Tangisan Rasulullah (14)
Oleh aminuddin
Untuk Husein Rasul Menangis**
MUHARRAM adalah bulan aneka kejadian. Dari beragam peristiwa, kesyahidan Husein lah yang mem buat Rasulullah SAW menangis.
Tangisan Rasul bahkan dimulai ketika Husein lahir, 58 tahun sebelum ia syahid ...
Ketika Fatimah baru melahirkan, Rasul datang dan berkata kepada Asma, “Berikan kepadaku putraku”.
Kemudian Asma menyerahkan Husein yang diselimuti kain putih. Setelah mengadzani pada telinga kanan dan mengiqomatinya pada telinga kiri, Rasul meletakkan Husein di pangkuannya.
Wajah Rasul yang sebelumnya gembira tiba-tiba berubah sedih.
Rasul menangis ..
Jenggotnya basah oleh cucuran air mata ...
Asma keheranan, “Ya Rasul, mengapa engkau menangis? Bukankah ini hari kelahiran, hari semua orang bergembira?”
Dalam isak tangisnya Rasul menja wab, “Jibril baru saja memberita huku bahwa putraku ini akan dibu nuh oleh kelompok zalim. Wahai Asma, jangan beritahu Fatimah tentang ini karena ia baru saja me lahirkan”. (Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, Hadis ke 13 dan 14 tentang biografi Husein).
Tentang Rasul menangis untuk Hu sein, Aisyah juga meriwayatkan ..
”Suatu ketika Husein kecil datang merangkak menuju Rasul yang sedang berbaring, tapi aku menghalanginya. Tidak berapa lama kemudian aku melihat Rasul bangun dan terisak-isak. Aku bertanya, “mengapa engkau menangis?”.
Rasul menjawab, “Jibril baru saja datang memperlihatkan kepadaku tanah di mana Husein terbunuh. Allah murka kepada orang yang membunuhnya.” (Daruqutni, alI’lal, juz 5 hal. 83; asSyafi’i, “al’Alam an&Nubuwwah, bab 12, hal. 23; Musnad Ahmad bin Hambal, jil.I hal.85).
Dari Fatimah, Rasul memiliki dua cucu, Hasan dan Husein, yang be liau sebut sebagai pemimpin pemu da di syurga.
Hasan syahid diracun, sementara Husein syahid di perang Karbala.
Untuk mereka Rasul bersabda, “Ya Allah aku mencintai mereka. Kare na itu cintailah mereka dan cintai lah orang-orang yang mencintai me reka.” (Sunan Tirmidzi, jil.5, hal.46; Mustadrak alHakim, jil.3, hal.666).
Banyak sekali hadist meriwayatkan Rasulullah SAW berkali-kali mena ngis untuk Husein.
Mengapa Rasul menangis?
Apakah karena Husein itu cucu nya?
Tentu tidak ...
Ada makna tertinggi dari sebuah perilaku Nabi, apalagi beliau mena ngis berulang kali ..
Tangisan Nabi ini adalah suri tau ladan (Ahzab: 21), bukan atas da sar hawa nafsu (an-Najm: 3).
Semua prilakunya adalah perwuju dan akhlak yang agung (al-Qalam: 4), serta sunnah yang bersumber dari wahyu (an-Najm:4).
Ada nilai risalah dari tangisan Nabi tersebut ...
____
- Tulisan ini pernah terbit di buletin “Gema Baiturrahman”, Jumat 24 Desember 2010.
- **Ditulis Said Muniruddin
- https://Islamindonesia.id>berita>kolom ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar