Minggu, 28 Oktober 2018

Dua Menara (39)

Dua Menara (39)
Oleh Wak Amin




"KAMPRET itu kolonel. Baru kolo nel sudah sombong dia. Belum ta hu dia denngan Tuan Chang, haaa. Jenderal aja betekuk lutut sama gue."

Kesal, marah, kecewa dan mengge rutu jadi satu ...

Guaaaar ..

Pyaaar ...

Pecah kaca jendela kena lempar kursi ...

Dua anak buahnya segera meng hampiri dan menenangkan sang bos.

"Minum ya Bos. Mau yang putih atau hitam Bos?" Tawar Jaki.

"Yang hijau ada enggak?"

He he he ...

Jaki ketawa, diikuti Jali.

"Kenapa ketawa-ketawa, haaa?"

"Lucu saja Bos. Minuman hijau mana adalah. Kalau putih atau hitam pasti ada," kata Jali.

Dia lega Tuan Chang sudah tidak emosional lagi ...

Eeeem ...

"Oh ya. Kalian bisa tidak ..?" Tuan Chang tidak meneruskan ucapan nya.

Dia hanya memberi tanda 'tengah mencekik leher orang' ...

"Bisa kan?"

Jali bertanya, "Siapa kira-kira Bos orangnya?"

"Orang penting. Sebentar saya tele pon seseorang dulu ..."

"Siap Bos," jawab Jaki dan Jali se rempak. Berdiri tegap, memberu hormat.

Menelepon siapa ..?

Tuan Chow ...

Tuan Chang sekadar meminta per timbangan rencana dia menyuruh dua anak buahnya menghabisi  Ko lonel Ahmad pasca yang bersang kutan menolak  menghentikan pe nyelidikan yang dilalukan Mr Clean dan Letnan Ratna.

Pada prinsipnya Tuan Chow setuju
"Asalkan kamu Tuan Chang siap kan rencana B jika rencana A gagal," usul Tuan Chow.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar