Oleh aminuddin
1.9. Imam Ali al-Naqi
Lahir 15 Dzulhijjah 212 H/827
Tempat lahir Sharya, Madinah
Imamah 34 tahun
Waktu syahid 3 Rajab 254 H/868 di
Tempat dimakamkan Samara, Irak
Imam sebelumnya Imam Muhammad al-Jawad as
Imam setelahnya Imam Hasan al-Askari as
Ayah Imam Muhammad al-Jawad as
Ibu Samanah Maghribiyah
Pasangan Salil
Putra Imam Hasan al-Askari as• Muhammad• Husain• Ja'far
Putri Aisyah atau Aliyah
Lakab Najib • Murtadha • Hadi • Naqi • 'Alim • Faqih • Amin • Thayyib
Imam-Imam Syiah
Ali, al-Hasan, al-Husain, al-Sajjad, al-Baqir, al-Shadiq, al-Kazhim, al-Ridha, al-Jawad, al-Hadi, al-Askari, al-Mahdi
-----------------
ABU al-Hasan Ali bin Muhammad bin Ali bin Musa (bahasa Arab: ابوالحسن علي بن محمد بن علي بن موسی) lebih dikenal dengan sebutan Imam Hadi as (212 H/827-254 H/868) put ra dari Imam Jawad as.
Ia juga dikenali dengan nama Imam Ali al-Naqi as. Ia sejak tahun 220 H/835 sampai 254 H/868 yaitu selama 34 tahun memegang jabatan keimamahan atas umat Islam Syiah.
Ia banyak menghabiskan masa keimamahannya di kota Samara Irak dan berbarengan dengan masa kekhilafaan sejumlah khalifah dari Bani Abbasiyah di antaranya khalifah Mutawakkil Abbasi.
Ia dimakamkan di kota Samara, ya ng pada tahun 2004 silam kubah makamnya rusak akibat sebuah ak si peledakan. Setahun kemudian (2005) dirusak kembali melalui ak si peledakan dengan modus yang sama.
Imam Hadi as banyak meriwayat kan hadis mengenai aqidah, tafsir Alquran, fikih dan akhlak. Ziarah Jami'ah Kabirah salah satu doa ziarah yang masyhur di kalangan Syiah menurut keyakinan yang kuat juga diriwayatkan oleh Imam al Hadi as.
Dimasa keimamahannya, ia mendidik dan mencetak banyak murid yang kemudian menjadi ahli dan pakar dalam bidang agama.
Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah adalah Abdul Adzhim al-Hasani, Utsman bin Sa'id, Ayyub bin Nuh, Hasan bin Rasyid dan Hasan bin Ali Nashir.
Ayah Imam Hadi as yaitu Imam Jawad as adalah imam kesembilan umat Islam Syiah. Ibunya bernama Samanah atau dalam riwayat lain Sausan.
Ia memiliki putra yang kemudian menjadi imam penggantinya yaitu Imam Hasan Askari as, sehingga kemudian ia dan putranya dikenal dengan nama Askariyain.
Ia sejak tahun 233 H/847 atas perintah khalifah Abbasiyah menetap di Samara, sampai kemudian menghabiskan usianya juga di kota tersebut.
Imam Hadi as banyak memiliki gelar di antaranya Najib, Murtadha, Naqi, Alim, Faqih, Amin dan Thay yib. Kunyahnya yang terkenal adalah Abu al-Hasan.
Di antara imam yang memiliki kunyah yang sama adalah Imam Kazhim as dan Imam Ridha as, yaitu Abu al-Hasan. Untuk bisa membedakan antara ketiganya maka disebut Abu al-Hasan awal untuk Imam Kadzhim as, Abu al-Hasan Tsani (kedua) untuk Imam Ridha as dan Abu al-Hasan Tsalits (ketiga) untuk Imam Hadi as.
Ukiran yang terdapat dalam batu cincin Imam Hadi as "اللّه ربّی و هو عصمتی من خلقه". Cincin lainnya be rukiran kaligrafi yang bertuliskan, "حفظ العهود من الخلاق المعبود" [7]
- Istri dan Keturunannya
Istri Imam Hadi as bernama Salil. Ia budak dari Naubah yang kemudian melahirkan Imam Hasan Askari as.
Mayoritas ulama Syiah menyebutkan Imam Hadi as memiliki 4 orang putra, namun mengenai jumlah putrinya para sejarahwan berbeda pendapat.
Hadhini menulis, putra Imam Hadi as terdiri dari Imam Hasan Askari as, Muhammad, Husain dan Ja'far.
Yang terakhir ini, karena mengklaim diri sebagai imam pengganti, ia di kenal dalam sejarah dengan sebu tan Ja'far al-Kadzdzab (Ja'far yang pendusta).
Mengenai keturunan Imam Hadi as, Syaikh Mufid menulis, "Penggantinya adalah Abu Muhammad Hasan sebagai Imam selanjutnya, sementara keturunan lainnya bernama Husain, Muhammad, Ja'far dan seorang putri bernama Aisyah."
Sementara Ibnu Syahr Ashub berpendapat putri Imam Hadi as bernama Aliyah. Sebagian ulama Ahlusunnah juga berpendapat sa ma, bahwa Imam Hadi as memiliki 4 putra dan seorang putri.
- Kesyahidan
Imam al-Hadi as meneguk cawan syahadah, akibat racun yang dibu buhkan atas perintah Mu'taz Abbasi.
Syaikh Mufid dan perawi lainnya meriwayatkan Imam al-Hadi as syahid pada bulan Rajab setelah 20 tahun 9 bulan menetap di Samara.
Sebagian sumber menyebutkan ia syahid pada hari ketiga Rajab. Ber dasarkan riwayat lainnya versi sya hidnya justru terjadi pada tanggal 25 atau 26 Jumadil Akhir.
Berita kesyahidannya sangat melu kai hati para pecintanya. Proses pemakamannya dibanjiri oleh para Syiahnya, yang spontan memukul-mukuli wajah mereka sebagai pe tanda kedukaan yang mendalam.
Ketika jenazah suci Imam Hadi as akan dimandikan para Syiahnya membawa keluar tubuh suci terse but dari rumahnya, kemudian mele takkannya di depan rumah [Musa bin Bagha]].
Ketika Mu'taz Abbasi mengetahui kabar tersebut, ia ingin menyalati jenazah Imam as. Ia memerintah kan agar meletakkan jenazah suci sang Imam di atas ta nah.
Kemudian ia menyalatinya, namun salat jenazah telah dilakukan sebe lumnya oleh Imam Hasan Askari as dan para Syiahnya.
Setelah itu, jezanah Imam Hadi as dimakamkan di salah satu rumah dimana ia menjadi tahanan rumah semasa hidupnya.
Karena masyarakat yang hadir da lam prosesi pemakaman itu sangat membludak, menyulitkan gerak Im am Hasan Askari as.
Di saat itu seorang pemuda memba wakan seekor kuda untuk Imam as dan masyarakat dapat mengiringi jenazah suci Imam al-Hadi as sampai ke tempat peristiraha tannya yang terakhir.
- Murid dan para Sahabat
Berdasarkan tulisan Syaikh Thusi, jumlah total murid Imam Hadi as dan para perawi yang menukil riwayat darinya berjumlah 185 orang.
Berikut ini, diantara murid dan sahabat Imam Hadi as yang terkenal:
a. Abdul Adzhim Hasani
Abdul Adzhim al-Hasani berdasarkan tulisan Syaikh Thusi termasuk sahabat Imam Hadi as dan Imam Hasan Askari as.
Namun sebagian literatur lainnya menyebutkan ia adalah sahabat Imam Jawad as dan Imam Hadi as.
Ia dikenal sebagai sosok yang sa leh, abid dan alim. Selain itu ia juga ahli fikih dan merupakan sahabat kepercayaan Imam Hadi as.
Abu Hamad Razi mengatakan: "Di Samara saya menemui Imam Hadi as dan menanyakan beberapa masalah kepadanya mengenai halal dan haram dan iapun menjawabnya. Dan ketika saya pamit, ia memesankan kepada saya, "Hai Hamad, jika di tempat yang engkau tinggali engkau mene mukan masalah agama yang tidak bisa kau pecahkan, maka bertanya lah kepada Abdul Adzhim, dan sampaikan salamku kepada nya."
b. Utsman bin Sa'id
Utsman bin Sa'id adalah seorang murid Imam Hadi as yang sejak berusia 11 tahun telah menimba ilmu langsung kepada Imam Hadi as.
Hanya dalam waktu yang tidak terlalu lama, Imam Hadi as telah menggelari Utsman bin Sa'id se bagai tsiqah dan amin, gelaran khusus yang ditujukan kepada individu yang dapat dipercaya dan amanah.
c. Ayyub bin Nuh
Ayyub bin Nuh adalah seorang yang terpercaya, ahli ibadah, dan bertak wa. Ia dikenal oleh para ulama rijal sebagai seseorang yang saleh dan ahli ibadah.
Ia adalah wakil Imam Hadi as dan Imam Hasan Askari as serta meri wayatkan banyak hadis dari Imam Hadi as.
d. Hasan bin Rasyid
Hasan bin Rasyid memiliki kunyah Abu Ali dan merupakan sahabat dari Imam Jawad as dan Imam Hadi as.
Syaikh Mufid menyebutnya sebagai fakih kenamaan dan sangat mendalam keilmuannya mengenai halal dan haram. Tidak ditemukan padanya aib dan kesalahan yang membuat musuh-musuhnya dapat merendahkannya.
Syaikh Thusi juga menyebutkan Hasan bin Rasyid adalah diantara wakil Imam Hadi as, dan diantara keduanya sering terjadi korespondensi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umat.
e. Hasan bin Ali Nashir
Syaikh Thusi menyebutkan bahwa Hasan bin Ali Nashir adalah salah seorang sahabat Imam Hadi as. Ia adalah ayah dari kakek Sayid Murtadha dari pihak ibu.
Mengenai kepribadiannya, Sayid Murtadha menyifatkan, "Kedudukan dan keunggulannya dalam ilmu, ke salehan dan fikih, lebih terang dari sinar matahari. Dia-lah yang menye barkan Islam di Dailam dan mem bimbing masyarakat setempat ya ng larut dalam kemaksiatan dan do sa menuju hidayah, dan dengan doa nya mereka semua kembali kepada kebenaran. Dia memiliki akhlak ya ng sangat mulia dan diterima se mua kalangan."
_____
Id.mobile. wikishia.net > index.php > ima ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar