Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (14)
Oleh aminuddin
Diracun ...
Allamah Tabataba'i menulis:
Imam Ja'far bin Muhammad, putra Imam Kelima, lahir pada tahun 83 H/ 702 M. Ia syahid pada tahun 148 H/ 765 M.
Menurut sumber-sumber Syiah, dira cun melalui intrik Khalifah Abbasi yah Mansur. Setelah syahadah ayahnya, Imam Ja'far menjabat Imam melalui perintah Allah SWT dan keputusan para Imam sebelumnya.
Selama masa Imâmah Imam Keenam, kesempatan dan iklim yang lebih bersahabat datang kepadanya untuk lebih leluasa menyebarkan ajaran-ajaran agama.
Kesempatan ini muncul sebagai akibat pemberontakan-pemberon takan yang terjadi di berbagai wila yah Islam, khususnya bangkitnya Muswaddah yang menggoyang khalifah Bani Umayyah, perang berdarah terjadi yang akhirnya menuntun kepada kejatuhan dan pengasingan Bani Umayyah.
Kesempatan emas ini juga adalah hasil dari pembukaan lahan yang dilakukan oleh Imam Kelima yang telah dipersiapkan sebelumnya selama masa imâmahnya yang mencakup dua puluh tahun melalui tabligh ajaran-ajaran asli Islam dan ilmu Ahlulbait Nabi As.
Imam Shadiq mengambil kesempatan emas ini untuk mendakwahkan ilmu agama hingga akhir masa Imâmahnya, seiring dengan masa-masa akhir kekuasaan Bani Umayyah dan awal kemunculan Bani Abbasiyah.
Imam mengajar banyak ulama dalam berbagai bidang disiplin ilmu dan ilmu periwayatan, seperti Zurarah bin A'yan, Muhammad bin Muslim, Mu'minut Taq, Hisyam bin Hakam, Aban bin Taghlib, Hisyam bin Salim, Huraiz, Hisyam Kalbi an-Nassabah dan Jabir bin Hayyan (Ahli Kimia).
Bahkan beberapa ulama Sunni ternama seperti Sufyan ats-Tsauri, Abu Hanifah, pendiri Mazhab Fiqh Hanafi, al-Qadi as-Sukuni, al-Qadi Abul Bakhtari, dan yang lainnya, mendapatkan kehormatan untuk menjadi murid-murid Imam Ja'far.
Disebutkan bahwa kelas-kelas dan tahapan-tahapan instruksinya menghasilkan ribuan ulama hadis dan ilmu-ilmu lainnya.
Jumlah hadis yang bersumber dari Imam Kelima dan Keenam lebih ba nyak dibandingkan dengan ha dis-hadis yang bersumber dari Nabi SAW dan para Imam yang lain.
Akan tetapi, pada akhir hayatnya, Imam dikenai pencekalan secara ketat oleh Khalifah Abbasiyah, Man sur, yang memerintahkan seperti penyiksaan dan pembunuhan ber darah dingin terhadap keturunan Nabi SAW yang merupakan penga nut Syiah sehingga perbuatannya melebihi kekejaman dan kebiada ban Bani Umayyah.
Atas perintah Mansur, mereka ditangkap secara berkelompok, beberapa dilemparkan ke penjara gelap dan pengap kemudian disiksa hingga mati, sementara yang lainnya dipancung atau diku bur hidup-hidup di bawah tanah atau di antara dinding-dinding ba ngunan, dan dinding dibangun di atas mereka.
Hisyam, Khalifah Umayyah, meme rintahkan agar Imam Keenam di tangkap dan dibawa ke Damaskus. Kemudian, Imam ditangkap oleh Saffah, Khalifah Abbasiyah, dan dibawa ke Irak.
Akhirnya, Mansur menangkap Im am dan membawanya ke Sa marra. Dia disekap, diperlakukan secara kasar dan beberapa kali untuk dihabisi.
Kemudian, Imam diperbolehkan un tuk kembali ke Madinah, mengha biskan sisa-sisa umurnya dalam persembunyian, hingga pada 25 Syawal 148 H, ia diracun oleh Gu bernur Madinah atas perintah Mansur.
Shalat jenazah dilakukan oleh putra Imam, Musa Kazhim, Imam Ketujuh ...
Tulis Surat ke Gubernur
Setelah mendengar syahadah Im am, Mansur menulis surat kepada gubernur Madinah ...
Dia memerintahkan kepada sang gubernur untuk pergi melayat ke rumah Imam dengan dalih me nyampaikan ucapan bela-sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, sekaligus mencari wasiat Imam dan membacakannya.
Siapa pun yang dipilih oleh Imam sebagai pewaris dan penggantinya harus dipancung di tempat ...
Tentu saja, maksud Mansur ini ada lah untuk mengakhiri seluruh ma salah Imâmah dan hasrat-hasrat Syiah ...
Ketika gubernur Madinah mengikuti perintah Makmun, untuk membaca wasiat terakhir, dia melihat bahwa Imam, alih-alih memilih satu orang, ia telah memilih empat orang seba gai pelaksana wasiat terakhirnya yakni :
a. Khalifah sendiri
b. Gubernur Madinah
c. 'Abdullah Aftah, putra sulung Imam
d. Musa, putra bungsu Imam.
Dengan cara seperti ini, siasat licik Mansur dapat dipatahkan. (Shiite Islam) ...
______
wwwmhajij.com>aeticles>item->3043-u ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar