Minggu, 20 Januari 2019

Strategi Pemanfaatan Lahan Basah (10)

Strategi Pemanfaatan Lahan Basah (10)
Oleh aminuddin


7. Koordinasi antarsektoral/departe men-keberlanjutan program.

Koordinasi antarsektoral (koordinasi horizontal) ataupun koordinasi pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir, yang bersifat bersifat hulu-tengah-hilir (koordinasi vertikal) masih menjadi kendala mengingat luasnya daerah sasaran dan tersebarnya penduduk yang ada di sana. Hal ini mengaki batkan keberlanjutan program sulit dilaksanakan.

Kegiatan pada tahun berikutnya 'harus' dipindahkan ke tempat lain untuk pemerataan. Sementara ke berlanjutan kegiatan oleh masyara kat secara swadaya, swadana dan swakelola masih belum dapat diandalkan.

Operasi dan pemeliharaan kegiatan pasca-proyek di daerah reklamasi rawa yang terbukti menjadi sangat menurun menjadi suatu kritik tajam oleh Badan dan Lembaga Donor Internasional (misalnya: JICA, World Bank, ADB).


8. Transportasi dan aksesibilitas.

Produk pertanian, perikanan, perke bunan, dan hasil usaha kecil dan menengah yang ada di daerah rawa khususnya, tidak mendapat akses yang baik ke pasar. Selain itu, kualitas produk yang dihasilkan juga berpengaruh terhadap harga jual.

Keterbatasan sarana, prasarana transportasi, penguasaan pasar oleh satu atau beberapa pedagang besar, membuat masyarakat tidak mempunyai pilihan terkecuali mem peroleh harga yang rendah.

Jalan dan jembatan masih belum banyak dijumpai di daerah rawa. Moda transportasi air yang umum digunakan sangat dipengaruhi oleh naik turunnya muka air yang ada di sungai, saluran dan ditentukan oleh ada  dan tidaknya sarana angkutan air seperti perahu dan tongkang itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar