Dua Menara (44)
Oleh Wak Amin
GUARRR ...
Pintu terbuka ..
Mr Clean dan Letnan Ratna sudah berada di ruang tamu. Disusul be berapa petugas bersenjata leng kap.
Kletek ...
Gagang pintu bergerak. Naik turun. Semula lambat. Karena belum ter buka, putaran dipercepat.
"Gimana nih Bos?" Bisik bodiguard berbibir tebal.
Tuan Chang memandang ke arah jendela. Dari balik jendela dia lihat seorang petugas berdiri sambil memegang senjata.
"Kamu lihat dia kan?"
"Lihat Bos. Orang pegang senjata," jawab si gondrong.
"Sekarang berbagi tugas. Kamu gon drong, tembak petugas itu sam pai mati. Dan kamu bibir tebal, lepas kan tembakan saat pintu ter buka. Yang lain pecahkan kaca jendela. Lompat keluar ...Paham?"
"Paham Bos," jawab 'anak buah' Tuan Chang serempak.
"Oke. Laksanakan sekarang!"
Dooor .. Door ...
Si petugas tewas, Tuan Chang dan bodiguardnya berhasil melompat. Sedangkan bibir tebal, karena pintu kamar tak juga terbuka
Sampai di luar ...
Sudah dikelilingi para penembak jitu. Jumlah mereka tidak banyak. Hanya empat orang ..
Ha ha ha ha ...
He he he he ...
Secepat kilat Letnan Ratna dan Mr Clean merampas senjata di gengga man Tuan Chang dan para bodigu ardnya.
Kini mereka tidak bersenjata lagi. Si gondrong menangis tersedu sedan. Memhon pengampunan.
"Saya tidak bersalah Pak Polisi dan Bu Polisi. Beliaulah yang memaksa kami." aku gondrong terus terang.
Tuan Chang marah besar. Ingin ra sanya dia menelan bulat-bulat go drong dikuncit.
Teganya dia berkhianat ...
Satu menit kemudian menyusul bi bir tebal. Sambil bersimpuh di hada pan Mr Clean, dia mengaku terpak sa membantu sang bos karena dipaksa.
"Kalau saya tidak melakukannya an ak isteri saya akan dihabisi," kata bibir tebal mengiba.
Karena semua anak buahnya me nyalahkannya, Tuan Chang berbuat nekad dengan merampas senjata salah seorang sniper, lalu ...
Door ...
Doooor ..
Mengenai kepala gondrong dan bi bir tebal. Keduanya tewas seketika. Sementara Tuan Chang menyusul beberapa detik kemudian setelah satu timah panas yang dilepaskan Letnan Ratna tepat mengenai da danya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar