Senin, 31 Desember 2018

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (17)

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (17)
Oleh aminuddin




IMAM Kazhim ra adalah orang yang paling abid, zahid, faqih dan derma wan pada masa itu. Ketika dua per tiga malam tiba, ia mulai melaku kan shalat sunnah dan melanjutkan shalatnya hingga fajar menyingsing.

Setelah melaksanakan shalat Shubuh, ia mengangkat tangan untuk berdoa dan mulai tenggelam dalam tangisan hingga seluruh jenggotnya basah dengan air mata.

Ketika ia membaca Al-Quran, orang-orang berdatangan dan berkumpul di sekelilingnya untuk menikmati suaranya yang merdu ...

Ia dikenal dengan julukan hamba saleh, dan karena kemampuannya menahan amarah, ia dijuluki dengan al-kazhim.

Julukannya yang lain adalah shabir (penyabar) dan amin (terpercaya) .....

Salah satu dari keturunan Umar bin Khattab seringkali mengganggunya dan menjelek-jelekkan Imam Ali r.a. Sebagian orang yang bersamanya berkata: "Izinkanlah kami membunuhnya".

Imam ra  dengan tegas mencegah mereka untuk melakukan hal itu ......

Pada suatu hari, Imam mencari orang tersebut. Mereka menjawab: "Ia sibuk berkebun di pinggiran Madinah".

Dengan menunggangi keledainya Imam masuk ke kebun orang tersebut. "Jangan kau rusak tanamanku", teriaknya nyaring.

Akan tetapi, Imam ra tidak menghi raukan teriakannya. Ia terus masuk ke kebunnya dengan menunggangi keledai hingga ia sampai di hadapannya.

Imam turun dari keledai dan langsung bersenda-gurau dengannya ...

Setelah itu Imam ra bertanya: "Berapa kerugian yang kau taksir akibat kerusakan kebunmu ini?"

"100 Dinar!", jawabnya tegas.

"Sekarang berapa kerugian yang harus kuganti?", tanya Imam kembali.

"Aku tidak memiliki ilmu ghaib (baca : aku tidak tahu--pen.)", jawabnya.

"Aku bertanya berapa yang harus kubayar?", tanya Imam memaksa.

"200 Dinar", jawabnya.

Imam Kazhim ra memberikan 300 Dinar kepadanya seraya berkata: "Kebunmu tetap menjadi milikmu".

Lelaki itu bangun dari duduknya seraya mencium kening Imam ra dan pergi dari tempat itu.

Imam Musa Kazhim ra pergi ke masjid dan melihat lelaki itu duduk di dalam masjid. Ketika ia melihat Imam masuk, ia berkata: "Allah lebih tahu di mana Ia harus meletakkan risalah-Nya".

Para pengikut Imam ra mengeru muni lelaki tersebut dan bertanya kepadanya: "Apa gerangan yang terjadi? Selama ini engkau selalu memusuhinya?"

Ia akhirnya mulai mengumpat me reka dan berdoa untuk keselamatan Imam Kazhim ra ...

Setelah itu Imam Kazhim ra berkata kepada para pengikutnya: "Apakah perlakuan yang ingin kalian lakukan terhadapnya lebih baik atau perlaku anku terhadapnya dengan memberi kan uang 300 Dinar kepadanya?"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar