Minggu, 27 Januari 2019

Tawa Rasulullah SAW (5)

Tawa Rasulullah SAW (5)
Oleh aminuddin





Lomba Lari
Diriwayatkan dari Aisyah ra  ia ber kata, suatu ketika aku ikut dalam sebuah perjalanan bersama Rasulullah SAW.

Ketika itu aku masih kecil, badanku masih langsing dan tidak seberapa gemuk.

Tiba-tiba Rasulullah SAW bersabda kepada orang-orang ..

Majulah kalian  ke depan (jalan duluan).

Maka orang-orang pun maju ke depan dan jalan lebih dahulu. Kemudian beliau bersabda kepadaku :

Ayo, mari kita berlomba lari!

Maka aku –pun berlari mengejarnya dan akhirnya dapat memenangkannya. Dan beliau-pun  tidak berkomentar apa-apa.

Kemudian aku ikut kembali dalam sebuah perjalanan, ketika itu badanku agak sedikit gemuk dan aku sudah lupa sama sekali dengan kejadian tersebut.

Tiba-tiba beliau berkata kepada orang-orang ...

Majulah kalian kedepan (jalan duluan)

Maka orang-orang pun maju ke depan dan jalan lebih dahulu. Kemudian beliau bersabda kepadaku,

Ayo, mari kita lomba lari!

Maka akupun mengejarnya, namun akhirnya beliau dapat memenangkannya.

Lalu beliau tertawa dan mengatakan kepadaku :

Kini seri dengan yang kemarin (dulu).  (HR  Ahmad)

Iblis Muntah
DIriwayatkan dari Umaiyah bin Makhsyi ra, ia berkata, “Suatu keti ka Rasulullah  sedang duduk, lalu ada seorang laki-laki yang sedang makan dan tidak mengucapkan basmalah sampai makanannya tinggal tersisa satu suap.

Ketika orang tersebut hendak memasukkan suapan terakhir ke dalam mulutnya, tiba-tiba ia teringat (bahwa ia belum berdoa) lalu ia mengucapkan, “Bismillaahi fii awwalihii wa aakhirihi” (dengan nama Allah dari sejak awalnya hingga akhirnya).

Tertawalah Rasulullah SAW melihat hal itu, kemudian beliau bersabda:

“Setan masih saja ikut makan ber samanya, hingga ketika ia menye but nama Allah, maka seetan pun memuntahkan apa yang ada dalam perutnya”. (HR Ahmad)


Madinah Kebanjiran
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra, ia berkata, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba datang seseorang kepada beliau dan berkata, “Sudah sangat lama hujan tidak turun, maka mintalah kepada Tuhan-mu agar menurunkan hujan.”

lalu Rasulullah SAW memandang ke arah langit dan kami lihat tidak ada sedikitpun awan di sana.

Lalu beliau langsung ber-istisqa’ (minta turun hujan) hingga datanglah awan yang menebal sedikit demi sedikit.

Dan tidak lama kemudian, hujan pun turun dengan derasnya hingga selokan-selokan air di Madinah menjadi meluap dan banjir.

Dan demikianlah hujan tersebut turun hingga datang hari Jumat berikutnya ..

Akhirnya orang tersebut -atau yang lainnya- datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau sedang khutbah dan berkata, “Kami telah kebanjiran, maka berdoalah agar Tuhan menghentikan hujan ini”.

Maka tertawalah Rasulullah SAW kemudian berdoa lagi :

“Ya Allah, turunkanlah (hujan) di se kitar kami dan jangan ditimpakan kepada kami (kesulitan karena nya),” sebanyak dua kali atau tiga kali ..

Maka awanpun sedikit demi sedikit mulai menjauh dari Madinah ke arah kiri dan kanan, dan hujan pun turun di sekitar kami serta tidak se dikitpun yang turun di Madinah.

Nampaknya Allah hendak memperlihatkan kepada mereka karamah Rasul-Nya dan kemustajaban doanya.” (HR Bukhari)


Jampi-jampi
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khud ri ra, ia berkata, “Pernah suatu ketika sekelompok sahabat Rasulullah pergi mendatangi sebuah perkampungan Arab, namun penduduk kampung tersebut tidak ada yang mau menjamu mereka.

Pada saat itu juga, tiba-tiba pemim pin kampung tersebut disengat  see kor kalajengking. Maka penduduk kampung itupun berkata, “Apakah kalian (para sahabat) membawa obat-obatan atau jampi-jampi?”

Para sahabat menjawab, “Akan tetapi (karena) kalian tidak sudi mengobatinya, kecuali jika kalian mau memberikan upah kepada kami.”

Maka mereka pun menjanjikan akan memberikan upah seekor domba.

Lalu salah seorang di antara saha bat membaca surah Al-Fatihah sam bil mengumpulkan air di ludahnya lalu meludahkan ke tempat senga tan kalajengking tersebut hingga si kepala kampung itupun menjadi sembuh.

Lalu dengan senang hati mereka menyerahkan domba yang mereka janjikan kepada para sahabat.

Akan tetapi para sahabat menolak hadiah tersebut dan mengatakan, “Kami tidak akan mengambilnya sebelum kami menanyakan kepada Rasulullah.”

Maka mereka pun pergi menanyakannya kepada Rasulullah SAW hingga beliau tertawa mende ngarnya.

Lalu kemudian beliau bersabda:

“Tidakkah engkau mengetahui bahwa ia (Al-Fatihah) memang jampi-jampi? Ambillah (domba tersebut) dan aku minta bagian (dagingnya).” (HR/Bukhari Muslim)


Uskup Yahudi
Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri ra, ia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Kelak pada hari kiamat, bumi ini akan menjadi seperti sebuah roti yang dibolak-balikkan oleh Tuhan yang Maha Perkasa dengan tangan-Nya, seperti layaknya salah seorang di antara kalian yang sedang membolak-balikkan sebuah roti ketika sedang dalam perjalanan/untuk dijadikan  tempat tinggal para penduduk surga.”

Tiba-tiba datang seorang Yahudi dan mengatakan, “Semoga Allah memberkatimu, wahai Abu Qasim. Sudikah kiranya engkau aku berita hukan tentang tempat tinggal para penduduk surga kelak pada hari kiamat?”

Rasulullah SAW menjawab, “Ya (si lahkan).

Yahudi itu pun berkata, “Kelak bumi ini akan menjadi seperti sebuah roti.” (persis seperti apa yang diceritakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Maka Rasulullah SAW pun menoleh kepada kami, kemudian beliau terta wa sehingga tampak gigi-gigi gera hamnya.

Lalu beliau bersabda:

“Sudikah kiranya engkau aku berita hukan tentang lauk pauknya?”

Ia menjawab, “Ya.”

Maka beliau pun bersabda, “Lauk pauknya adalah Ba’ Lam dan Nun.”

Para sahabat bertanya, “Dan apakah itu?”

Beliau menjawab, “Yaitu sapi dan nun (ikan paus), sisa dari hati ke duanya dapat dimakan oleh tujuh puluh ribu orang.” (HR Bukhari Muslim)








____
https://akmalarafst.wordpress.com> saat ..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar