Senin, 11 Februari 2019

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (4)

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (4)
Oleh aminuddin


SIGIT juga menambahkan bahwa kondisi hutan rawa gambut di OKI pada saat itu sudah sedemikian parah, sehingga pemerintah dihadapkan pada pilihan untuk segera melakukan upaya rehabilitasi  sekaligus mendatangkan pengelola kawasan untuk mencegah kebakaran yang terus berulang.

"Selama ini, ada saja pihak yang menilai bahwa HTI itu selalu merusak hutan alam. Mereka mungkin punya data, hutab alam dihabisi menjadi HTI. Saya pun kalau seperti itu pasti saya menantang. Tapi, kalau ini kan  ( hutan di Kabupaten OKI) hutan sudah hancur. Hutan hancur itu dibiarin juga tidak akan tumbuh. Itu hancurnya karena terbakar, kecuali kalau hancurnya karena ditebang, mungkin masih ada anak -anakan, mungkin dibiarkan beberapa tahun anakan bisa tumbuh. Kalau ini kan hancur karena terbakar, musnah betul sehingga gambut habis, anakan juga sudah musnah semua."

Sejak dibukanya investasi pembangunan HTI yang ditandai dengan keluarnya izin konsesi HTI, landsekap hutan rawa gambut di Kabupaten OKI telah mengalami dua fase perubahan, yaitu dari hutan alam menjadi semak belukar dan selanjutnya dari semak belukar menjadi hutan tanaman dengan jenis Acacia crassicarva untuk tujuan pemenuhan industri pulp.

Hadirnya HTI di Kabupaten OKI dinilai oleh sebagian orang dianggap memberikan dampak positif dibandingkan dengan kondisi semula yang berupa hamparan semak belukar tidak produktif, terutama dalam hal kepastian pengelolaan kawasan, peningkatan produktivitas lahan, sumber pendapatan daerah, dan perbaikan kondisi ekologi.

Menurut Suyanto & Khususiyah (2004), kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten OKI memiliki keterkaitan dengan kondisi sosial ekonomi  dan budaya masyarakat.

Jalan terbaik untuk mencegah terulangnya kebakaran hutan dan lahan gambut di Kabupaten OKI adalah dengan pengelolaan atau manajemen yang jelas.

Penanaman pohon dan budidaya tanpa bakar merupakan salah satu bagian dari upaya pengelolaan lahan gambut yang telah terdegradasi.

Perbaikan kondisi ekologi  akan berlangsung seiring tertutupnya lahan yang semula berupa semak belukar dengan tajuk pohon. Seyogianya kekhawatiran bahwa HTI yang dibangun di Kabupaten OKI menyebabkan rendahnya keanekaragaman hayati tidak perlu dipersoalkan lagi karena memang dibangun dari kondisi hutan yang sudah hancur akibat kebakaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar