Dua Menara (42)
Oleh Wak Amin
SATU jam kemudian ...
Mr Clean dan Letnan Ratna berha sil mengamankan Jali dan Jaki, sa at keduanya tengah makan di salah satu warung pinggir jalan.
Warung itu memang ramai pengun
jung. Makanya, Mr Clean dan Let nan Ratna baru beraksi saat sasa ran mereka selesai makan dan hen dak menuju mobil yang diparkir di seberang jalan.
Ketika diamankan, Jali dan Jaki melakukan perlawanan. Jali sem pat menendang selangkangan Mr Clean tapi berhasil ditangkis sebe lum akhirnya dibanting ke pintu mobil dan terkapar di jalan.
Sedangkan Jaki tidak menyerah be gitu saja saat sebuah tendangan keras kaki kanan Letnan Ratna me ngarah tepat ke perutnya dan sempat sempoyongan.
Dengan nada mengejek, Jaki ber sandar di batang pohon. Dia ambil belati dari saku celananya, dan ...
Hiyaaaaat ...
Letnan Ratna mengelak. Menghin dar ke kanan saat Jaki hendak me nghujamkan belati itu ke lehernya.
Dengan satu kali dorongan ke de pan mengenai punggung, Jaki ter sungkur.
Mengaduh kesakitan ..
Mukanya berdarah ...
Dia berhasil berdiri lagi. Namun be lum sempat menyerang Letnan Rat na dari belakang, sebuah pukulan keras melayang ke kepalanya.
Auuugh ...
Seketika itu juga jatuh terkapar di dekat bagasi mobil. Bersama Jali, akhirnya digelandang ke kantor polisi pusat.
Tertangkapnya Jaki dan Jali ini se saat setelah dua anak buah Tuan Chow berhasil menerobos masuk tempat Dul Betok, Brewok dan Pe
lontos ditahan.
Kedua orang suruhan Tuan Chow itu sukses menghabisi Dul Betok, Brewok dan Pelontos dengan cara dibunuh oleh napi suruhan.
Tak ada gejolak ..
Tak ada keributan ...
Aksi berani itu amat rapi karena melibatkan orang dalam, di antara nya para napi itu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar