Tangisan Rasulullah (10)
Oleh aminuddin
Di Malam Perang Badar
MALAIKAT Jibril telah datang ke pada Rasulullah SSW dan berkata kepada beliau,”Dengan apa kalian menyebut orang-orang yang berju ang di perang Badar ini?”
Rasulullah SAW menjawab, “Mere ka adalah orang muslim terbaik.”
Maka, Jibril berkata, “Begitu pula dengan malaikat yang ikut serta dalam perang Badar ini. Mereka termasuk muslim terbaik.”
Diketahui jumlah kekuatan kaum muslimin saat perang Badar hanya sekitar 313 sampai 317 orang. Me reka terdiri dari kaum Muhajirin 82 atau 86 orang, Bani Aus 61 orang, dan kalangan Khazraj 170 orang.
Mereka berjalan dengan hanya membawa 2 kuda dan 70 unta. Maka, setiap dua orang atau tiga saling bergantian dalam mengen darai seekor unta.
Sangat berbeda jauh dengan 'pasu kan' kaum kafir Quraisy. Jumlah me reka mencapai 1.300 orang. Mereka membawa 100 tentara berkuda, 600 tentara berbaju besi, dan sejumlah unta yang sangat banyak jumlahnya.
Pasukan bangsa Quraisy ini dipim pin oleh Abu Jahal ..
Sa’ad ibn Muadz-pembawa bendera Anshar-pun saat itu angkat suara. Maka, ia pun segera bangkit dan berkata:
“Demi Allah, Kami telah beriman ke padamu, sehingga kami akan sela lu membenarkanmu. Dan kami ber saksi bahwa ajaran yang engkau ba wa adalah benar. Karena itu, kami berjanji untuk selalu mentaati dan mendengarkan perintahmu. Berangkatlah wahai Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, jika itu yang engkau kehendaki. Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan nilai-nilai kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar me ngarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu ..
Sungguh, tidak akan ada satu pun tentara kami yang akan tertinggal dan kami tidak takut sedikit pun kalau memang engkau mempertemukan kami dengan musuh-musuh kami esok hari ...
Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang terbiasa hidup dalam peperangan dan melakukan pertem puran. Semoga Allah memperlihat kan kepadamu berbagai hal dari kami yang dapat memberikan ke bahagiaan bagimu. Maka, marilah kita berjalan menuju berkah Allah.”
Ibnu Katsir rahimahullah menggam barkan keadaan Nabi SAW pada malam perang Badar.
“Pada waktu malam perang Badar , Rasulullah SAW melakukan shalat di dekat sebatang pohon. Dalam sujudnya beliau memperbanyak, ‘Ya Hayyuu, Ya Qayyum.’
Beliau mengulang-ngulangi ucapan itu , dan menekuni shalat tahajud sambil menangis dan berdoa terus menerus sampai pagi.
Dalam doanya beliau berkata; ‘Ya Allah aku mengingatkan-Mu akan janji-Mu, Ya Allah jangan Engkau meninggalkanku, Ya Allah jangan Engkau membiarkanku, Ya Allah jangan Engkau menyianyiakanku. Ya Allah ini adalah orang Quraisy, mereka telah datang dengan ke sombongan mereka. Mereka telah menentang dan menuduh bohong utusan-Mu. Ya Allah mana pertolo ngan-Mu yang Engkau janjikan.’
Beliau berdoa hingga jubahnya terjatuh ...
“Datanglah Abu Bakar, sahabat yang selalu menemaninya di kala suka dan duka. Sahabat yang me nemani Rasulullah ketika dikejar bala tentara musuh di Gua Tsur. Sahabat yang memiliki hati yang begitu lembut. Dengan air mata ya ng menetes ia mengambil jubah Rasulullah SAW yang terjatuh ke mudian mengembalikan ke pundak nya dan beliau mengikuti di bela kang Rasulullah.
Dia berkata, “Wahai Nabi Allah, cukup bagimu mengingatkan Tu hanmu akan janji-Nya. Karena Ia akan memberikan kepadamu apa yang Ia janjikan. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya,” Agar Allah SWT menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang ba til (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa itu tidak menyukai nya.” ( QS Al-Anfaal 8)
Allah SWT pun menolongnya deng an mengirim malaikat-Nya dalam perang Badar."
_____
https://www.islampos.com> syiar>sirah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar