Dua Menara (45)
Oleh aminuddin
TIDAK mudah bagi Kolonel Ahmad untuk 'menaklukkan Tuan Chow dan anak buahnya. Selain tak se gan-segan melepaskan tembakan yang membuat pengunjung banda ra panik dan berteriak, juga menyan dera beberapa perempuan muda ya ng bersiap menuju tangga pesawat.
"Tunggu perintah saya," kata Kolo nel Ahmad setelah melihat dari ke rumunan penumpang pesawat ada Tuan Chow.
Tuan Chow sudah berada di tengah-tengah tangga pesawat, ditempeli dua bodiguardnya dan anak buah nya yang lain dengan beberapa san dera yang amat ketakutan.
"Tembaaaak."
Para sniper bergerak ...
Beberapa peluru yang dilepaskan tepat sasaran, berhasil melukai Tuan Chow, dya bodiguard dan anak bahnya.
Mereka terjatuh dari tangga bersa ma para sandera yang selamat dan berhasil dievakuasi aparat keama nan beberapa menit kemudian.
Hanya Tuan Chow yang masih bisa berdiri, lalu dengan setengah berla ri menaiki tangga dan masuk ke dalam pesawat ...
Di dalam pesawat Tuan Chow me maksa pilot menerbangkan pesa wat ke tempat yang dia inginkan.
Tentu saja sang pilot menolak. Pe nolakannya ini membuat marah Tu an Chow.
Dia arahkan muncung pistol ke ke ning pilot ganteng dan masih muda usia itu.
"Terbangkan atau saya tembak .." Ancam Tuan Chow.
Sang pilot, meski gemetaran, tetap menolak menerbangkan pesawat.
Dooor ...
Dooor ...
Auuuuw ..
Sang pilot tewas seketika dengan kepala berlumuran darah ..
Tak cuma itu ...
Beberapa pramugari yang mencoba kabur juga tewas terkena temba kan ...
Co pilot, satu-satunya orang yang tersisa di dalam pesawat, menyusul tewas dengan perut berdarah kena timah panas setelah sempat bergu mul seru di ruang penumpang de ngan Tuan Chow.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar