Dua Menara (30)
Oleh Wak Amin
"LETNAN ..!" Sapa Mr Clean dari belakang saat Letnan Ratna baru saja turun dari mobil dan menutup pintu berwarna merah itu.
"Lha Clean. Mobilnya mana?" Let nan Ratna mengalihkan pandangan matanya ke tengah jalan.
Ada beberapa wanita paruh baya menyeberang jalan ..
"Ikut saya Let. Mau ya?"
"Ayo masuk!"
Ssst ...
"Kita pinjam motor saja," kata Mr Clean.
Kebetulan di dekat mereka berdiri saat ini ada sebuah sepeda motor besar sekelas Harley Davidson lagi nangkring di tepi jalan bersama pe nunggangnya, laki-laki berbadan te gap sambil cuap-cuap lewat hape.
Si pria gondrong berdarah indo itu, saat Mr Clean dan Letnan Ratna memperlihatkan identitas dan ke inginan mereka, bersedia memin jamkan tunggangannya yang baru dua minggu mengaspal.
Di dekat tiang listrik ...
"Gimana ini Bos. Enggak mau nya la-nyala," kata Brewok minta solusi pada bosnya, Husin.
"Bawa saja ke bengkel bodoh. Gitu aja repot .."
"Bukan repot Bos. Bengkelnya tutup semua," terang Brewok.
"Kalau begitu ditinggal saja. Cari motor lain ..." Jawab Sang Bos. Sa king kesalnya pada anak buah, lupa kalau sop yang masuk tenggorokan lewat sendok, masih panas.
Kampreet ...
"Bos. Bos. Kenapa Bos. Kampret apanya. Motor yang melintas tidak ada.
Mobil semuanya ...
" Goblok. Mobil hentikan. Kalian na ik. Suruh turun sopirnya tau. Gitu aja bingung ..."
"Baik Bos .."
Tak mudah menghentikan mobil ya ng melintas. Selain berkecepatan penuh, semua kendaraan beroda lebih dari empat.
Saat menunggu mobil yang tepat untuk ditunggangi, Mr Clean dan Letnan Ratna turun dari motor.
Keduanya mendekati sasaran me reka dari belakang.
Mengendap-endap ...
Huuup ...
"Jangan bergerak. Kalau sampe bergerak ilang itu kepalak," kata Mr Clean pada Brewok.
Tak sempat menjawab, tangan su dah diborgol.
Pelontos coba melarikan diri ..
Hiyaat ...
Praaak ..
"Auuugh," jerit Pelontos. Jatuh teng kurap.
Lecet batang hidung ..
Letnan Ratna mengambil borgol di saku celananya.
Lalu ..
Memborgol tangan Pelontos ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar