Jumat, 26 Oktober 2018

Dua Menara (38)

Dua Menara (38)
Oleh Wak Amin



"PAGI Kolonel Ahmad .." Sapa Tuan Chang dari balik telepon di ruang kerjanya yang sejuk dan nyaman.

"Pagi juga. Ini siapa dan ada keper luan apa menelepon saya?"

"Tuan Chang, Kolonel. Temannya Tuan Chow yang beberapa hari lalu sempat bertamu ke ruang kerja ba pak. Masih ingatkan?"

Kolonel Ahmad mengingat sesaat, lalu dia tersenyum lega ...

"Ingat Tuan Chang. Eeemm .. Boleh tahu ada keperluan apa ya?"

"Sebentar ya Pak Kolonel. Saya WA bapak sekarang, supaya lebih mu dah. Bisa kan Pak?"

"Bisa .. Silakan!"

Pesan WA itu tidak terlalu panjang. Tapi jelas, tegas dan seolah 'perintah'.

Dua menit kemudian ...

"Bagaimana Pak Kolonel? Anda sudah membacanya?"

"Sudah ..."

"Anda bersedia membantu saya kan Pak Kolonel?" Tuan Chang ber harap Kolonel Ahmad jadi penyela mat.

"Maafkan saya Tuan Chang. Saya tak bisa membantu anda," jawab Kolonel Ahmad.

"Saya harap bapak mempertimbang kannya lagi. Lagi pula tidak sulit kan Pak mengabulkan permintaan saya .. "

"Bukan perkara sulit atau tidak nya. Saya melanggar hukum jika melu luskan permintaan anda, Tuan Chang .."

"Saya mohon Pak Kolonel memper timbangkannya lagi. Anda tak usah kuatir. Jabatan anda tak bakalan copot, dan soal uang saya siap transfer sekarang."

"Maafkan saya Tuan Chang. Maaf, terima kasih. Selamat malam .."

Telepon ditutup ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar