Minggu, 30 Desember 2018

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (16)

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (16)
Oleh aminuddin

b. Ali bin Yaqthin

Ia juga adalah salah seorang saha bat Imam Ja’far Ash-shadiq as. Mar wan memata-matainya dan meme rintahkan penangkapannya. Akan tetapi, Ali berhasil meloloskan diri dari kejaran Marwan.

Ia mengirim istri dan anak-anaknya ke Madinah. Ia kembali ke Kufah menyusul keruntuhan Dinasti Bani Umaiyah di tangan Bani Abbasiyah.

Ali menjalin hubungan yang dekat dengan orang-orang Abbasiyah dan berhasil menjabat kedudukan-kedu dukan penting dalam pemerintahan mereka.

Melalui kedudukannya ini, ia ba nyak membantu pengikut-pengikut Ahlulbait yang tertindas ..

Harun Ar-Rasyid mengangkat Ali sebagai menterinya ..

Sebenarnya ia merupakan seorang utusan Al-Imam Musa al-Kazhim yang menyusup ke dalam pemerin tahan Harun.

Beberapa kali ia bermaksud me ngundurkan diri, namun ia ditahan oleh Imam untuk tetap menjabat kementerian demi melindungi aja ran dan pengikut Ahlulbait as.

Ali bin Yaqthin wafat ketika Imam Musa as masih berada di dalam penjara ..


c. Mu’min Ath-Thaq

Ia adalah seorang sahabat Imam Ja’far Ash-Shadiq as dan Imam Musa Al-Kazhim as.

Imam Ja’far mendudukkannya sebagai salah seorang sahabat utama beliau dan memberikan penghormatan khusus kepadanya.

Mu’min amat tangkas dalam diskusi dengan siapa saja. Menge nai hal ini, Imam Ja’far as mengata kan, “Mu’min ibarat seekor elang yang menerkam mangsanya.”

d. Hisyam bin Hakam

Ia adalah seorang pakar dalam bidang ilmu Logika. Acapkali terdapat sebuah masalah pelik, Imam Ja’far as selalu mengutusnya memecahkan masalah itu.

Ia sangat menguasai pembahasan Imamah. Ia merupakan murid jenius Imam dan tangkas dalam memberikan jawaban.

Ia juga seorang pakar dalam ma salah-masalah Ketuhanan.

Hisyam banyak menulis kitab dan terlibat dalam diskusi-diskusi dengan ulama dari berbagai mazhab dan golongan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar