Kisah di Balik Berita (25)
Oleh aminuddin
Aku Bangga Padamu Sayang ...
KAMU tentu bertanya kenapa aku menyesal memiliki kekasih seorang jurnalis?
Kamu tampaknya harus membaca isi hatiku ini supaya tidak membuat 'kesalahan' yang sama denganku.
Inilah isi hatiku ...
- Imbalan apa sih yang mereka teri ma atas kerja kerasnya?
Aku tahu jika profesi sebagai jur nalis adalah pekerjaan yang mulia, tapi mereka bisa dapat apa sih? Kerja keras mereka hanya dibayar dengan segelintir rasa puas dan se genggam bangga yang mungkin cuma bisa dirasakan olehnya...
Sebuah pengorbanan bahkan tidak hanya tenaga dan waktu, tapi nya wapun mereka rela korbankan demi mendapatkan informasi tersebut.
- Jujur aja deh, nggak semua orang menjunjung kode etiknya ketika be kerja sehari-hari.
Kenapa?
Karena banyak yang sudah dibuta kan dengan harta dan kekuasaan yang benar-benar tampak silau dari bawah.
Mereka yang jurnalis juga dengan 'bodohnya' tetap menginformasikan berita yang objektif, berimbang dan mematuhi hak jawab serta hak to lak.
Kamu bisa dapat apa sih memang nya?
- Sebatas laptop dan smartphone
Percaya deh! Bosan banget pacaran sama anak jurnalis. Dunia mereka cuma laptop dan smartphone, ka tanya "dari dua benda ini aku bisa mengajakmu keliling dunia lho. Kita bisa melihat dunia, kita bisa meli hat berjuta hal menarik di dunia."
Well, selama ini aku belum pernah diajak keliling dunia bersamanya, tapi walau aku benci ini, aku harus mengakui bahwa dia benar-benar berwawasan luas.
Laptop dan smartphone-nya mam pu membuatnya melihat sisi lain darj dunia.
- Melihat dari alik kamera
Harus kuakui lagi kalo dia memang pandai mengatur fokus kameranya, walau berat rasanya mulut ini untuk mengakuinya.
Tapi nggak cuma pandai mengatur fokus kameranya sih, diam-diam, dia juga bisa mengatur prioritas dalam hidupnya.
Dia bisa membedakan mana yang urusan kerja dan mana pula urusan pacaran.
- Ada banyak orang jahat di luar sana
Dalam mencari informasi, dia sela lu memberikan kesempatan berbi cara kepada lawan-lawannya dan bersikap toleran terhadap mereka lewat analisis dan komentarnya.
- Tanggung jawab sosialnya tinggi
Dia dituntut bekerja berdasarkan tanggung jawab sosial. Tuntutan tersebut termasuk menghormati kehidupan pribadi, menghormati martabat individu, dan menolak metode yang tidak loyal dalam mendapatkan berita.
- Menolak sogokan
Pacarku selalu menolak untuk mempromosikan kepentingan pribadi atau kelompok yang berten tangan dengan kepentingan umum, dan juga menolak sogokan dan pe langgaran atas prinsip-prinsip tersebut.
Dia tahu menjadi jurnalis itu tanta ngannya keras, tapi dia tetap tahan banting.
- Patuh dengan hukum
Dia patuh dengan hukum yang berlaku. Dia tahu seorang jurnalis tak boleh menyalahgunakan keku asaan untuk motif pribadi atau tujuan yang tak berdasar.
- Mata, telinga dan indera para pembaca
Yang pasti, aku sangat bahagia de ngan profesinya itu, karena jurnalis adalah mata, telinga dan indera dari pembacanya.
Dia senantiasa berjuang meyakin kan kepada pembaca bahwa berita yang ditulisnya adalah akurat, ber imbang dan bebas dari bias.
- Tak pernah memojokkan dan selalu bersikap adil dan fair
Dia tak pernah memojokkan suatu pihak. Karena dia tahu sangat sakit rasanya dipojokkan.
Dia bahkan pernah mengatakan kepadaku: ”Orang yang dipojokkan oleh sesuatu fakta dalam berita harus diberi hak untuk menjawab.”
Bangganya aku padamu sayang…..
___
www.idntimes.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar