasal dari Wikipedia dan blog di atas, bahwa untuk dapat dikategorikan sebagai profesi, maka suatu pekerjaan harus memiliki asosiasi profesi dan kode etik.
Pertanyaan pertama yang diajukan pada alinea awal sudah terjawab. Untuk pertanyaan kedua, sudah dapat dijawab dan dipastikan bahwa wartawan merupakan suatu profesi dengan terdapatnya asosiasi wartawan seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan masih banyak asosiasi wartawan lainnya yang semakin banyak bermunculan setelah jatuh Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto.
Juga dengan terdapatnya kode etik wartawan ...
- Profesi (Wartawan) Muncul di Era Kemenangan Kaum Liberal
Mengenai sedikit sejarah munculnya wartawan, Denis McQuail menuliskan dalam bukunya yang bertajuk “Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar” Edisi Kedua.
Dalam buku yang sudah dialihbahasakan dari karya aslinya dalam Bahasa Inggris pada 1987 ini, McQuail membahas sedikit mengenai kemenangan liberalisme dan akhir sensor langsung atau beban fiskal, lahirnya kelas sosial kapitalis yang secara relatif bersikap progresif dan beberapa profesi lainnya, sehingga mendorong lahirnya badan usaha profesional, banyak perubahan sosial dan teknologi yang menghendaki adanya sistem kerja pers regional dan nasional yang menyuguhkan informasi berkualitas tinggi.
Hal-hal tersebut menyebabkan dimulainya fase surat kabar “borjuis”, yang bermula dari 1850 hingga akhir abad 19.
Ciri-ciri utama “elit” pers baru yang berperan dalam kurun waktu tersebut adalah ketidaktergantungan formal terhadap pihak pemerintah dan kelompok yang mementingkan diri (vested interest), penerimaan ke dalam struktur masyarakat sebagai institusi utama dalam kehidupan sosial dan politik, munculnya profesi kewartawanan yang menerapkan pelaporan peristiwa secara objektif, tanggung jawab sosial dan etis yang tinggi, penerapan peran pemberi pendapat dan pembentuk pendapat secara bersamaan, kecenderungan mengaitkan diri dengan “kepentingan nasional” secara berulang kali.
Dilihat dari sejarahnya, profesionalisme lahir dari rahim era industri, industri pers modern. Profesionalisme lahir untuk memenuhi kebutuhan kaum pemilik modal untuk menghasilkan produk kualitas tinggi yang dapat diserap oleh pasar, alih-alih melayani kebutuhan masyarakat.
- Wartawan Profesional?
Dari pemaparan sebelumnya dapat disepakati bahwa suatu pekerjaan dikategorikan sebagai profesi jika terdapat asosiasi profesi, kode etik, dan perlu pendidikan khusus.
Seseorang yang memiliki suatu pro fesi tertentu disebut profesional. Wartawan merupakan profesi. Oleh karena itu, orang yang bekerja se bagai wartawan disebut sebagai profesional.
Berdasarkan pernyataan itu, menurut saya, seperti ada yang janggal dengan istilah wartawan profesional. Wartawan memang sudah seharusnya profesional.
Frase “wartawan profesional” mengundang kebingungan. Frase ini seolah menimbulkan kesan bahwa ketika kata “profesional” dihilangkan dari frase tersebut, maka wartawan menjadi tidak profesional.
Mungkin ini sebuah kritik tehadap frase tersebut dan orang-orang (mungkin kebanyakan) yang mengamini frase tersebut.
Wartawan memang profesional karena pekerjaannya sudah diatur dalam Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI)[2] yang dilandasi oleh Undang-Undang Pers no. 40 tahun 1999.
Jika tetap memaksakan menanyakan mengenai definisi wartawan profesional, maka jawabannya adalah wartawan yang mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan ketentuan aturan yang berlaku baik Undang-Undang Pers maupun kode etik] yang dikeluar kan oleh asosiasi wartawan atau kesepakatan berbagai asosiasi wartawan.
Untuk melaksanakan pekerjaan atau tugas jurnalistik maka diperlu kan keahlian jurnalistik yang dida patkan dari pendidikan khusus.
Mengenai definisi maupun syarat wartawan profesional tidak dituliskan secara eksplisit dalam UU Pers maupun KEWI.
Pada Bab 3 pada UU Pers yang meliputi 2 pasal (pasal 7 dan 8) tentang wartawan, tidak dituliskan mengenai wartawan profesional.
Pada bab itu hanya dituliskan me ngenai wartawan yang bebas memi lih organisasi wartawan, menaati kode etik jurnalistik (pasal 7), dan wartawan mendapat perlindungan hukum dalam melaksanakan profesinya.
Namun adanya KEWI sudah menunjukkan profesionalitas wartawan. Pada KEWI pasal 2 (Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik) terdapat penafsiran mengenai cara-cara yang profesional itu, yaitu:
- Penafsiran
a. menunjukkan identitas diri kepada narasumber;
b. menghormati hak privasi;
c. tidak menyuap;
d. menghasilkan berita yang faktual dan jelas sumbernya; rekayasa pengambilan dan pemuatan atau penyiaran gambar, foto, suara dilengkapi dengan keterangan tentang sumber dan ditampilkan secara berimbang;
e. menghormati pengalaman traumatik narasumber dalam penyajian gambar, foto, suara;
f. tidak melakukan plagiat, termasuk menyatakan hasil liputan wartawan lain sebagai karya sendiri;
g. penggunaan cara-cara tertentu dapat dipertimbangkan untuk peliputan berita investigasi bagi kepentingan publik.
Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme.
Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik
Jadi, mengenai syarat wartawan profesional ialah ketika wartawan tergabung dalam organisasi pers (organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers) yang diakui Dewan Pers dan menaati peraturan tentang profesi kewartawanan (KEWI).
_____
catatancalonwartawan.wordpress.com
Selasa, 30 Oktober 2018
Dua Menara (42)
Dua Menara (42)
Oleh Wak Amin
SATU jam kemudian ...
Mr Clean dan Letnan Ratna berha sil mengamankan Jali dan Jaki, sa at keduanya tengah makan di salah satu warung pinggir jalan.
Warung itu memang ramai pengun
jung. Makanya, Mr Clean dan Let nan Ratna baru beraksi saat sasa ran mereka selesai makan dan hen dak menuju mobil yang diparkir di seberang jalan.
Ketika diamankan, Jali dan Jaki melakukan perlawanan. Jali sem pat menendang selangkangan Mr Clean tapi berhasil ditangkis sebe lum akhirnya dibanting ke pintu mobil dan terkapar di jalan.
Sedangkan Jaki tidak menyerah be gitu saja saat sebuah tendangan keras kaki kanan Letnan Ratna me ngarah tepat ke perutnya dan sempat sempoyongan.
Dengan nada mengejek, Jaki ber sandar di batang pohon. Dia ambil belati dari saku celananya, dan ...
Hiyaaaaat ...
Letnan Ratna mengelak. Menghin dar ke kanan saat Jaki hendak me nghujamkan belati itu ke lehernya.
Dengan satu kali dorongan ke de pan mengenai punggung, Jaki ter sungkur.
Mengaduh kesakitan ..
Mukanya berdarah ...
Dia berhasil berdiri lagi. Namun be lum sempat menyerang Letnan Rat na dari belakang, sebuah pukulan keras melayang ke kepalanya.
Auuugh ...
Seketika itu juga jatuh terkapar di dekat bagasi mobil. Bersama Jali, akhirnya digelandang ke kantor polisi pusat.
Tertangkapnya Jaki dan Jali ini se saat setelah dua anak buah Tuan Chow berhasil menerobos masuk tempat Dul Betok, Brewok dan Pe
lontos ditahan.
Kedua orang suruhan Tuan Chow itu sukses menghabisi Dul Betok, Brewok dan Pelontos dengan cara dibunuh oleh napi suruhan.
Tak ada gejolak ..
Tak ada keributan ...
Aksi berani itu amat rapi karena melibatkan orang dalam, di antara nya para napi itu sendiri.
Oleh Wak Amin
SATU jam kemudian ...
Mr Clean dan Letnan Ratna berha sil mengamankan Jali dan Jaki, sa at keduanya tengah makan di salah satu warung pinggir jalan.
Warung itu memang ramai pengun
jung. Makanya, Mr Clean dan Let nan Ratna baru beraksi saat sasa ran mereka selesai makan dan hen dak menuju mobil yang diparkir di seberang jalan.
Ketika diamankan, Jali dan Jaki melakukan perlawanan. Jali sem pat menendang selangkangan Mr Clean tapi berhasil ditangkis sebe lum akhirnya dibanting ke pintu mobil dan terkapar di jalan.
Sedangkan Jaki tidak menyerah be gitu saja saat sebuah tendangan keras kaki kanan Letnan Ratna me ngarah tepat ke perutnya dan sempat sempoyongan.
Dengan nada mengejek, Jaki ber sandar di batang pohon. Dia ambil belati dari saku celananya, dan ...
Hiyaaaaat ...
Letnan Ratna mengelak. Menghin dar ke kanan saat Jaki hendak me nghujamkan belati itu ke lehernya.
Dengan satu kali dorongan ke de pan mengenai punggung, Jaki ter sungkur.
Mengaduh kesakitan ..
Mukanya berdarah ...
Dia berhasil berdiri lagi. Namun be lum sempat menyerang Letnan Rat na dari belakang, sebuah pukulan keras melayang ke kepalanya.
Auuugh ...
Seketika itu juga jatuh terkapar di dekat bagasi mobil. Bersama Jali, akhirnya digelandang ke kantor polisi pusat.
Tertangkapnya Jaki dan Jali ini se saat setelah dua anak buah Tuan Chow berhasil menerobos masuk tempat Dul Betok, Brewok dan Pe
lontos ditahan.
Kedua orang suruhan Tuan Chow itu sukses menghabisi Dul Betok, Brewok dan Pelontos dengan cara dibunuh oleh napi suruhan.
Tak ada gejolak ..
Tak ada keributan ...
Aksi berani itu amat rapi karena melibatkan orang dalam, di antara nya para napi itu sendiri.
Perjanjian Gaib (12)
Perjanjian Gaib (12)
Oleh aminuddin
5 Makhluk Halus yang Dipercaya Dapat Dipelihara
CARA pintas yang salah yang ber tentangan dengan ajaran agama tentu saja hingga saat ini masih di praktikan oleh sebagian kalangan dengan bersekutu dengan makhluk halus.
Nah, atas dasar itulah banyak ceri ta yang beredar atau dapat dikata kan sebagai mitos dimana ada be berapa jenis makhluk halus yang ternyata dapat dipelihara oleh se sorang untuk menguntungkan diri sendiri.
Penasaran?
Berikut ini ulasannya :
1. Tuyul
Tuyul dikenal sebagai makhlus ha lus spesialis pencari uang dan ini bukan hanya sekedar opini namun telah dipercaya sejak dulu kala.
Dipercaya bahwa dengan memeli hara tuyul, pemiliknya bisa menda patkan kekayaan dalam waktu sing kat dan mudah, namun dengan sya rat si tuyul harus diperlakukan se perti anak sendiri dengan misalnya rutin setiap malam memberi susu original dari wanita ( istri pemilik tuyul).
2. Jenglot
Berdasarkan mitos, jenglot adalah seorang yang sakti, namun setelah meninggal kekuatannya tak hilang.
Bumi menolaknya dan akhirnya me reka mengecil namun kesaktiannya tetap ada.
Jenglot dapat memberikan kesakti an kepada sang pemilik dengan sya rat memberikan sesajen kepada nya.
3. Genderuwo
Genderuwo adalah makhluk halus yang legendaris dan tak asing lagi di telinga kalian.
Biasarnya pemiliknya akan mem buat perjanjian dengan genderuwo terle bih dahulu sebelum dipelihara dengan meminta hal yang aneh-aneh seperti meminta gadis untuk dikawini.
Memang, genderuwo terkenal de ngan sifat mesumnya, namun jika permintaan tersebut dipenuhi, ka barnya sang pemilik akan menjadi kaya raya.
4. Pocong
Siapa yang menyangka bahwa ternyata pocong juga dapat dipelihara.
Biasanya pemiliknya suka menaruh pocong peliharaannya di tempat ia berdagang.
Hal itu dilakukan agar apa yang di jual dapat laris manis dan konon katanya si pocong seringkali bera da di dekat rombong makanan atau berada di sudut gelap yang jarang dikunjungi pengunjung.
5. Buto Ijo
Mendengar buto ijo tentu saja te ringat dengan kisah Timun Emas. Tapi hal ini tidak ada sangkuat pa utnya dengan dongeng Timun Emas.
Mitosnya, buto ijo dapat dipelihara dengan bantuan dukun dan ketika terjadi kesepakatan antara buto ijo dan pemeliharanya maka buto ijo akan menjadi penglaris yang akan membuat pemiliknya menjadi kaya raya.
_____
yoechua.com
Oleh aminuddin
5 Makhluk Halus yang Dipercaya Dapat Dipelihara
CARA pintas yang salah yang ber tentangan dengan ajaran agama tentu saja hingga saat ini masih di praktikan oleh sebagian kalangan dengan bersekutu dengan makhluk halus.
Nah, atas dasar itulah banyak ceri ta yang beredar atau dapat dikata kan sebagai mitos dimana ada be berapa jenis makhluk halus yang ternyata dapat dipelihara oleh se sorang untuk menguntungkan diri sendiri.
Penasaran?
Berikut ini ulasannya :
1. Tuyul
Tuyul dikenal sebagai makhlus ha lus spesialis pencari uang dan ini bukan hanya sekedar opini namun telah dipercaya sejak dulu kala.
Dipercaya bahwa dengan memeli hara tuyul, pemiliknya bisa menda patkan kekayaan dalam waktu sing kat dan mudah, namun dengan sya rat si tuyul harus diperlakukan se perti anak sendiri dengan misalnya rutin setiap malam memberi susu original dari wanita ( istri pemilik tuyul).
2. Jenglot
Berdasarkan mitos, jenglot adalah seorang yang sakti, namun setelah meninggal kekuatannya tak hilang.
Bumi menolaknya dan akhirnya me reka mengecil namun kesaktiannya tetap ada.
Jenglot dapat memberikan kesakti an kepada sang pemilik dengan sya rat memberikan sesajen kepada nya.
3. Genderuwo
Genderuwo adalah makhluk halus yang legendaris dan tak asing lagi di telinga kalian.
Biasarnya pemiliknya akan mem buat perjanjian dengan genderuwo terle bih dahulu sebelum dipelihara dengan meminta hal yang aneh-aneh seperti meminta gadis untuk dikawini.
Memang, genderuwo terkenal de ngan sifat mesumnya, namun jika permintaan tersebut dipenuhi, ka barnya sang pemilik akan menjadi kaya raya.
4. Pocong
Siapa yang menyangka bahwa ternyata pocong juga dapat dipelihara.
Biasanya pemiliknya suka menaruh pocong peliharaannya di tempat ia berdagang.
Hal itu dilakukan agar apa yang di jual dapat laris manis dan konon katanya si pocong seringkali bera da di dekat rombong makanan atau berada di sudut gelap yang jarang dikunjungi pengunjung.
5. Buto Ijo
Mendengar buto ijo tentu saja te ringat dengan kisah Timun Emas. Tapi hal ini tidak ada sangkuat pa utnya dengan dongeng Timun Emas.
Mitosnya, buto ijo dapat dipelihara dengan bantuan dukun dan ketika terjadi kesepakatan antara buto ijo dan pemeliharanya maka buto ijo akan menjadi penglaris yang akan membuat pemiliknya menjadi kaya raya.
_____
yoechua.com
Kisah di Balik Berita (35)
Kisah di Balik Berita (35)
Oleh aminuddin
Profesi yang Hebat
SUATU hari saya menangis ketika melayat ke seorang teman warta wan yang meninggal dunia. Sesu atu yang sebenarnya jarang saya alami.
Saya menangis bukan karena saya punya hubungan yang sangat dekat dengan wartawan ini karena sejujur nya saya justru tidak terlalu menge nal beliau. Kenal sebatas sebagai teman satu profesi dan satu wila yah liputan.
Yang membuat saya menangis ka rena ketika melayat itu saya menja di benar-benar takut tentang masa depan anak-anak saya. Anak-anak wartawan.
Wartawan yang meninggal itu ber nama ervin, nama lengkapnya saya juga tidak tahu. Beliau jauh lebih senior dari saya karena sudah puluhan tahun menjadi wartawan sebuah media cetak yang berbasis di Surabaya.
Meninggal dalam umur yang belum terlalu tua yakni sekitar 50 tahun karena sakit asam urat dan diabe tes yang dia derita cukup lama.
Ketika melayat itu saya benar-benar terkejut dan hampir tidak bisa per caya dengan apa yang saya lihat.
Bagaimana seorang yang telah pu luhan tahun menjadi wartawan, ya ng sering disebut sebagai sebuah profesi yang cukup hebat, ternyata secara ekonomi masih sedemikian memprihatinkan.
Rumah yang ditinggalkan belum lagi selesai dengan sempurna. Bah kan kabar yang saya dengar, mas Ervin ini tidak lagi bisa mem biayai pengobatan hingga akhirnya hanya dirawat di rumah sampai dia meng hembuskan nafas terakhirnya.
Usai melayat, saya bilang sama seorang teman yang juga warta wan, bahwa Mas Ervin adalah pot ret suram dari seorang wartawan.
Profesi yang selama ini begitu he bat ternyata tidak menjamin kehidu pan ekonomi seseorang menjadi lebih baik.
Teman yang saya ajak bercerita itu sempat mengingatkan saya untuk tidak berfikiran materialistis deng an melihat segala sesuatu dari sisi uang dan kekayaan.
Mungkin saja saya materialistis, tetapi apa iya tidak boleh berfikir semacam itu?
Wartawan juga punya anak istri yang butuh uang. Anak istri warta wan jelas tidak mungkin dihidupi dengan idealisme yang sering di gembar gemborkan sebagai modal utama bagi seorang wartawan.
Cerita tentang Mas Ervin sebenar nya hanya satu kejadian pahit yang sering ditemui dan dialami oleh pa ra jurnalis, khususnya yang berkai tan dengan ekonomi keluarganya.
Suatu hari saya juga melayat ke teman wartawan lain yang mening gal karena penyakit jantung.
Dulunya, teman ini adalah seorang wartawan koran daerah yang terke na rasionalisasi. Karena bingung tidak tahu harus bagaimana, akhir nya teman satu ini kemudian men jadi wartawan bodrex.
Dengan media yang tidak jelas apa namanya, teman ini datang dari sa tu acara ke acara lain untuk menca ri amplop.
Saya tahu teman satu ini sangat terpaksa dan penuh beban ketika harus menjadi bodrex. Dia seringkali berusaha menghindar ketika bertemu dengan teman-teman wartawan yang lain.
Pastilah dia malu dengan kondi sinya sekarang ini. Sehingga memi lih untuk menghindari teman-teman saat ketemu pada sebuah acara.
Saat meninggal, kondisi teman saya ini memang lebih baik dari Mas Ervin. Paling tidak terlihat dari rumahnya yang sudah cukup baik.
Tetapi, jika dinilai dari waktu pulu han tahun dia juga jadi wartawan, saya pikir masih jauh dari kepatu tan. Anak-anaknya juga masih kecil dan tidak tahu bagaimana nasib pendidikannya nanti.
Banyak cerita menyakitkan tentang kehidupan wartawan yang dinilai sebagai profesi penting dan konon disegani banyak pihak.
Suatu saat saya juga mendapat kabar yang bikin miris..Ada teman wartawan lain yang digugat cerai oleh istrinya.
Setelah muncul masalah keluarga tersebut, teman wartawan itu akhir nya tinggal di kos-kosan. Mobil ya ng biasanya digunakan kerja sehari-hari tidak lagi digunakan.
Informasi yang saya dapat ternyata hampir seluruh harta yang dimiliki keluarga ternyata dibeli oleh istri nya. Mungkin karena sadar diri, te man itu akhirnya pergi dari rumah hanya dengan membawa sedikit barang-barangnya.
Untuk hal yang lebih sepele, ada seorang wartawati sepatu yang digunakan untuk bekerja sudah jebol seminggu terakhir.
Dengan nada yang jauh dari ber canda teman itu mengeluh sama sekali tidak punya uang untuk mem beli sepatu. Padahal teman satu ini belum lagi mempunyai anak.
Dalam kondisi seperti itu teman saya ini masih bisa mengatakan nasibnya masih mending karena cuma tidak bisa beli sepatu.
Temannya lebih tragis lagi, karena ada yang tidak bisa beli susu buat anaknya.
Masih berkaitan dengan wartawati, dulu teman sekantor saya sesama koresponden tapi lain wilayah harus cuti karena hamil.
Agak berbeda, koresponden di me dia ini tidak dibayar dengan gaji per berita tetapi ada gaji tetap perbu lan.
Tetapi statusnya tetap bukanlah karyawan tetap. Anehnya, ketika cuti hamil itu ternyata teman ko responden ini gajinya tidak dibayar kan.
Artinya, selama tiga bulan itu pula dia tidak mendapat penghasilan. Padahal bisa dibayangkan besar nya kebutuhan orang melahirkan. Tetapi bukanya mendapat bantuan, gaji justru dihentikan.
Saya sendiri harus bersyukur deng an kondisi yang ada sekarang ini. Bisa memiliki sebuah rumah seder hana, meski juga harus diakui seba gian besar merupakan bantuan dari orang tua.
Karena anak-anak saya masih am at kecil dan tinggal di daerah pede saan, saya juga memberanikan diri berhutang untuk membeli mobil seharga Rp15 juta.
Bayangkan sendiri bagaimana bentuk mobil seharga itu ...
Tetapi bukan berarti saya tidak per nah mengalami masa sulit menjadi seorang wartawan. Bahkan pernah suatu hari saya benar-benar tidak punya uang untuk membawa anak saya yang sakit ke dokter.
Sambil menggendong anak yang sakit saya menangis dan terus ber dzikir. Alhamdulillah, esok harinya anak saya malah sembuh.
Karena tidak punya uang, saya juga pernah menjual polis asuransi pen didikan anak saya dan menjual komputer dan kamera yang menjadi alat utama kerja saya.
Tentunya tidak adil jika saya menye but bahwa apa yang saya tulis ada lah gambaran seluruh wartawan.
Tidak semua wartawan demikian tentunya. Ada juga wartawan yang cukup makmur dengan kehidupan yang boleh dikatakan mewah.
Bahkan ada teman koresponden yang bisa memiliki beberapa mobil yang dia sewakan ...
Tetapi tentu jumlahnya juga pasti lebih sedikit dari yang apes seperti yang saya ceritakan tadi.
Meski kadang saya sendiri tidak tahu bagaimana cara menjadi wartawan yang makmur itu ..
Orang sering melihat dengan men jadi wartawan semua persoalan bisa lebih gampang diselesaikan.
Biasanya wartawan mempunyai banyak hubungan baik dengan orang-orang penting dari pejabat hingga pengusaha yang tentu menjadi akses tersendiri bagi wartawan.
Bahkan wartawan bisa dengan mu dah mendapatkan proyek dari seo rang pejabat.
Sekali lagi itu ada benarnya ....
Tetapi sekali lagi pula tidak semua bisa memanfaatkan akses itu. Bisa jadi karena pejabat yang cukup baik sehingga tidak bisa diajak kolusi, atau wartawannya yang memang tidak mau atau tidak tahu cara memanfaatkan akses itu.
Seseorang yang bukan wartawan tetapi dia tahu benar tentang warta wan justru sering curiga bagaimana seorang wartawan bisa kaya.
Contoh kecil yang menggelikan pernah terjadi pada saya. Suatu hari, sebut saja Momon, salah satu karyawan bagian Humas di UGM tanya-tanya tentang mobil saya.
Kebetulan waktu itu saya baru saja cerita kalau habis mengganti ban mobil seharga Rp15 juta yang saya ceritakan tadi.
Momon ini tanya pada saya apa mobil milik saya, dengan iseng saya jawab Honda Jazz.
Beberapa hari berikutnya, ada te man jurnalis lain yang ketemu saya dan bercerita kalau baru saja ngo mongin tentang saya dengan si Momon.
Menurut teman saya, Momon mengaku terheran-heran darimana saya dapat uang untuk membeli Honda Jazz.
Saya tertawa terbahak-bahak ..
“Hanya orang bodoh percaya ada wartawan punya mobil bagus,” kata saya waktu itu.
Nasib yang belum baik tentang wartawan sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. Bahkan kondisinya justru semakin tidak baik.
Teman saya yang sudah berpuluh-puluh tahun jadi wartawan pernah cerita pada saya kalau sebelum tahun 1997, gajinya lebih tinggi dibanding dengan PNS golongan III.
Tetapi sekarang, dengan golongan I pun hanya beda tipis. Artinya, sela ma bertahun-tahun tidak ada peru bahan atau kenaikan gaji yang diterima.
Seingat saya, sejak menjadi warta wan dari tahun 2000, saya hanya sekali merasakan kenaikan gaji. Itupun karena ada penambahan tugas bagi saya.
Kebetulan waktu itu koran tempat dimana saya pernah kerja butuh tenaga redaktur untuk ditempatkan di daerah, karena ada suplemen yang harus digarap daerah.
Waktu itu saya yang dipilih, akhirnya mendapat tambahan gaji Rp 200 ribu menjadi Rp 800 ribu. Selain itu tidak pernah merasakan kenaikan gaji.
Bahkan meski kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah terjadi tiga kali dengan tingkat kenaikan yang luar biasa tinggi, gaji juga tetap tidak naik.
Sesungguhnya bukan kabar baru bahwa gaji wartawan di Indonesia masih sangat rendah. Hanya sedikit media yang boleh dikatakan wartawannya makmur.
Sebagian yang lain masuk kategori lumayan, dan sebagian besar yang lain masuk kategori mempriha tinkan.
Lalu sebenarnya berapa gaji yang layak untuk seorang jurnalis?
Jawaban pertanyaan ini tentu akan sangat sulit untuk dicari jawaban nya. Tetapi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada tahun 2007 pernah menyampaikan pernyataan kepada pemerintah bahwa gaji mi nimal yang bisa dikatakan layak di terima oleh wartawan adalah Rp 3,1 juta.
Saya sendiri tidak tahu secara pasti angka itu didapat dari mana. Tetapi sepertinya angka tersebut cukup rasional karena AJI menyebut jum lah itu adalah take home pay, bukan gaji pokok.
Dewan Pers sendiri juga menyata kan setuju dengan angka yang di sampaikan AJI tersebut. Bahkan Leo Batubara, salah satu anggota dewan pers mengatakan pihaknya akan menyusun sebuah peraturan yang mengatur soal gaji wartawan.
Dan jika perusahaan media tidak mampu menggaji wartawan sesuai aturan maka akan diberi sanksi.
Sebuah pernyataan menyejukkan, tetapi kalau mau jujur tidak banyak wartawan yang yakin hal itu akan menjadi kenyataan.
Sebuah mimpi besar jika aturan itu akan ada. Kalaupun ada, aturan itu pasti nyaris tidak akan bisa diberlakukan.
Dengan minimnya penghasilan ya ng diterima seorang wartawan ke rap kali mencari tambahan pengha silan dengan berbagai cara.
Ada yang sembari bekerja mereka berjualan pulsa, ada pula yang ber jualan baju, kue atau yang paling keren biasanya jadi dosen atau membantu penulisan buku.
Entah apakah itu kemudian meng gangu profesionalitas seorang war tawan atau tidak saya juga tidak tahu.
Seharusnya kalau mau profesional memang tidak boleh nyambi-nyam bi semacam itu. Tetapi akan sangat keterlaluan jika ada larangan semacam itu sementara wartawan tetap seperti orang lain yang menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Saya pernah dibuat sakit hati ada seorang teman yang bercerita keti ka dia mengeluhkan gajinya yang sangat minim dengan atasan, ja waban yang diterima dari sang bos sangat tidak masuk akal.
Si atasan bilang resiko menjadi wartawan itu ya gajinya rendah. Kalau tidak mau gaji yang rendah ya jangan jadi wartawan.
Pernyataan macam apa itu?
Sebenarnya problem rendahnya penghasilan bukanlah milik kelom pok wartawan semata. Hampir seluruh buruh di negeri ini masih mengalami hal seperti itu.
Tetapi saya pikir, jawaban yang lebih bijaksana masih lebih banyak daripada pernyataan yang sangat menyakitkan tersebut.
Tentu tidak adil jika saya tidak me nyebutkan ada juga wartawan yang sukses hingga karir tertinggi seba gai jurnalis.
Karni Illyas, Saur Hutabarat, Andi F Noya, Suryopratomo, Goenawan Mu hammad, Rosiana Silalahi, Uni Lu bis, dan lain sebagainya adalah nama-nama yang berhasil mencapai jenjang tertinggi di dunia pers.
Biar semakin adil, kalau saya me nyebut Mas Ervin sebagai potret suram seorang jurnalis, maka orang-orang itu adalah potret cemerlang seorang jurnalis.
_____
www.jejaktapak.com
Oleh aminuddin
Profesi yang Hebat
SUATU hari saya menangis ketika melayat ke seorang teman warta wan yang meninggal dunia. Sesu atu yang sebenarnya jarang saya alami.
Saya menangis bukan karena saya punya hubungan yang sangat dekat dengan wartawan ini karena sejujur nya saya justru tidak terlalu menge nal beliau. Kenal sebatas sebagai teman satu profesi dan satu wila yah liputan.
Yang membuat saya menangis ka rena ketika melayat itu saya menja di benar-benar takut tentang masa depan anak-anak saya. Anak-anak wartawan.
Wartawan yang meninggal itu ber nama ervin, nama lengkapnya saya juga tidak tahu. Beliau jauh lebih senior dari saya karena sudah puluhan tahun menjadi wartawan sebuah media cetak yang berbasis di Surabaya.
Meninggal dalam umur yang belum terlalu tua yakni sekitar 50 tahun karena sakit asam urat dan diabe tes yang dia derita cukup lama.
Ketika melayat itu saya benar-benar terkejut dan hampir tidak bisa per caya dengan apa yang saya lihat.
Bagaimana seorang yang telah pu luhan tahun menjadi wartawan, ya ng sering disebut sebagai sebuah profesi yang cukup hebat, ternyata secara ekonomi masih sedemikian memprihatinkan.
Rumah yang ditinggalkan belum lagi selesai dengan sempurna. Bah kan kabar yang saya dengar, mas Ervin ini tidak lagi bisa mem biayai pengobatan hingga akhirnya hanya dirawat di rumah sampai dia meng hembuskan nafas terakhirnya.
Usai melayat, saya bilang sama seorang teman yang juga warta wan, bahwa Mas Ervin adalah pot ret suram dari seorang wartawan.
Profesi yang selama ini begitu he bat ternyata tidak menjamin kehidu pan ekonomi seseorang menjadi lebih baik.
Teman yang saya ajak bercerita itu sempat mengingatkan saya untuk tidak berfikiran materialistis deng an melihat segala sesuatu dari sisi uang dan kekayaan.
Mungkin saja saya materialistis, tetapi apa iya tidak boleh berfikir semacam itu?
Wartawan juga punya anak istri yang butuh uang. Anak istri warta wan jelas tidak mungkin dihidupi dengan idealisme yang sering di gembar gemborkan sebagai modal utama bagi seorang wartawan.
Cerita tentang Mas Ervin sebenar nya hanya satu kejadian pahit yang sering ditemui dan dialami oleh pa ra jurnalis, khususnya yang berkai tan dengan ekonomi keluarganya.
Suatu hari saya juga melayat ke teman wartawan lain yang mening gal karena penyakit jantung.
Dulunya, teman ini adalah seorang wartawan koran daerah yang terke na rasionalisasi. Karena bingung tidak tahu harus bagaimana, akhir nya teman satu ini kemudian men jadi wartawan bodrex.
Dengan media yang tidak jelas apa namanya, teman ini datang dari sa tu acara ke acara lain untuk menca ri amplop.
Saya tahu teman satu ini sangat terpaksa dan penuh beban ketika harus menjadi bodrex. Dia seringkali berusaha menghindar ketika bertemu dengan teman-teman wartawan yang lain.
Pastilah dia malu dengan kondi sinya sekarang ini. Sehingga memi lih untuk menghindari teman-teman saat ketemu pada sebuah acara.
Saat meninggal, kondisi teman saya ini memang lebih baik dari Mas Ervin. Paling tidak terlihat dari rumahnya yang sudah cukup baik.
Tetapi, jika dinilai dari waktu pulu han tahun dia juga jadi wartawan, saya pikir masih jauh dari kepatu tan. Anak-anaknya juga masih kecil dan tidak tahu bagaimana nasib pendidikannya nanti.
Banyak cerita menyakitkan tentang kehidupan wartawan yang dinilai sebagai profesi penting dan konon disegani banyak pihak.
Suatu saat saya juga mendapat kabar yang bikin miris..Ada teman wartawan lain yang digugat cerai oleh istrinya.
Setelah muncul masalah keluarga tersebut, teman wartawan itu akhir nya tinggal di kos-kosan. Mobil ya ng biasanya digunakan kerja sehari-hari tidak lagi digunakan.
Informasi yang saya dapat ternyata hampir seluruh harta yang dimiliki keluarga ternyata dibeli oleh istri nya. Mungkin karena sadar diri, te man itu akhirnya pergi dari rumah hanya dengan membawa sedikit barang-barangnya.
Untuk hal yang lebih sepele, ada seorang wartawati sepatu yang digunakan untuk bekerja sudah jebol seminggu terakhir.
Dengan nada yang jauh dari ber canda teman itu mengeluh sama sekali tidak punya uang untuk mem beli sepatu. Padahal teman satu ini belum lagi mempunyai anak.
Dalam kondisi seperti itu teman saya ini masih bisa mengatakan nasibnya masih mending karena cuma tidak bisa beli sepatu.
Temannya lebih tragis lagi, karena ada yang tidak bisa beli susu buat anaknya.
Masih berkaitan dengan wartawati, dulu teman sekantor saya sesama koresponden tapi lain wilayah harus cuti karena hamil.
Agak berbeda, koresponden di me dia ini tidak dibayar dengan gaji per berita tetapi ada gaji tetap perbu lan.
Tetapi statusnya tetap bukanlah karyawan tetap. Anehnya, ketika cuti hamil itu ternyata teman ko responden ini gajinya tidak dibayar kan.
Artinya, selama tiga bulan itu pula dia tidak mendapat penghasilan. Padahal bisa dibayangkan besar nya kebutuhan orang melahirkan. Tetapi bukanya mendapat bantuan, gaji justru dihentikan.
Saya sendiri harus bersyukur deng an kondisi yang ada sekarang ini. Bisa memiliki sebuah rumah seder hana, meski juga harus diakui seba gian besar merupakan bantuan dari orang tua.
Karena anak-anak saya masih am at kecil dan tinggal di daerah pede saan, saya juga memberanikan diri berhutang untuk membeli mobil seharga Rp15 juta.
Bayangkan sendiri bagaimana bentuk mobil seharga itu ...
Tetapi bukan berarti saya tidak per nah mengalami masa sulit menjadi seorang wartawan. Bahkan pernah suatu hari saya benar-benar tidak punya uang untuk membawa anak saya yang sakit ke dokter.
Sambil menggendong anak yang sakit saya menangis dan terus ber dzikir. Alhamdulillah, esok harinya anak saya malah sembuh.
Karena tidak punya uang, saya juga pernah menjual polis asuransi pen didikan anak saya dan menjual komputer dan kamera yang menjadi alat utama kerja saya.
Tentunya tidak adil jika saya menye but bahwa apa yang saya tulis ada lah gambaran seluruh wartawan.
Tidak semua wartawan demikian tentunya. Ada juga wartawan yang cukup makmur dengan kehidupan yang boleh dikatakan mewah.
Bahkan ada teman koresponden yang bisa memiliki beberapa mobil yang dia sewakan ...
Tetapi tentu jumlahnya juga pasti lebih sedikit dari yang apes seperti yang saya ceritakan tadi.
Meski kadang saya sendiri tidak tahu bagaimana cara menjadi wartawan yang makmur itu ..
Orang sering melihat dengan men jadi wartawan semua persoalan bisa lebih gampang diselesaikan.
Biasanya wartawan mempunyai banyak hubungan baik dengan orang-orang penting dari pejabat hingga pengusaha yang tentu menjadi akses tersendiri bagi wartawan.
Bahkan wartawan bisa dengan mu dah mendapatkan proyek dari seo rang pejabat.
Sekali lagi itu ada benarnya ....
Tetapi sekali lagi pula tidak semua bisa memanfaatkan akses itu. Bisa jadi karena pejabat yang cukup baik sehingga tidak bisa diajak kolusi, atau wartawannya yang memang tidak mau atau tidak tahu cara memanfaatkan akses itu.
Seseorang yang bukan wartawan tetapi dia tahu benar tentang warta wan justru sering curiga bagaimana seorang wartawan bisa kaya.
Contoh kecil yang menggelikan pernah terjadi pada saya. Suatu hari, sebut saja Momon, salah satu karyawan bagian Humas di UGM tanya-tanya tentang mobil saya.
Kebetulan waktu itu saya baru saja cerita kalau habis mengganti ban mobil seharga Rp15 juta yang saya ceritakan tadi.
Momon ini tanya pada saya apa mobil milik saya, dengan iseng saya jawab Honda Jazz.
Beberapa hari berikutnya, ada te man jurnalis lain yang ketemu saya dan bercerita kalau baru saja ngo mongin tentang saya dengan si Momon.
Menurut teman saya, Momon mengaku terheran-heran darimana saya dapat uang untuk membeli Honda Jazz.
Saya tertawa terbahak-bahak ..
“Hanya orang bodoh percaya ada wartawan punya mobil bagus,” kata saya waktu itu.
Nasib yang belum baik tentang wartawan sebenarnya sudah bukan rahasia lagi. Bahkan kondisinya justru semakin tidak baik.
Teman saya yang sudah berpuluh-puluh tahun jadi wartawan pernah cerita pada saya kalau sebelum tahun 1997, gajinya lebih tinggi dibanding dengan PNS golongan III.
Tetapi sekarang, dengan golongan I pun hanya beda tipis. Artinya, sela ma bertahun-tahun tidak ada peru bahan atau kenaikan gaji yang diterima.
Seingat saya, sejak menjadi warta wan dari tahun 2000, saya hanya sekali merasakan kenaikan gaji. Itupun karena ada penambahan tugas bagi saya.
Kebetulan waktu itu koran tempat dimana saya pernah kerja butuh tenaga redaktur untuk ditempatkan di daerah, karena ada suplemen yang harus digarap daerah.
Waktu itu saya yang dipilih, akhirnya mendapat tambahan gaji Rp 200 ribu menjadi Rp 800 ribu. Selain itu tidak pernah merasakan kenaikan gaji.
Bahkan meski kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah terjadi tiga kali dengan tingkat kenaikan yang luar biasa tinggi, gaji juga tetap tidak naik.
Sesungguhnya bukan kabar baru bahwa gaji wartawan di Indonesia masih sangat rendah. Hanya sedikit media yang boleh dikatakan wartawannya makmur.
Sebagian yang lain masuk kategori lumayan, dan sebagian besar yang lain masuk kategori mempriha tinkan.
Lalu sebenarnya berapa gaji yang layak untuk seorang jurnalis?
Jawaban pertanyaan ini tentu akan sangat sulit untuk dicari jawaban nya. Tetapi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) pada tahun 2007 pernah menyampaikan pernyataan kepada pemerintah bahwa gaji mi nimal yang bisa dikatakan layak di terima oleh wartawan adalah Rp 3,1 juta.
Saya sendiri tidak tahu secara pasti angka itu didapat dari mana. Tetapi sepertinya angka tersebut cukup rasional karena AJI menyebut jum lah itu adalah take home pay, bukan gaji pokok.
Dewan Pers sendiri juga menyata kan setuju dengan angka yang di sampaikan AJI tersebut. Bahkan Leo Batubara, salah satu anggota dewan pers mengatakan pihaknya akan menyusun sebuah peraturan yang mengatur soal gaji wartawan.
Dan jika perusahaan media tidak mampu menggaji wartawan sesuai aturan maka akan diberi sanksi.
Sebuah pernyataan menyejukkan, tetapi kalau mau jujur tidak banyak wartawan yang yakin hal itu akan menjadi kenyataan.
Sebuah mimpi besar jika aturan itu akan ada. Kalaupun ada, aturan itu pasti nyaris tidak akan bisa diberlakukan.
Dengan minimnya penghasilan ya ng diterima seorang wartawan ke rap kali mencari tambahan pengha silan dengan berbagai cara.
Ada yang sembari bekerja mereka berjualan pulsa, ada pula yang ber jualan baju, kue atau yang paling keren biasanya jadi dosen atau membantu penulisan buku.
Entah apakah itu kemudian meng gangu profesionalitas seorang war tawan atau tidak saya juga tidak tahu.
Seharusnya kalau mau profesional memang tidak boleh nyambi-nyam bi semacam itu. Tetapi akan sangat keterlaluan jika ada larangan semacam itu sementara wartawan tetap seperti orang lain yang menginginkan kehidupan yang lebih baik.
Saya pernah dibuat sakit hati ada seorang teman yang bercerita keti ka dia mengeluhkan gajinya yang sangat minim dengan atasan, ja waban yang diterima dari sang bos sangat tidak masuk akal.
Si atasan bilang resiko menjadi wartawan itu ya gajinya rendah. Kalau tidak mau gaji yang rendah ya jangan jadi wartawan.
Pernyataan macam apa itu?
Sebenarnya problem rendahnya penghasilan bukanlah milik kelom pok wartawan semata. Hampir seluruh buruh di negeri ini masih mengalami hal seperti itu.
Tetapi saya pikir, jawaban yang lebih bijaksana masih lebih banyak daripada pernyataan yang sangat menyakitkan tersebut.
Tentu tidak adil jika saya tidak me nyebutkan ada juga wartawan yang sukses hingga karir tertinggi seba gai jurnalis.
Karni Illyas, Saur Hutabarat, Andi F Noya, Suryopratomo, Goenawan Mu hammad, Rosiana Silalahi, Uni Lu bis, dan lain sebagainya adalah nama-nama yang berhasil mencapai jenjang tertinggi di dunia pers.
Biar semakin adil, kalau saya me nyebut Mas Ervin sebagai potret suram seorang jurnalis, maka orang-orang itu adalah potret cemerlang seorang jurnalis.
_____
www.jejaktapak.com
Tipu Daya Iblis (22-habis)
Tipu Daya Iblis (22- habis)
Oleh aminuddin
Lima Langkah
ADA lima langkah untuk meng ga galkan godaan setan dan iblis.
Apa sajakah?
Berikut penjelasannya ...
IMAM Al- Ghazali dalam kitabnya 'Ihya Ululmiddin' pernah berkata bahwa diantara hal yang harus di mengerti oleh seorang hamba ada lah mengetahui tipu daya setan dan godaannya.
Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang justru menjebak dirinya sen diri masuk ke dalam kubangan setan.
Oleh karena begitu akutnya tipu da ya setan, seorang hamba harus me ngerti berbagai kiat untuk mematah kan bujuk rayunya.
Hal ini berfungsi untuk menyelamat kan dirinya dari para setan dan iblis yang terkutuk. Terkutuk karena go daan dan rayuan itu dihembuskan bersama dengan hembusan nafas manusia.
Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said.
"Apakah setan itu tidur?”
Al-Hasan pun menjawab, “Jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”.
Sayangnya, setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. Begitu juga godaan-godaan mereka yang me ngalir bersama arus dalam darah seorang hamba.
Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalah kan setan.
Dan oleh karenanya, Al-Ghazali de ngan jelas menerangkan lima kiat mematahkan godaan setan.
Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
إن المؤمن ينضى شيطانه كما ينضى أحدكم بعيره فى سفره
"Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan."
Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikan nya.
Begitu juga setan, jika seorang ham ba telah bisa menguasai setan de ngan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.
Kedua, janganlah seorang hamba mendekatkkan dirinya kepada tem pat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar.
Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah SAW secara legoris menyatakan:
من حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه
"Barang siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya."
Demikianlah jamaah yang berba hagia ...
Dua langkah pertama mencoba membikin setan tidak nyaman menggoda kita dengan harapan setan akan segera bosan dan kecewa karena keteguhan kita. Meskipun keduanya bukan hal yang mudah tetapi harus terus dicoba.
Ketiga, hendaknya seorang hamba selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita ke lembah kenistaan dan kemadhara tan abadi.
Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan.
Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya.
Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan:
…إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ …
"…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu…"
Para hadirin rahimakumullah ..
Kemudian keempat, seorang hamba harus selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut.
Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas.
Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luas. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya.
Demikian keterangan al- ’A’raf
16-17 ...
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِي
ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -
" Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (mengha lang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari mu ka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."
Dan terakhir, kelima, guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar.
Karena kondisi lapar akan memper mudah seorang hamba dalam mengingat Allah SWT.
إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع
"Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i."
"Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut."
____
NU Online
Oleh aminuddin
Lima Langkah
ADA lima langkah untuk meng ga galkan godaan setan dan iblis.
Apa sajakah?
Berikut penjelasannya ...
IMAM Al- Ghazali dalam kitabnya 'Ihya Ululmiddin' pernah berkata bahwa diantara hal yang harus di mengerti oleh seorang hamba ada lah mengetahui tipu daya setan dan godaannya.
Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang justru menjebak dirinya sen diri masuk ke dalam kubangan setan.
Oleh karena begitu akutnya tipu da ya setan, seorang hamba harus me ngerti berbagai kiat untuk mematah kan bujuk rayunya.
Hal ini berfungsi untuk menyelamat kan dirinya dari para setan dan iblis yang terkutuk. Terkutuk karena go daan dan rayuan itu dihembuskan bersama dengan hembusan nafas manusia.
Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said.
"Apakah setan itu tidur?”
Al-Hasan pun menjawab, “Jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”.
Sayangnya, setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. Begitu juga godaan-godaan mereka yang me ngalir bersama arus dalam darah seorang hamba.
Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalah kan setan.
Dan oleh karenanya, Al-Ghazali de ngan jelas menerangkan lima kiat mematahkan godaan setan.
Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
إن المؤمن ينضى شيطانه كما ينضى أحدكم بعيره فى سفره
"Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan."
Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikan nya.
Begitu juga setan, jika seorang ham ba telah bisa menguasai setan de ngan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.
Kedua, janganlah seorang hamba mendekatkkan dirinya kepada tem pat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar.
Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah SAW secara legoris menyatakan:
من حام حول الحمى يوشك أن يقع فيه
"Barang siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya."
Demikianlah jamaah yang berba hagia ...
Dua langkah pertama mencoba membikin setan tidak nyaman menggoda kita dengan harapan setan akan segera bosan dan kecewa karena keteguhan kita. Meskipun keduanya bukan hal yang mudah tetapi harus terus dicoba.
Ketiga, hendaknya seorang hamba selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita ke lembah kenistaan dan kemadhara tan abadi.
Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan.
Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya.
Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan:
…إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ …
"…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu…"
Para hadirin rahimakumullah ..
Kemudian keempat, seorang hamba harus selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut.
Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas.
Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luas. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya.
Demikian keterangan al- ’A’raf
16-17 ...
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِي
ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ -
" Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (mengha lang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari mu ka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."
Dan terakhir, kelima, guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar.
Karena kondisi lapar akan memper mudah seorang hamba dalam mengingat Allah SWT.
إن الشيطان يجرى من ابن أدم مجرى الدم فضيقوا مجاريه بالجوع
"Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i."
"Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut."
____
NU Online
Tipu Daya Iblis (21)
Tipu Daya Iblis (21)
Oleh aminuddin
Lima Kiat agar Selamat
INILAH kiat supaya kita selamat dari tipu daya setan yang terkutuk:
Pertama, ikhlas dalam menghamba kepada Sang Khaliq (QS al-Hijr [15]:40).
Apa pun aktivitas kita, termasuk dalam hal ibadah dan amaliah keduniawian, haruslah semata karena mencari rida Allah.
Ikhlas ini seperti alat proteksi yang mampu melindungi kita dari virus mematikan setan dengan segala tipu muslihatnya.
Kedua, meniti jalan takwa dengan keseriusan taat yang sempurna. Lihat QS al-Hijr [15]: 42 dan al-Baqarah [2]: 208.
Ketiga, iltizam biljamaah (melazimkan diri dengan berjamaah), baik dalam praktik ibadah, muamalah, maupun secara manhaj hidup (pola dan tata cara hidup).
"Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang." (HR Ahmad).
Keempat, melazimkan shalat berja maah di masjid (QS al-Hadid [58]:19).
Berjamaah menghadirkan kekuatan (al-jama’ah quwwatun), berjamaah menjadi mudah mengakses keberkahan (al-jama’ah barakatun).
"Jika ada tiga orang di desa atau kampung yang tidak mendirikan shalat jamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan ..." (HR Abu Dawud).
Kelima, sering-seringlah memohon pertolongan Allah dari tipu daya setan dan kehadirannya dalam semua majelis kehidupan.
Sungguh kita tidak akan pernah menang perang melawan makhluk terkutuk ini kecuali atas pertolo ngan-Nya.
Dengan memperkuat tauhid, ikhlas, dan istiqamah ibadah serta memperbanyak isti’adzah atau doa, niscaya kita akan senantiasa mendapat perlindungan Allah dan mampu menaklukkannya. (QS al-Mu’minun 97-98).
___
- Oleh Ustad Muhammad Arifin Ilham
- Republika.co.id
Oleh aminuddin
Lima Kiat agar Selamat
INILAH kiat supaya kita selamat dari tipu daya setan yang terkutuk:
Pertama, ikhlas dalam menghamba kepada Sang Khaliq (QS al-Hijr [15]:40).
Apa pun aktivitas kita, termasuk dalam hal ibadah dan amaliah keduniawian, haruslah semata karena mencari rida Allah.
Ikhlas ini seperti alat proteksi yang mampu melindungi kita dari virus mematikan setan dengan segala tipu muslihatnya.
Kedua, meniti jalan takwa dengan keseriusan taat yang sempurna. Lihat QS al-Hijr [15]: 42 dan al-Baqarah [2]: 208.
Ketiga, iltizam biljamaah (melazimkan diri dengan berjamaah), baik dalam praktik ibadah, muamalah, maupun secara manhaj hidup (pola dan tata cara hidup).
"Sesungguhnya setan bersama orang yang sendirian dan menjauh dari dua orang." (HR Ahmad).
Keempat, melazimkan shalat berja maah di masjid (QS al-Hadid [58]:19).
Berjamaah menghadirkan kekuatan (al-jama’ah quwwatun), berjamaah menjadi mudah mengakses keberkahan (al-jama’ah barakatun).
"Jika ada tiga orang di desa atau kampung yang tidak mendirikan shalat jamaah kecuali mereka telah dikuasai oleh setan ..." (HR Abu Dawud).
Kelima, sering-seringlah memohon pertolongan Allah dari tipu daya setan dan kehadirannya dalam semua majelis kehidupan.
Sungguh kita tidak akan pernah menang perang melawan makhluk terkutuk ini kecuali atas pertolo ngan-Nya.
Dengan memperkuat tauhid, ikhlas, dan istiqamah ibadah serta memperbanyak isti’adzah atau doa, niscaya kita akan senantiasa mendapat perlindungan Allah dan mampu menaklukkannya. (QS al-Mu’minun 97-98).
___
- Oleh Ustad Muhammad Arifin Ilham
- Republika.co.id
Tipu Daya Iblis (20)
Tipu Daya Iblis (20)
Oleh aminuddin
Apakah Jin Bisa Mati?
Pertanyaan:
Apakah jin bisa mati dan bagaima na dengan iblis? berapa usianya?
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’d ...
Pertama, sesungguhnya semua makhluk bisa mati dan binasa. Dan itu keyakinan kita sebagaimana yang telah Allah firmankan:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (27) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Semua yang ada di atas bumi akan binasa. Dan kekal wajah Rabmu Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan karena itu. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kalian dustakan.” (QS Ar-Rahman: 26 – 28)
Semua makhluk, apapun dan siapapun dia, bisa mati dan binasa, sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
Kedua, diantara golongan jin, ada yang bernama Iblis. Dalil bahwa iblis termasuk golongan jin dan bukan malaikat adalah firman Allah:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Ingatlah ketika Aku perintahkan kepada para malaikat, sujudlah kalian kepada Adam. Merekapun sujud, kecuali Iblis. Dia termasuk golongan jin, dan inkar kepada perintah Tuhannya.” (QS Al-Kahfi: 50).
Untuk makhluk yang satu ini, telah Allah berikan jaminan, tidak akan mati sampai kiamat.
Allah SWT mengkisahkan dalam Al-Quran. Setelah Iblis diusir untuk turun ke bumi karena sikapnya yang sombong, Iblis minta syarat kepada Allah:
قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Iblis berkata: Ya Tuhanku, berilah aku waktu sampai hari mereka (manusia) dibangkitkan.”
Allah merespon keinginan Iblis:
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ ( ) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ
“Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi waktu. Sampai batas waktu yang telah ditentukan.” (QS Al-Hijr: 37 – 38).
Dalam Tafsir al-Jalalain dinyatakan:
وقت النفخة الأولى
“Yaitu waktu tiupan sangkakala yang pertama.” (al-Jalalain, Al-Hijr: 38).
Berdasarkan firman Allah di atas, Iblis ditetapkan oleh Allah sebagai makhluk yang tidak akan mati sampai hari kiamat.
Ketiga, golongan jin selain Iblis, bisa mati sebelum kiamat. Karena jin termasuk keumuman firman Allah di surat Ar-Rahman di atas.
Sedangkan beberapa dalil sunah yang menunjukkan bahwa jin bisa mati sebelum kiamat:
1. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu doanya, beliau melantunkan:
أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِي لاَ يَمُوتُ، وَالجِنُّ وَالإِنْسُ يَمُوتُونَ
“Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Dzat yang tidak akan mati. Sementara jin dan manusia akan mati.” (HR. Bukhari no. 7383 dan Muslim no. 2717)
2. Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu, pernah diperintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghancurkan Uzza. Pohon keramat yang disembah orang musyrik jahiliyah.
Setelah Khalid bin Walid menebang ketiga pohon yang dikeramatkan di tempat itu, dan membantai setiap orang yang mencoba menghalangi, beliau menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau bersabda:
ارجع فإنك لم تصنع شيئا
“Kembali, kamu belum melakukan apapun.”
Khalid pun segera kembali. Tiba-tiba banyak orang naik ke bukit. Mereka memanggil-manggil:
“Wahai Uzza, Wahai Uzza.”
Khalid pun mendatanginya. Ternyata ada wanita telanjang, rambutnya terjuntai, di atas kepa lanya ada pasirnya.
Khalid dengan sigap menusukkan pedangnya, sampai dia mati. Sete lah diceritakan kepada Nabi, beliau bersabda:
تلك العزى
“Itulah Uzza.” (HR Nasa'i dalam Sunan al-Kubro 11547, al-Mushili dalam Musnad-nya 866).
3. Kisah seorang sahabat muda yang membunuh ular jadi-jadian yang ada di rumahnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
Allahu a’lam.
_____
- Referensi: ‘Alamul Jinni wa asy-Syayathiin, Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar.
- Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsul tasiSyariah.com). Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM.
- KonsultasiSyariah.com
Oleh aminuddin
Apakah Jin Bisa Mati?
Pertanyaan:
Apakah jin bisa mati dan bagaima na dengan iblis? berapa usianya?
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’d ...
Pertama, sesungguhnya semua makhluk bisa mati dan binasa. Dan itu keyakinan kita sebagaimana yang telah Allah firmankan:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ (26) وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ (27) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
“Semua yang ada di atas bumi akan binasa. Dan kekal wajah Rabmu Dzat pemilik keagungan dan kemuliaan karena itu. Nikmat Tuhan yang mana lagi yang kalian dustakan.” (QS Ar-Rahman: 26 – 28)
Semua makhluk, apapun dan siapapun dia, bisa mati dan binasa, sesuai dengan apa yang Allah kehendaki.
Kedua, diantara golongan jin, ada yang bernama Iblis. Dalil bahwa iblis termasuk golongan jin dan bukan malaikat adalah firman Allah:
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ
“Ingatlah ketika Aku perintahkan kepada para malaikat, sujudlah kalian kepada Adam. Merekapun sujud, kecuali Iblis. Dia termasuk golongan jin, dan inkar kepada perintah Tuhannya.” (QS Al-Kahfi: 50).
Untuk makhluk yang satu ini, telah Allah berikan jaminan, tidak akan mati sampai kiamat.
Allah SWT mengkisahkan dalam Al-Quran. Setelah Iblis diusir untuk turun ke bumi karena sikapnya yang sombong, Iblis minta syarat kepada Allah:
قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Iblis berkata: Ya Tuhanku, berilah aku waktu sampai hari mereka (manusia) dibangkitkan.”
Allah merespon keinginan Iblis:
قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ ( ) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ
“Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang yang diberi waktu. Sampai batas waktu yang telah ditentukan.” (QS Al-Hijr: 37 – 38).
Dalam Tafsir al-Jalalain dinyatakan:
وقت النفخة الأولى
“Yaitu waktu tiupan sangkakala yang pertama.” (al-Jalalain, Al-Hijr: 38).
Berdasarkan firman Allah di atas, Iblis ditetapkan oleh Allah sebagai makhluk yang tidak akan mati sampai hari kiamat.
Ketiga, golongan jin selain Iblis, bisa mati sebelum kiamat. Karena jin termasuk keumuman firman Allah di surat Ar-Rahman di atas.
Sedangkan beberapa dalil sunah yang menunjukkan bahwa jin bisa mati sebelum kiamat:
1. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu doanya, beliau melantunkan:
أَعُوذُ بِعِزَّتِكَ، الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الَّذِي لاَ يَمُوتُ، وَالجِنُّ وَالإِنْسُ يَمُوتُونَ
“Aku berlindung dengan kemuliaan-Mu yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Dzat yang tidak akan mati. Sementara jin dan manusia akan mati.” (HR. Bukhari no. 7383 dan Muslim no. 2717)
2. Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu, pernah diperintahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menghancurkan Uzza. Pohon keramat yang disembah orang musyrik jahiliyah.
Setelah Khalid bin Walid menebang ketiga pohon yang dikeramatkan di tempat itu, dan membantai setiap orang yang mencoba menghalangi, beliau menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beliau bersabda:
ارجع فإنك لم تصنع شيئا
“Kembali, kamu belum melakukan apapun.”
Khalid pun segera kembali. Tiba-tiba banyak orang naik ke bukit. Mereka memanggil-manggil:
“Wahai Uzza, Wahai Uzza.”
Khalid pun mendatanginya. Ternyata ada wanita telanjang, rambutnya terjuntai, di atas kepa lanya ada pasirnya.
Khalid dengan sigap menusukkan pedangnya, sampai dia mati. Sete lah diceritakan kepada Nabi, beliau bersabda:
تلك العزى
“Itulah Uzza.” (HR Nasa'i dalam Sunan al-Kubro 11547, al-Mushili dalam Musnad-nya 866).
3. Kisah seorang sahabat muda yang membunuh ular jadi-jadian yang ada di rumahnya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Muslim.
Allahu a’lam.
_____
- Referensi: ‘Alamul Jinni wa asy-Syayathiin, Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar.
- Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsul tasiSyariah.com). Beliau adalah Alumni Madinah International University, Jurusan Fiqh dan Ushul Fiqh. Saat ini, beliau aktif sebagai Dewan Pembina website PengusahaMuslim.com, KonsultasiSyariah.com, dan Yufid.TV, serta mengasuh pengajian di beberapa masjid di sekitar kampus UGM.
- KonsultasiSyariah.com
Tipu Daya Iblis (19)
Tipu Daya Iblis (19)
Oleh aminuddin
Tiga Golongan
MENGHADAPI godaan setan, manu sia dibagi menjadi tiga tingkatan atau tiga golongan ...
- Pertama, golongan manusia yang kuat imannya, yang mampu
menjatuhkan setan.
Setan dan iblis sendiri tidak dapat berbuat apa-apa terhadapnya. Golo ngan manusia yang seperti inilah yang dinyatakan Allah SWT melalui firman-Nya:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat pun akan turun kepada mereka (seraya mengatakan), ‘Janganlah kalian merasa takut dan janganlah kalian merasa sedih’…” (Fushshilat: 30)
Mereka adalah orang-orang yang mengatakan,”Rabb kami ialah Allah,” kemudian mereka meneguhkan pendiriannya.
Maka para setan tidak akan mendapatkan apapun dari para hamba Allah yang mulia ini.
Keadaan setan-setan yang menjadi qarin mereka sangat kurus, lemah, hina, dan menjadi pecundang.
Sesuatu yang paling ampuh untuk menundukkan setan adalah dzikir. Ia akan membakarnya, seperti seseorang membakar besi dengan listrik atau oksigen, maka dengan segera besi itu akan meleleh.
إذَا ابْنُ آدَمَ سَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِى يَقُولُ يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِىَ النَّارُ
“Sesungguhnya apabila anak Adam bersujud maka setan akan menjauhinya. Ia menangis seraya berkata, ‘Alangkah malangnya aku, anak Adam diperintahkan untuk bersujud, lalu ia bersujud maka ia pun memperoleh surga. Sedangkan aku diperintahkan bersujud, namun aku menolak maka aku pun mendapat neraka." (HR Muslim)
- Kedua, golongan manusia yang di perbudak setan dan dikuasai olehnya. Ia menyerahkan diri kepada hawa nafsunya sehingga setan memegang kendali dan menggiringnya ke jurang kebinasaan.
Manusia yang masuk dalam golongan ini adalah manusia yang dirinya tidak ada lagi yang bisa dibanggakan atau berguna.
Rasulullah SAW bersabda :
نعوذ بالله من ودرك الشقاء وسوء القضاء وشماتة الأعداء
“Kami berlindung kepada Allah dari kesengsaraan yang paling bawah tingkatnya, dari ketentuan yang jelek, dan dari kegembiraan musuh atas bencana yang menimpa kami.” (HR.Muslim)
Ini adalah tingkatan yang paling buruk di antara yang lain. Semula dia mendapatkan pengarahan dan inspirasi dari setan untuk berbuat kerusakan.
Lama kelamaan justru dialah yang menjadi inspirator bagi setan ka rena sudah menjadi pakar kerusakan.
Pasukan-pasukan yang dipakai oleh setan dari golongan manusia atau setan dari golongan jin ini adalah tipu muslihat, tipu daya, angan-angan kosong, kebohongan, menunda-nunda amal, panjang angan-angan, mengutamakan kehidupan dunia atas kehidupan akhirat, dan sebagainya.
Orang-orang yang terjerat dengan jaring-jaring setan di atas itulah yang disinyalir Nabi melalui sabdanya:
العاجز من اتبع نفسه هواها وتمنى على الله الأماني
“Orang yang lemah adalah orang yang dirinya memperturutkan hawa nafsunya dan mengangankan sesuatu kebaikan dari Allah.” (Hadits hasan diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, sebagaimana disebutkan dalam kitab Riyadhush Shalihin (menjelang datangnya Dajjal))
Mereka itu ada tiga golongan:
Yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan memalingkan manusia dari jalan Allah, serta menghendaki agar jalan tersebut menjadi bengkok supaya manusia berpaling darinya.
Yang berpaling dari risalah Rasulullah dan menghadap (menghendaki dan mengikuti) dunia dan hawa nafsunya.
Orang munafik yang bermuka dua. Termasuk di antara golongan ini adalah pelawak yang suka bersendau gurau dan melucu yang mengakhiri hidupnya dengan lawakan, senda gurau dan mainan.
Orang-orang seperti ini akalnya telah berpindah dalam genggaman syahwat. Tak seorang pun dari mereka yang menggunakan akalnya selain untuk memikirkan siasat dan cara bagaimana dapat melampiaskan syahwatnya.
Hidup mereka hanya diisi dengan ambisi keduniawian semata. Hari-harinya dipenuhi dengan pemenuhan syahwat. Tentunya dengan menghalalkan segala cara.
Mungkin secara kasat mata ia adalah muslim, tapi tingkah lakunya justru merusak Islam dan tidak rela syariat Allah ditegakkan. Naudzubillah min dzalik
- Ketiga, Mereka yang berperang dengan setan dan di antara mereka silih berganti dalam mendapatkan kemenangan.
Terkadang mereka dapat mengalah kan setan, terkadang pula mereka dikuasai setan hingga akhirnya menjadi budak hawa nafsu.
Kondisi mereka di akhirat seperti saat menghadapi setan-setan di dunia.
Siapa yang dapat mengalahkan setan, syahwat dan hawa nafsu, ia tergolong ahli surga dan tidak men dapatkan siksa untuk selama-lamanya.
Barang siapa memperturutkan ha wa nafsu maka ia masuk golongan ahli neraka.
Sampai saat ini, termasuk golo ngan manakah kita berada?
Wallahu a’lam bi shawab
_____
-- Diinisiasi dari Tarbiyah Jihadiyah jilid ke-8 karya syaikh Abdullah Azzam rahimahullah.
- m.kiblat.net
Senin, 29 Oktober 2018
Kisah di Balik Berita (34)
Kisah di Balik Berita (34)
Oleh aminuddin
Wartawati 'Gila' Keliling Dunia Selama 72 Hari
NEW YORK, 14 November 1889 pukul 09.40, Nellie Bly naik ke atas kapal Augusta Victoria untuk memulai perjalanan panjangnya menempuh jarak 24.899 mil.
Keliling dunia, terinspirasi buku 'Around the World in Eighty Days' karya Jules Verne.
Ia hanya membawa barang bawaan seadanya, baju yang melekat di badan, sebuah mantel, beberapa pakaian dalam, dan tas kecil berisi perlengkapan mandi. Hanya yang penting-penting saja.
Dalam tas yang dikalungkan di lehernya, terdapat semua harta bendanya: 200 poundsterling, sejumlah emas, dan beberapa uang Amerika Serikat.
Sendirian ia menuju ke Inggris, Prancis -- di mana ia bertemu dengan Jules Verne -- yang menyangsikan Bly bisa keliling dunia kurang dari 80 hari namun berdoa untuk keberhasilannya.
Kemudian ia menuju Brindisi di Italia, Terusan Suez, Sri Lanka, dan negeri-negeri Selat (Straits Settlements) Penang dan Singapura, Hong Kong, juga Jepang.
Perkembangan jaringan kabel bawah laut dan telegraf listrik memungkinkan sang wartawati mengirimkan laporan pendek perjalanannya.
Dengan bepergian menggunakan kapal uap dan sistem kereta api, sejumlah kendala dihadapi Nellie Bly selama perjalanan, terutama di Asia.
Namun, karenanya, ia justru menemukan pengalaman baru: mengunjungi sebuah koloni penderita kusta di China, dan membeli seekor monyet di Singapura.
Dan akibat cuaca buruk di Pasifik ia tiba di San Francisco dengan kapal Oceanic milik armada White Star Line pada 21 Januari, terlambat 2 hari dari jadwal.
Akhirnya, "72 hari, 6 jam, 11 menit setelah bertolak dari Hoboken pada 25 Januari 1890, Nellie tiba di New York," demikian Liputan6.com kutip situs PBS.org.
Kepulangannya disambut bak selebritas oleh kerumunan orang.
Kala itu Bly memecahkan rekor dunia dalam usia 25 tahun. Meski tak lama kemudian dipatahkan oleh George Francis Train yang memer lukan waktu lebih pendek: 67 hari.
- Pelopor Jurnalisme Investigatif
Nellie Bly terlahir sebagai Elizabeth Jane Cochran pada 5 Mei 1864 di Pennsylvania. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pemberontak.
Suatu hari ia membaca kolom di Pittsburgh Dispatch yang menyebut, takdir perempuan adalah di rumah, mengerjakan tugas rumah tangga seperti menjahit, memasak, dan membesarkan anak.
Perempuan karir yang bekerja dianggap 'nyeleneh', tak patut ...
Elizabeth marah bukan kepalang saat membacanya dan menulis surat pada koran yang menerbitkannya.
Rupanya tulisannya itu ditaksir redaksi Pittsburgh Dispatch yang langsung merekrutnya. Dan lahirlah nama alias Nellie Bly.
Selama menjadi wartawan, Bly menulis kisah tentang sulitnya hidup para buruh perempuan, membuat artikel yang menuntut reformasi UU perceraian, dan membuat serial tentang pekerja anak di Pittsburgh.
Ia tak hanya sekedar mewawan carai orang. Namun sengaja menyamar dan bekerja di sebuah pabrik untuk mendapatkan gambaran sebenarnya.
Menjadi pelopor jurnalisme investigatif ...
Namun, tekanan dari para editor memaksanya beralih ke isu-isu 'perempuan' di masa itu seperti fesyen, perkebunan, pameran rangkaian bunga.
Bly yang tak sabar dengan tugas semacam itu, berinisiatif mengajukan diri sebagai koresponden di Meksiko.
Saat kembali, lagi-lagi Pittsburgh Dispatch menugaskannya meliput hal-hal yang dirasa kurang menantang.
Cukup ...
Nellie Bly memilih berhenti. Ia pun pergi ke New York dan akhirnya diterima New York World, media milik Joseph Pulitzer pada 1887.
Di sana ia melakukan liputan berani, dengan berpura-pura gila, Bly masuk ke rumah sakit jiwa khusus perempuan di Pulau Blackwell.
Selama 10 hari ia tinggal di sana, ia keluar dengan membawa kisah kekejaman, pemukulan, pemaksaan mandi dengan air sedingin es, dan makanan yang buruk, juga mentega tengik.
Kisahnya, yang dilengkapi ilustrasi dipublikasikan di New York World. Laporannya soal kekejaman itu membangkitkan amarah masyara kat dan para politisi yang akhirnya mengeluarkan sumbangan besar untuk mereformasi institusi tersebut.
Kiprahnya tak sampai di sana. Liputan Nellie Bly menguak korupsi dan kemiskinan yang tercipta dari ketidakadilan, mengungkap para pelobi, menyingkap perlakuan pada para narapidana perempuan, dan menyibak perlakuan tak adil dalam bidang kesehatan yang membedakan perlakuan pada pasien dari seberapa uang yang mereka miliki.
Pada 1894, ia pergi ke Chicago untuk meliput pemogokan pegawai Pullman Railroad. Ia menjadi satu-satunya reporter yang meyajikan artikel dari sudut pandang buruh.
Dalam setiap tulisannya, Bly menyelipkan rasa. Perasaannya, reaksi saat melihat kenyataan, juga pengamatannya. Semua itu yang membuat tulisannya terasa kaya dan bermakna.
Pada usia 30 tahun, Bly menikahi seorang usahawan berusia 70 tahun, Robert Seaman. Ia mendampingi suaminya yang meninggal dunia 10 tahun kemudian, lalu menjajal dunia bisnis dan bangkrut.
Kemudian, Bly kembali ke dunia yang ia cintai: jurnalistik. Kembali turun ke lapangan, meliput sekaligus menggunakan jaringannya sebagai jurnalis untuk mendirikan rumah asuh untuk anak-anak terlantar.
Ia masih tercatat sebagai jurnalis New York Journal saat meninggal dunia pada 1922 karena pneumo nia (paru-paru basah). Hidupnya tuntas pada usia 57.
Selain perjalanan luar biasa Nellie Bly, tanggal 14 November juga diwarnai sejumlah peristiwa penting.
Pada tahun 1969, NASA melun curkan Apollo 12 ke permukaan bulan sebagai misi angkasa bera wak kedua ke satelit bumi itu.
Sementara pada 1991, Pangeran Norodom Sihanouk kembali ke Kamboja setelah 13 tahun dalam pengasingan.
_____
Liputan6.com
Oleh aminuddin
Wartawati 'Gila' Keliling Dunia Selama 72 Hari
NEW YORK, 14 November 1889 pukul 09.40, Nellie Bly naik ke atas kapal Augusta Victoria untuk memulai perjalanan panjangnya menempuh jarak 24.899 mil.
Keliling dunia, terinspirasi buku 'Around the World in Eighty Days' karya Jules Verne.
Ia hanya membawa barang bawaan seadanya, baju yang melekat di badan, sebuah mantel, beberapa pakaian dalam, dan tas kecil berisi perlengkapan mandi. Hanya yang penting-penting saja.
Dalam tas yang dikalungkan di lehernya, terdapat semua harta bendanya: 200 poundsterling, sejumlah emas, dan beberapa uang Amerika Serikat.
Sendirian ia menuju ke Inggris, Prancis -- di mana ia bertemu dengan Jules Verne -- yang menyangsikan Bly bisa keliling dunia kurang dari 80 hari namun berdoa untuk keberhasilannya.
Kemudian ia menuju Brindisi di Italia, Terusan Suez, Sri Lanka, dan negeri-negeri Selat (Straits Settlements) Penang dan Singapura, Hong Kong, juga Jepang.
Perkembangan jaringan kabel bawah laut dan telegraf listrik memungkinkan sang wartawati mengirimkan laporan pendek perjalanannya.
Dengan bepergian menggunakan kapal uap dan sistem kereta api, sejumlah kendala dihadapi Nellie Bly selama perjalanan, terutama di Asia.
Namun, karenanya, ia justru menemukan pengalaman baru: mengunjungi sebuah koloni penderita kusta di China, dan membeli seekor monyet di Singapura.
Dan akibat cuaca buruk di Pasifik ia tiba di San Francisco dengan kapal Oceanic milik armada White Star Line pada 21 Januari, terlambat 2 hari dari jadwal.
Akhirnya, "72 hari, 6 jam, 11 menit setelah bertolak dari Hoboken pada 25 Januari 1890, Nellie tiba di New York," demikian Liputan6.com kutip situs PBS.org.
Kepulangannya disambut bak selebritas oleh kerumunan orang.
Kala itu Bly memecahkan rekor dunia dalam usia 25 tahun. Meski tak lama kemudian dipatahkan oleh George Francis Train yang memer lukan waktu lebih pendek: 67 hari.
- Pelopor Jurnalisme Investigatif
Nellie Bly terlahir sebagai Elizabeth Jane Cochran pada 5 Mei 1864 di Pennsylvania. Sejak kecil, ia dikenal sebagai pemberontak.
Suatu hari ia membaca kolom di Pittsburgh Dispatch yang menyebut, takdir perempuan adalah di rumah, mengerjakan tugas rumah tangga seperti menjahit, memasak, dan membesarkan anak.
Perempuan karir yang bekerja dianggap 'nyeleneh', tak patut ...
Elizabeth marah bukan kepalang saat membacanya dan menulis surat pada koran yang menerbitkannya.
Rupanya tulisannya itu ditaksir redaksi Pittsburgh Dispatch yang langsung merekrutnya. Dan lahirlah nama alias Nellie Bly.
Selama menjadi wartawan, Bly menulis kisah tentang sulitnya hidup para buruh perempuan, membuat artikel yang menuntut reformasi UU perceraian, dan membuat serial tentang pekerja anak di Pittsburgh.
Ia tak hanya sekedar mewawan carai orang. Namun sengaja menyamar dan bekerja di sebuah pabrik untuk mendapatkan gambaran sebenarnya.
Menjadi pelopor jurnalisme investigatif ...
Namun, tekanan dari para editor memaksanya beralih ke isu-isu 'perempuan' di masa itu seperti fesyen, perkebunan, pameran rangkaian bunga.
Bly yang tak sabar dengan tugas semacam itu, berinisiatif mengajukan diri sebagai koresponden di Meksiko.
Saat kembali, lagi-lagi Pittsburgh Dispatch menugaskannya meliput hal-hal yang dirasa kurang menantang.
Cukup ...
Nellie Bly memilih berhenti. Ia pun pergi ke New York dan akhirnya diterima New York World, media milik Joseph Pulitzer pada 1887.
Di sana ia melakukan liputan berani, dengan berpura-pura gila, Bly masuk ke rumah sakit jiwa khusus perempuan di Pulau Blackwell.
Selama 10 hari ia tinggal di sana, ia keluar dengan membawa kisah kekejaman, pemukulan, pemaksaan mandi dengan air sedingin es, dan makanan yang buruk, juga mentega tengik.
Kisahnya, yang dilengkapi ilustrasi dipublikasikan di New York World. Laporannya soal kekejaman itu membangkitkan amarah masyara kat dan para politisi yang akhirnya mengeluarkan sumbangan besar untuk mereformasi institusi tersebut.
Kiprahnya tak sampai di sana. Liputan Nellie Bly menguak korupsi dan kemiskinan yang tercipta dari ketidakadilan, mengungkap para pelobi, menyingkap perlakuan pada para narapidana perempuan, dan menyibak perlakuan tak adil dalam bidang kesehatan yang membedakan perlakuan pada pasien dari seberapa uang yang mereka miliki.
Pada 1894, ia pergi ke Chicago untuk meliput pemogokan pegawai Pullman Railroad. Ia menjadi satu-satunya reporter yang meyajikan artikel dari sudut pandang buruh.
Dalam setiap tulisannya, Bly menyelipkan rasa. Perasaannya, reaksi saat melihat kenyataan, juga pengamatannya. Semua itu yang membuat tulisannya terasa kaya dan bermakna.
Pada usia 30 tahun, Bly menikahi seorang usahawan berusia 70 tahun, Robert Seaman. Ia mendampingi suaminya yang meninggal dunia 10 tahun kemudian, lalu menjajal dunia bisnis dan bangkrut.
Kemudian, Bly kembali ke dunia yang ia cintai: jurnalistik. Kembali turun ke lapangan, meliput sekaligus menggunakan jaringannya sebagai jurnalis untuk mendirikan rumah asuh untuk anak-anak terlantar.
Ia masih tercatat sebagai jurnalis New York Journal saat meninggal dunia pada 1922 karena pneumo nia (paru-paru basah). Hidupnya tuntas pada usia 57.
Selain perjalanan luar biasa Nellie Bly, tanggal 14 November juga diwarnai sejumlah peristiwa penting.
Pada tahun 1969, NASA melun curkan Apollo 12 ke permukaan bulan sebagai misi angkasa bera wak kedua ke satelit bumi itu.
Sementara pada 1991, Pangeran Norodom Sihanouk kembali ke Kamboja setelah 13 tahun dalam pengasingan.
_____
Liputan6.com
Kisah di Balik Berita (33)
Kisah di Balik Berita (33)
Oleh aminuddin
10 Orang Sukses Ini Ternyata Dulunya Pernah Jadi Wartawan Lho
ORANG sukses gak pernah memandang latar belakang dari mana dia berasal. Mereka bisa saja awalnya berprofesi sebagai pedagang keliling, pekerja bangunan, guru honorer atau dari kalangan wartawan.
Nah, berikut ini adalah daftar 10 orang sukses di Indonesia yang sempat mencicipi profesi sebagai wartawan.
Menjadi wartawan secara langsung ataupun tidak, telah berkontribusi terhadap kesuksesan karir 10 orang ini.
Yuk simak!
1. Dahlan Iskan
Hampir semua orang Indonesia pasti mengenal sosok Dahlan Iskan. Karier Dahlan dimulai dari bawah. Dia sempat menjadi reporter di sebuah koran kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada 1957.
Pada 1976, Dahlan bergabung dengan Majalah Tempo sebagai reporter sekitar lima tahun. Dan pada 1982 Dahlan sudah mampu mendirikan dan memimpin koran Jawa Pos.
Setelah sukses di bidang media, Dahlan dipercaya menjabat sebagai Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak Desember 2009.
Pria kelahiran 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur itu kemudian diangkat jadi Menteri BUMN pada era Presiden SBY.
2. Goenawan Mohamad
Jika mendengar nama Goenawan Mohamad, orang mungkin akan langsung tertuju pada Majalah Tempo. Ya, Tempo sepertinya tidak bisa dipisahkan dengan Goenawan Mohamad.
Dunia kewartawanan sangat erat dengan Goenawan Mohamad. Dia pernah menjabat sebagai redaktur Harian KAMI, Majalah Horison, Majalah Swasembada ,dan mendirikan Majalah Tempo pada 1971.
Pria kelahiran Batang, 21 Juli 1941 ini dikenal sebagai orang yang disiplin menulis rubrik Catatan Pinggir di setiap edisi Majalah Tempo.
Selain sebagai wartawan, dia juga dikenal sebagai salah satu sastrawan dan pemikir di Indonesia.
Saat ini, Goenawan Mohamad aktif mengasuh Komunitas Salihara, salah satu komunitas sastra terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan Pasar Minggu.
Dia juga masih aktif menulis esai, puisi, dan naskah drama.
3. Johan Budi
Sosoknya kalem. Jika bicara suaranya pelan tapi tertata rapi. Dialah Johan Budi. Juru bicara Presiden Joko Widodo.
Johan Budi dikenal sebagai sosok bersahaja. Apapun yang ditanyakan wartawan, ia pasti menjawabnya. Maklum, ia sendiri pernah jadi wartawan.
Pada 1995 hingga 2000, Johan Budi pernah menjadi reporter dan editor Majalah Forum Keadilan. Dia juga sempat menjadi editor Majalah Tempo pada 2000 hingga 2005.
Dunia kewartawanan mengantarkan Johan Budi menjadi orang sukses seperti sekarang ini.
Menjadi juru bicara adalah pekerjaan yang sudah melekat dengannya.
Sebab, sebelumnya dia juga pernah menjadi juru bicara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar delapan tahun.
4. Bondan Winarno
Masih ingat jargon “Maknyus?" Ya, jargon tersebut dipopulerkan oleh Bondan Winarno, seorang pakar kuliner di Indonesia.
Bondan mungkin termasuk salah satu orang sukses yang multitalenta.
Selain banyak tahu soal kuliner, dia juga pernah menjadi seorang pengusaha makanan laut yang bermarkas di Amerika.
Adapun, bakat lain yang dijiwai oleh Bondan adalah wartawan. Ya, Bondan Winarno memang gak bisa lepas dari dunia kewartawanan.
Pada era 1980-an, Bondan sudah menjabat sebagai Pemred Majalah Swa, salah satu media ekonomi di Indonesia.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Pemred Suara Pembaruan.
Dunia jurnalis bagi dia sepertinya sudah mendarah daging. Bondan pernah membuat sebuah laporan investigatif berjudul Bre-X: Sebongkah Emas di Kaki Pelangi.
Tulisan yang dibukukan tersebut membongkar kasus pertambangan bodong di Kalimantan Timur.
Namun sayang, kini Bondan sudah pergi. Dia menghembuskan nafas terakhirnya pada 29 November 2017, karena mengalami gagal jantung.
5. Jakob Oetama
Jakob Oetama adalah salah satu orang sukses yang bergelut di bidang media. Namanya gak bisa dipisahkan dengan Kompas, harian terbesar di Indonesia.
Sejak usia 24 tahun, Jakob sudah bergelut menjadi wartawan. Ia pernah bekerja di Mingguan Penabur dan majalah bulanan Intisari, dan tentunya Koran Kompas yang ia dirikan bersama rekannya PK Ojong.
Kesuksesan Jakob Oetama gak diraih secara instan. Pria kelahiran Magelang, 27 September 1931 itu berhasil membesarkan Kompas dari nol.
Saat ini, Kompas bukan hanya menerbitkan koran saja, tapi merambah ke sektor lain seperti percetakan, toko buku, dan televisi.
6. Budiono Darsono
Sosok Budiono Darsono gak bisa dipisahkan dengan Detik.com. Dialah salah satu yang menjadikan keberadaan media online di Indonesia itu semakin berkembang.
Ia sebelumnya menjadi wartawan Tabloid Detik yang dibredel oleh pemerintahan Soeharto pada 1998.
Pembredelan itu membuat Budiono dan rekan-rekannya mendirikan Detik.com.
Detik.com pun menjadi besar dan menjadi baromoeter media online Indonesia.
Namun, pada 2011, Detik.com dibeli oleh pengusaha Chairul Tanjung dan menjadi bagian PT Trans Corporation.
Meski sudah dibeli, Budiono tetap dipercaya menjadi bagian Detik.com.
Tapi pada September 2016, Budiono resmi pensiun dari Detik.com yang didirikannya itu.
Tak lama kemudian, dia mendirikan Kumparan.com yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing Detik.com.
Di media barunya ini Budiono didapuk sebagai Presiden Komisaris.
7. Remy Sylado
Salah satu sastrawan sukses di Indonesia adalah Remy Sylado. Dia banyak menulis novel dan puisi. Satu novelnya yang terkenal berjudul Ca Bau Kan berhasil diangkat ke layar lebar.
Selain sukses sebagai sastrawan, Remy juga pernah bergelut menjadi wartawan. Pada 1965, Remy pernah menjadi jurnalis Majalah Tempo di Semarang.
Dia juga menjadi pendiri majalah musik Aktuil sejak 1970 yang didirikannya di Bandung.
8. Muhadjir Effendy
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhadjir Effendy dipilih sebagai Menteri Pendidikan oleh Presiden Jokowi pada Juli 2016.
Muhadjir menggantikan posisi Anies Baswedan yang dicopot Jokowi kala itu.
Karier Muhadjir di bidang pendidikan terbilang mulus. Dia mengawali karirnya sebagai dosen biasa, pembantu rektor, hingga rektor.
Tapi siapa sangka, di balik karir cemerlangnya di bidang pendidikan, ia pernah jadi wartawan.
Pada era 1980-an, Muhadjir pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Malang Raya.
Karir kewartawanannya itu bermula ketika dia memulai menjadi wartawan kampus di UMM.
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956 itu juga tercatat sebagai wartawan Semesta Surabaya, wartawan Warta Mahasiswa Dikti, dan wartawan Mimbar Universitas Brawijaya.
9. Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo terpilih sebagai Ketua DPR menggantikan Setya No vanto yang terjerat kasus korupsi proyek e-KTP.
Bambang mengawali kariernya di Senayan sejak dia terpilih sebagai wakil rakyat mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah VII pada 2009.
Siapa sangka, latar belakang suksesnya karir politik Bambang diawali sebagai wartawan di harian umum Prioritas pada 1985.
Karier jurnalisnya juga sukses hingga ia menjabat sebagai pemim pin redaksi di harian umum Suara Karya pada 2004.
Modal sebagai wartawan tersebut menjadi jembatan bagi Bambang untuk mengenal jejaring di dunia bisnis dan politik.
Dia beberapa kali menjabat sebagai direksi di beberapa perusahaan. Hingga akhirnya ia terjun di dunia politik dan bergabung dengan Partai Golkar.
10. Adam Malik
Jangan menyepelekan profesi wartawan. Profesi satu ini ternyata bisa mengantarkan seseorang menjadi salah satu tokoh penting bagi negara. Contohnya adalah Adam Malik.
Ya, Adam Malik. Tokoh satu ini pernah jadi Wakil Presiden Indonesia ketiga yang mendampingi Presiden Soeharto.
Selain itu, Adam Malik juga pernah menjabat beberapa posisi menteri di era Soekarno.
Karir Adam Malik mulanya memang sebagai wartawan. Dia menjadi salah satu pendiri Kantor Berita Antara untuk menyuarakan perjuangan kemerdekaan Indonesia pada saat itu.
Dengan peralatan menulis seadanya, pada saat itu Adam Malik dipercaya sebagai redaktur yang merangkap sebagai Wakil Direktur Antara.
Dia bertanggung jawab menyuplai berita ke berbagai surat kabar di Indonesia.
Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 itu juga sebelumnya sering menulis untuk koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo.
Hingga suatu saat, kariernya banyak berkecimpung dengan politik, dan dia pun mendirikan beberapa partai.
Adam Malik meninggal pada September 1984 dan tercatat sebagai Pahlawan Nasional.
Nah, itulah 10 orang sukses yang pernah menjalani profesi sebagai wartawan.
Buat kamu yang berprofesi sebagai kuli tinta, mungkin sosok-sosok di atas bisa jadi inspirasi karier kamu berikutnya.
Siapa tahu kamu jadi menteri atau presiden nanti, ya kan?
____
www.moneysmart.id
Oleh aminuddin
10 Orang Sukses Ini Ternyata Dulunya Pernah Jadi Wartawan Lho
ORANG sukses gak pernah memandang latar belakang dari mana dia berasal. Mereka bisa saja awalnya berprofesi sebagai pedagang keliling, pekerja bangunan, guru honorer atau dari kalangan wartawan.
Nah, berikut ini adalah daftar 10 orang sukses di Indonesia yang sempat mencicipi profesi sebagai wartawan.
Menjadi wartawan secara langsung ataupun tidak, telah berkontribusi terhadap kesuksesan karir 10 orang ini.
Yuk simak!
1. Dahlan Iskan
Hampir semua orang Indonesia pasti mengenal sosok Dahlan Iskan. Karier Dahlan dimulai dari bawah. Dia sempat menjadi reporter di sebuah koran kecil di Samarinda, Kalimantan Timur pada 1957.
Pada 1976, Dahlan bergabung dengan Majalah Tempo sebagai reporter sekitar lima tahun. Dan pada 1982 Dahlan sudah mampu mendirikan dan memimpin koran Jawa Pos.
Setelah sukses di bidang media, Dahlan dipercaya menjabat sebagai Dirut Perusahaan Listrik Negara (PLN) sejak Desember 2009.
Pria kelahiran 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur itu kemudian diangkat jadi Menteri BUMN pada era Presiden SBY.
2. Goenawan Mohamad
Jika mendengar nama Goenawan Mohamad, orang mungkin akan langsung tertuju pada Majalah Tempo. Ya, Tempo sepertinya tidak bisa dipisahkan dengan Goenawan Mohamad.
Dunia kewartawanan sangat erat dengan Goenawan Mohamad. Dia pernah menjabat sebagai redaktur Harian KAMI, Majalah Horison, Majalah Swasembada ,dan mendirikan Majalah Tempo pada 1971.
Pria kelahiran Batang, 21 Juli 1941 ini dikenal sebagai orang yang disiplin menulis rubrik Catatan Pinggir di setiap edisi Majalah Tempo.
Selain sebagai wartawan, dia juga dikenal sebagai salah satu sastrawan dan pemikir di Indonesia.
Saat ini, Goenawan Mohamad aktif mengasuh Komunitas Salihara, salah satu komunitas sastra terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan Pasar Minggu.
Dia juga masih aktif menulis esai, puisi, dan naskah drama.
3. Johan Budi
Sosoknya kalem. Jika bicara suaranya pelan tapi tertata rapi. Dialah Johan Budi. Juru bicara Presiden Joko Widodo.
Johan Budi dikenal sebagai sosok bersahaja. Apapun yang ditanyakan wartawan, ia pasti menjawabnya. Maklum, ia sendiri pernah jadi wartawan.
Pada 1995 hingga 2000, Johan Budi pernah menjadi reporter dan editor Majalah Forum Keadilan. Dia juga sempat menjadi editor Majalah Tempo pada 2000 hingga 2005.
Dunia kewartawanan mengantarkan Johan Budi menjadi orang sukses seperti sekarang ini.
Menjadi juru bicara adalah pekerjaan yang sudah melekat dengannya.
Sebab, sebelumnya dia juga pernah menjadi juru bicara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar delapan tahun.
4. Bondan Winarno
Masih ingat jargon “Maknyus?" Ya, jargon tersebut dipopulerkan oleh Bondan Winarno, seorang pakar kuliner di Indonesia.
Bondan mungkin termasuk salah satu orang sukses yang multitalenta.
Selain banyak tahu soal kuliner, dia juga pernah menjadi seorang pengusaha makanan laut yang bermarkas di Amerika.
Adapun, bakat lain yang dijiwai oleh Bondan adalah wartawan. Ya, Bondan Winarno memang gak bisa lepas dari dunia kewartawanan.
Pada era 1980-an, Bondan sudah menjabat sebagai Pemred Majalah Swa, salah satu media ekonomi di Indonesia.
Selain itu, ia juga pernah menjadi Pemred Suara Pembaruan.
Dunia jurnalis bagi dia sepertinya sudah mendarah daging. Bondan pernah membuat sebuah laporan investigatif berjudul Bre-X: Sebongkah Emas di Kaki Pelangi.
Tulisan yang dibukukan tersebut membongkar kasus pertambangan bodong di Kalimantan Timur.
Namun sayang, kini Bondan sudah pergi. Dia menghembuskan nafas terakhirnya pada 29 November 2017, karena mengalami gagal jantung.
5. Jakob Oetama
Jakob Oetama adalah salah satu orang sukses yang bergelut di bidang media. Namanya gak bisa dipisahkan dengan Kompas, harian terbesar di Indonesia.
Sejak usia 24 tahun, Jakob sudah bergelut menjadi wartawan. Ia pernah bekerja di Mingguan Penabur dan majalah bulanan Intisari, dan tentunya Koran Kompas yang ia dirikan bersama rekannya PK Ojong.
Kesuksesan Jakob Oetama gak diraih secara instan. Pria kelahiran Magelang, 27 September 1931 itu berhasil membesarkan Kompas dari nol.
Saat ini, Kompas bukan hanya menerbitkan koran saja, tapi merambah ke sektor lain seperti percetakan, toko buku, dan televisi.
6. Budiono Darsono
Sosok Budiono Darsono gak bisa dipisahkan dengan Detik.com. Dialah salah satu yang menjadikan keberadaan media online di Indonesia itu semakin berkembang.
Ia sebelumnya menjadi wartawan Tabloid Detik yang dibredel oleh pemerintahan Soeharto pada 1998.
Pembredelan itu membuat Budiono dan rekan-rekannya mendirikan Detik.com.
Detik.com pun menjadi besar dan menjadi baromoeter media online Indonesia.
Namun, pada 2011, Detik.com dibeli oleh pengusaha Chairul Tanjung dan menjadi bagian PT Trans Corporation.
Meski sudah dibeli, Budiono tetap dipercaya menjadi bagian Detik.com.
Tapi pada September 2016, Budiono resmi pensiun dari Detik.com yang didirikannya itu.
Tak lama kemudian, dia mendirikan Kumparan.com yang digadang-gadang bakal menjadi pesaing Detik.com.
Di media barunya ini Budiono didapuk sebagai Presiden Komisaris.
7. Remy Sylado
Salah satu sastrawan sukses di Indonesia adalah Remy Sylado. Dia banyak menulis novel dan puisi. Satu novelnya yang terkenal berjudul Ca Bau Kan berhasil diangkat ke layar lebar.
Selain sukses sebagai sastrawan, Remy juga pernah bergelut menjadi wartawan. Pada 1965, Remy pernah menjadi jurnalis Majalah Tempo di Semarang.
Dia juga menjadi pendiri majalah musik Aktuil sejak 1970 yang didirikannya di Bandung.
8. Muhadjir Effendy
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Muhadjir Effendy dipilih sebagai Menteri Pendidikan oleh Presiden Jokowi pada Juli 2016.
Muhadjir menggantikan posisi Anies Baswedan yang dicopot Jokowi kala itu.
Karier Muhadjir di bidang pendidikan terbilang mulus. Dia mengawali karirnya sebagai dosen biasa, pembantu rektor, hingga rektor.
Tapi siapa sangka, di balik karir cemerlangnya di bidang pendidikan, ia pernah jadi wartawan.
Pada era 1980-an, Muhadjir pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Malang Raya.
Karir kewartawanannya itu bermula ketika dia memulai menjadi wartawan kampus di UMM.
Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 29 Juli 1956 itu juga tercatat sebagai wartawan Semesta Surabaya, wartawan Warta Mahasiswa Dikti, dan wartawan Mimbar Universitas Brawijaya.
9. Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo terpilih sebagai Ketua DPR menggantikan Setya No vanto yang terjerat kasus korupsi proyek e-KTP.
Bambang mengawali kariernya di Senayan sejak dia terpilih sebagai wakil rakyat mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah VII pada 2009.
Siapa sangka, latar belakang suksesnya karir politik Bambang diawali sebagai wartawan di harian umum Prioritas pada 1985.
Karier jurnalisnya juga sukses hingga ia menjabat sebagai pemim pin redaksi di harian umum Suara Karya pada 2004.
Modal sebagai wartawan tersebut menjadi jembatan bagi Bambang untuk mengenal jejaring di dunia bisnis dan politik.
Dia beberapa kali menjabat sebagai direksi di beberapa perusahaan. Hingga akhirnya ia terjun di dunia politik dan bergabung dengan Partai Golkar.
10. Adam Malik
Jangan menyepelekan profesi wartawan. Profesi satu ini ternyata bisa mengantarkan seseorang menjadi salah satu tokoh penting bagi negara. Contohnya adalah Adam Malik.
Ya, Adam Malik. Tokoh satu ini pernah jadi Wakil Presiden Indonesia ketiga yang mendampingi Presiden Soeharto.
Selain itu, Adam Malik juga pernah menjabat beberapa posisi menteri di era Soekarno.
Karir Adam Malik mulanya memang sebagai wartawan. Dia menjadi salah satu pendiri Kantor Berita Antara untuk menyuarakan perjuangan kemerdekaan Indonesia pada saat itu.
Dengan peralatan menulis seadanya, pada saat itu Adam Malik dipercaya sebagai redaktur yang merangkap sebagai Wakil Direktur Antara.
Dia bertanggung jawab menyuplai berita ke berbagai surat kabar di Indonesia.
Pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, 22 Juli 1917 itu juga sebelumnya sering menulis untuk koran Pelita Andalas dan Majalah Partindo.
Hingga suatu saat, kariernya banyak berkecimpung dengan politik, dan dia pun mendirikan beberapa partai.
Adam Malik meninggal pada September 1984 dan tercatat sebagai Pahlawan Nasional.
Nah, itulah 10 orang sukses yang pernah menjalani profesi sebagai wartawan.
Buat kamu yang berprofesi sebagai kuli tinta, mungkin sosok-sosok di atas bisa jadi inspirasi karier kamu berikutnya.
Siapa tahu kamu jadi menteri atau presiden nanti, ya kan?
____
www.moneysmart.id
Dua Menara (41)
Dua Menara (41)
Oleh Wak Amin
RENCANA A ...
Dooor ...
Diiiir ...
Duuuur ...
Traaaang ...
Terkena gerobak bakso, 'melanting' jauh ke jalan sebelum akhirnya ma suk kolam taman.
"Gawat Bro,' bisik Jali. Jaki di sebe lahnya mengajak kabur.
"Itu Pak orangnya," kata beberapa warga lanjut usia, mengenakan baju dalam dan berkain 'cantum.'
Kolonel Ahmad yang baru selesai menyantap es kacang ijo di salah satu kafe pinggir jalan, segera me ngejar Jali dan Jaki.
Kejar-kejaran jadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan ...
Sampai di sebuah balai kota, Kolo nel Ahmad berhenti. Dia mecurigai Jali dan Jaki bersembunyi di balik gedung tua itu.
Takut ketahuan, Jali dan Jaki me lempar batu kerikil. Tepat mengenai muka dan kepala Kolonel Ahmad.
Berdarah ...
Warga berdatangan membantu. Se bagian yang lain berusaha menge jar Jali dan Jaki.
Sayang tak berhasil ...
Kemana Jali dan Jaki sembunyi?
Keduaya sudah berada di dalam angkot bersama penumpang lain, kebanyakan ibu-ibu dan remaja puteri.
Keduanya turun di sebuah warung. Lalu masuk ke dalam mobil yang disopiri Tuan Chang, sengaja parkir di seberang jalan yang ramai lalu-lalang pejalan kaki.
Bagaimana dengan Kolonel Ah mad?
Dia memerintahkan Mr Clean dan Letnan Ratna untuk mencari tahu sekaligus menangkap Jali dan Ja ki secepatya ...
Oleh Wak Amin
RENCANA A ...
Dooor ...
Diiiir ...
Duuuur ...
Traaaang ...
Terkena gerobak bakso, 'melanting' jauh ke jalan sebelum akhirnya ma suk kolam taman.
"Gawat Bro,' bisik Jali. Jaki di sebe lahnya mengajak kabur.
"Itu Pak orangnya," kata beberapa warga lanjut usia, mengenakan baju dalam dan berkain 'cantum.'
Kolonel Ahmad yang baru selesai menyantap es kacang ijo di salah satu kafe pinggir jalan, segera me ngejar Jali dan Jaki.
Kejar-kejaran jadi tontonan warga sekitar dan pengguna jalan ...
Sampai di sebuah balai kota, Kolo nel Ahmad berhenti. Dia mecurigai Jali dan Jaki bersembunyi di balik gedung tua itu.
Takut ketahuan, Jali dan Jaki me lempar batu kerikil. Tepat mengenai muka dan kepala Kolonel Ahmad.
Berdarah ...
Warga berdatangan membantu. Se bagian yang lain berusaha menge jar Jali dan Jaki.
Sayang tak berhasil ...
Kemana Jali dan Jaki sembunyi?
Keduaya sudah berada di dalam angkot bersama penumpang lain, kebanyakan ibu-ibu dan remaja puteri.
Keduanya turun di sebuah warung. Lalu masuk ke dalam mobil yang disopiri Tuan Chang, sengaja parkir di seberang jalan yang ramai lalu-lalang pejalan kaki.
Bagaimana dengan Kolonel Ah mad?
Dia memerintahkan Mr Clean dan Letnan Ratna untuk mencari tahu sekaligus menangkap Jali dan Ja ki secepatya ...
Kisah di Balik Berita (32)
Kisah di Balik Berita (32)
Oleh aminuddin
Sejarah Koran Dunia
SEJAK kapan manusia mengenal koran?
Dari catatan peneliti, koran pertama masih berupa lembaran berita yang ditulis tangan, dipasang di tempat umum.
Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM), berisi berita sosial dan politik, diakui sebagai koran pertama di dunia.
Sedangkan koran cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700an di Cina. Metode pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.
Bentuk koran berikutnya masih amat sederhana: Newsletter dan buku berita, di tahun 1400an.
Beritanya lebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedagang Eropa.
Selanjutnya, newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet tahun 1500an.
Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Ita lia. termasuk jenis lembar berita itu.
"Koran" lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1 gazzeta.
Dari sanalah mucul istilah gazzeta yang menunjuk koran ...
Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi.
Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma sa tu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, Jerman.
Rupanya awal XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa. Tapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman, umum dipandang sebagai koran pertama di dunia.
Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660) juga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudian menjadi harian
Inilah koran harian pertama di dunia ...
Tak lama kemudian, Inggris menyusul, diawali oleh The London Gazette (1665) yang masih koran berkala.
Inggris mengenal koran hariannya yang pertama dengan terbitnya The London Daily Courant (1702).
The Times koran Inggris yang terbit sejak abad XVII hingga kini pertama kali memakai sistem cetak rotasi.
Penemuan telegram dan jaringan kabel internasional di pertengahan 1800-an membuat wartawan bisa lebih cepat meliputi dari berbagai kawasan dunia.
Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun 1744, saat pemerintahan Gubjen Van Imhoff, yaitu Bataviasche Nouvelles.
Sayang umurnya cuma dua tahun. Paxa 1776, di Jakarta, terbit Vendu Nieus, yang memuat segala ma cam barang lelangan, mulai dari perabotan rumah tangga hingga budak.
Mingguan ini berhenti terbit karena Gubjen Daendeles mengambil alih percetakan.
Deandels kemudian menerbitkan Bataviascche Koloniale Courant (1810) yang juga berumur pendek, karena Belanda harus menyingkir demi Inggris.
Inggris pun melihat perlunya koran, sehingga lahirlah Java Government Gazette, sebagai corong pemerintah.
Saat Belanda kembali berkuasa, koran itu diubah jadi Bataviasche Courant (1816), lalu Javasche Courant (1827).
Tahun 1942, Belanda menyingkir karena Jepang datang. Koran yang sama di ambil alih pemerintah baru yang mengubahnya menjadi Ken Po, artinya berita pemerintah.
Bagaimana dengan pemrakarsa swasta?
Tahun 1849 datang wartawan Belanda, W. Bruining, yang dua tahun kemudian berhasil menerbitkan Batavia Advertentieblad.
Selain Jakarta, di kota lain Surabaya, Semarang, Pasuruan, Padang, Medan, Palembang dan Makassar juga terbit koran.
Tapi sejak kapan pribumi Indonesia punya koran sendiri?
Tahun 1854 di Weltevreden (Gambir), Jakarta, muncul majalah Bianglala dari pihak Zanding, Mingguan bahasa Jawa Bromartani terbit pertama tahun 29 Maret 1855.
Entah kenapa, Van der Muelen dalam de Courant Stijhoff (Leiden 1885), menyebut prakarsa itu baru munvul tahun 1856, ketika terbit Soerat Kabar Bahasa Melajoe di Surabaya.
Sejak itu banyak terbit koran Me layu, yang masih dikelola oleh orang Belanda asli atau peranakan.
Tahun 1904 pers Indonesia bangkit, saat Raden Mas Djokomono de ngan akte notaris Simon mendi rikan NV Javaansche Boekhandel & Drukkerij en handel in Schrijfbehoeften Medan Prijaji di Bandung, diikuti dengan terbitnya mingguan Medan Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian.
Saat itu, untuk yang kedua kalinya, bangsa Indonesia punya koran sen diri. Karena, sebenarnya koran per tama di Indonesia adalah Warta Berita.
Warta Berita diterbitkan perdana pada tahun 1901, inilah pertama kalinya Indonesia mulai bangkit dari siksaan para penjajah walaupun saat itu pers sangatlah dikekang dan dibatasi.
Sampai sekarang Kompas adalah salah satu koran yang terkenal di Indonesia.
_____
Kompasiana.com
Oleh aminuddin
Sejarah Koran Dunia
SEJAK kapan manusia mengenal koran?
Dari catatan peneliti, koran pertama masih berupa lembaran berita yang ditulis tangan, dipasang di tempat umum.
Acta Diurna dari masa Romawi kuno (59 SM), berisi berita sosial dan politik, diakui sebagai koran pertama di dunia.
Sedangkan koran cetak pertama adalah Di Bao (Ti-pao) tahun 700an di Cina. Metode pencetakannya menggunakan balok kayu, yang dipahat aksara cina.
Bentuk koran berikutnya masih amat sederhana: Newsletter dan buku berita, di tahun 1400an.
Beritanya lebih banyak berkaitan dengan dunia bisnis para bankir dan pedagang Eropa.
Selanjutnya, newsletter dan buku berita berkembang menjadi lembar berita/newsheet tahun 1500an.
Notizie Scritte (pemberitahuan tertulis) yang terbit di Venesia, Ita lia. termasuk jenis lembar berita itu.
"Koran" lembaran ini biasanya dipasang di banyak tempat umum, tetapi yang ingin membacanya harus membayar 1 gazzeta.
Dari sanalah mucul istilah gazzeta yang menunjuk koran ...
Terbitnya koran-koran di Eropa di awali dengan temuan mesin cetak Johann Gutenberg pada pertengahan abad XV yang memudahkan proses produksi.
Awalnya lembar berita yang terbit tidak teratur dan memuat cuma sa tu peristiwa, kemudian berevolusi dengan terbit teratur seperti yang dilakukan mingguan Avisa Relation oder Zeitung, sejak 1609 di Strasbourg, Jerman.
Rupanya awal XVII menjadi abad penting lahirnya banyak koran di Eropa. Tapi, mingguan Frankfurter Journal (1615) yang dikelola Egenolph Emmel di Frankfrut, Jerman, umum dipandang sebagai koran pertama di dunia.
Sampai kemudian lahir Leipziger Zeitung (1660) juga di Jerman, yang mula-mula mingguan, kemudian menjadi harian
Inilah koran harian pertama di dunia ...
Tak lama kemudian, Inggris menyusul, diawali oleh The London Gazette (1665) yang masih koran berkala.
Inggris mengenal koran hariannya yang pertama dengan terbitnya The London Daily Courant (1702).
The Times koran Inggris yang terbit sejak abad XVII hingga kini pertama kali memakai sistem cetak rotasi.
Penemuan telegram dan jaringan kabel internasional di pertengahan 1800-an membuat wartawan bisa lebih cepat meliputi dari berbagai kawasan dunia.
Di Indonesia, koran sudah ada sejak tahun 1744, saat pemerintahan Gubjen Van Imhoff, yaitu Bataviasche Nouvelles.
Sayang umurnya cuma dua tahun. Paxa 1776, di Jakarta, terbit Vendu Nieus, yang memuat segala ma cam barang lelangan, mulai dari perabotan rumah tangga hingga budak.
Mingguan ini berhenti terbit karena Gubjen Daendeles mengambil alih percetakan.
Deandels kemudian menerbitkan Bataviascche Koloniale Courant (1810) yang juga berumur pendek, karena Belanda harus menyingkir demi Inggris.
Inggris pun melihat perlunya koran, sehingga lahirlah Java Government Gazette, sebagai corong pemerintah.
Saat Belanda kembali berkuasa, koran itu diubah jadi Bataviasche Courant (1816), lalu Javasche Courant (1827).
Tahun 1942, Belanda menyingkir karena Jepang datang. Koran yang sama di ambil alih pemerintah baru yang mengubahnya menjadi Ken Po, artinya berita pemerintah.
Bagaimana dengan pemrakarsa swasta?
Tahun 1849 datang wartawan Belanda, W. Bruining, yang dua tahun kemudian berhasil menerbitkan Batavia Advertentieblad.
Selain Jakarta, di kota lain Surabaya, Semarang, Pasuruan, Padang, Medan, Palembang dan Makassar juga terbit koran.
Tapi sejak kapan pribumi Indonesia punya koran sendiri?
Tahun 1854 di Weltevreden (Gambir), Jakarta, muncul majalah Bianglala dari pihak Zanding, Mingguan bahasa Jawa Bromartani terbit pertama tahun 29 Maret 1855.
Entah kenapa, Van der Muelen dalam de Courant Stijhoff (Leiden 1885), menyebut prakarsa itu baru munvul tahun 1856, ketika terbit Soerat Kabar Bahasa Melajoe di Surabaya.
Sejak itu banyak terbit koran Me layu, yang masih dikelola oleh orang Belanda asli atau peranakan.
Tahun 1904 pers Indonesia bangkit, saat Raden Mas Djokomono de ngan akte notaris Simon mendi rikan NV Javaansche Boekhandel & Drukkerij en handel in Schrijfbehoeften Medan Prijaji di Bandung, diikuti dengan terbitnya mingguan Medan Prijaji (1907), yang pada 1910 menjadi harian.
Saat itu, untuk yang kedua kalinya, bangsa Indonesia punya koran sen diri. Karena, sebenarnya koran per tama di Indonesia adalah Warta Berita.
Warta Berita diterbitkan perdana pada tahun 1901, inilah pertama kalinya Indonesia mulai bangkit dari siksaan para penjajah walaupun saat itu pers sangatlah dikekang dan dibatasi.
Sampai sekarang Kompas adalah salah satu koran yang terkenal di Indonesia.
_____
Kompasiana.com