Senin, 17 Desember 2018

Menulis Buku (1)

Menulis Buku (1)
Oleh aminuddin

Manfaat Bagi Dosen

APA saja?

Berikut penjelasannya ...

1. Dapat perlindungan hak cipta.

Dengan menerbitkan buku anda secara resmi, hak ciptanya dilindungi dan orang lain akan segan atau tidak seenaknya saja memfotokopi.

2. Penambah nilai akreditasi

Pengajar, dosen, widyaiswara, atau pelatih yang menerbitkan buku se lain mendapatkan angka kredit yang tinggi untuk kenaikan pang kat, juga memperoleh kontribusi untuk meningkatkan nilai akreditasi lembaga tempat mereka bekerja.

3. Mendapat royalti dan pengakuan

Selain royalti dari penerbit, penulis yang sukses juga mendapat banyak berkah tambahan.

Bil bukunya menarik dan berman faat bagi masyarakat, mereka bisa sering diundang untuk berbicar dalam ceramah, seminar atau lokakarya.

Efek menulis melahirkan kegiatan sampingan seperti diundang men jadi pembicara pada berbagai pertemuan.

Penulis yang menyampaikan gaga sannya dalam seminar atau loka karya lebih dipercaya oleh masyarakat.

Dalam hal ini seorang penulis iden tik dengan seorang pembicara. Bahkan bisa diundang ke luar negeri.

Seorang penulis juga lebih percaya diri dalam bidangnya karena dia tahu persis tentang hal-hal yang ia tulis bahkan ia bisa menjelaskan lebih mendalam daripada tulisan yang ia buat.

Internal dan Eksternal

BANYAK rintangan yang dihadapi. Kami mengelompokkannya menja di dua kategori : rintangan internal dan eksternal.

1. Rintangan Internal
Adalah rintangan yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Cukup sulit diatasi dan cenderung diremehkan.

1.1. Sulitnya Memulai

Memulai menulis itu ibarat orang yang memulai lari kecil (jogging). Pada lima menit pertama, sendi-sendi kaki mengejang kaku dan tidak nyaman. Napas mulai sesak, badan terasa berat.

Pada lima menit kedua, kaki sudah semakin pegal dan napas sudah tidak mau berkompromi lagi ...

Pada lima menit ketiga, napas tersengal-sengal dan kaki sudah tidak mampu bergerak lagi dan orang tersebut akhirnya berhenti.

Penulis yang berhasil menjadikan kegiatan menulisnya sebagai suatu kebiasaan -- writing is a habit.

Tiada hari tanpa menulis, kata seorang penulis. Denfan pendekata n paragraf demi paragraf niscaya lama-lama coretan-coretan itu bisa menjadi buku.

Ide penulis ini bisa muncul dan mengalir kapan saja, misalnya pada waktu santai, berolahraga, jalan-jalan, rapat, menonton TV dan biso juga dari obrolan, berita khutbah, pidato dan sebagainya.

Catatan kecil yang dikembangkan bisa menjadi besar dan bermakna bagi orang lain ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar