Selasa, 16 Oktober 2018

Dua Menara (28)

Dua Menara (28)
Oleh Wak Amin




"CEPETAN dikit Wok. Gimana sih kamu ini. Stel abislah." Pelontos geram. Bukannya ngebut, eee ma lah melambat ...

"Tenang Tos. Aku ngudut dululah," kata Brewok. Tiga kali hisap, itu rokok dibuang ke tepi jalan.

"Came on .."

Reeen ...

Reeen ...

Kali ini tak tanggung-tanggung. Ke cepatan maksimal dipragakan Bre wok. Seolah terbang, dan hanya da lam tempo kurang dari enam menit sudah menempel ketat mobil Let nan Ratna.

"Sekarang tepat di belakangku Cle an," ucap Letnan Ratna.

"Oke, lakukan yang menurutmu baik Let."

"Oke."

Mobil ngerem mendadak, sebelum melesat amat cepat ..

"Kampret tuh cewek. Dikadalinya kita Wok."

Pelontos ikut membantu Brewok mengangkat motor yang jatuh ke aspal keserempet mobil Letnan Ratna.

"Kejar Wok. Kita kempelangi dia kalau dapat. Hajar sampai mati. Belum tahu siapa kita haaa ..."

"Pasti sudah tau, Tos. Dia kan polisi ..."

"Ah, persetanlah Wok. Mau polisi, atau apalah, kita harus kejar dia sekarang ..."

Dekat simpang empat ...

"Perlambatlah mobilmu Let," saran Mr Clean. "Tunggu sampai mereka muncul ..."

"Aku juga berpikir seperti itu Clean. Eeem ... Oke, aku mau beli gore ngan dulu."

Sementara Letnan Ratna asyik ma kan gorengan di tepi jalan, Brewok dan Pelontos turun dari mobil.

Keduanya mendekat ke mobil Let nan Ratna yang berhenti di tepi ja
lan. Tak jauh dari tempat gerobak jajanan gorengan.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar