Minggu, 17 Maret 2019

Isteri yang Salehah (11)

Isteri yang Salehah (11)
Oleh aminuddin

ALLAH SWT juga berpesan kepada kita, "Aku tidak ingin kalian menjadikan sumpah sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan."

Sebagai contoh, seandainya ada orang yang menyuruh anda untuk berbuat baik kepada orang yang menyakiti anda, janganlah anda mengatakan, "Aku bersumpah untuk tidak berbuat baik kepadanya karena ia tidak layak untuk itu."

Saat itu berarti anda telah menja dikan sumpah sebagai penghalang untuk berbuat baik. Seakan-akan Allah SWT ingin mengatakan kepa da anda, "Aku telah memaafkanmu ketika kamu bersumpah untuk tidak berbuat baik, atau tidak bertakwa atau tidak menyambung tali silaturahmi. Aku telah memaafkan sumpahmu itu."

Rasulullah SAW bersabda :

"Barangsiapa yang bersumpah, ke mudian ternyata ia mendapati sela in yang disumpahkan itu lebih baik, hendaklah ia melaksanakan yang lebih baik itu dan menebus sumpahnya."

Seandainya anda bersumpah untuk tidak melaksanakan kebaikan, kena pa anda mesti lakukan itu? Karena saat anda bersumpah untuk tidak melakukan itu, berarti  anda telah menjadikan Allah SWT sebagai penghalang untuk berbuat kebaikan.

Itu juga berarti anda telah merusak syariat itu sendiri. Allah Yang Maha perkasa yang telah menyuruh kita untuk berbuat baik. Maka, janganlah sumpah seorang manusia menjadi penghalang dari syariat Allah.

Jika anda bersumpah untuk meni nggalkan suatu yang wajib, anda harus meninggalkan sumpah ter sebut dan tidak boleh melaksana kannya.

Tinggalkan sumpah itu dan tebus segera ... 4)

Hukum yang sama juga berlaku bagi orang yang sudah bersumpah untuk tidak meminjamkan ternak, mesin, atau kendaraannya dengan alasan satu kasus tertentu.

Hal ini sering terjadi di kampung-kampung kita, padahal Allah SWT menutup ayat tersebut dengan, "Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Maknanya, sesungguhnya Allah Maha Mendengar sumpah yang telah kamu ucapkan dan Maha Mengetahui niat baik atau burukmu.

Oleh karena itu, janganlah kamu menjadikan sumpah sebagai peng halang untuk berbuat kebaikan, ketakwaan, dan hubungan silatu rahmi di antara manusia.

Ketika Allah SWT menjelaskan ten tang sumpah, sesungguhnya Dia te lah memberikan kepada kita bata san antara sampah yang serius dan sumpah yang main-main.

Allah SWT tidak akan menanggapi kecuali sumpah yang betul-betul ke luar dan dari relung hati terdalam, yang baginya tidak boleh untuk me langgarnya. Sedangkan sumpah yang main-main saja, Allah SWT sudah memaafkan.

Sebagai contoh, "Demi Allah, ja ngan engkau melaksanakan pekerjaan itu. Kalau kamu nekat mengerjakannya juga, aku akan hukum kamu", Demi Allah, aku akan menziarahi kamu", dan " Demi Allah, aku tidak bermaksud demikian."

Atau, sumpah yang hanya berdasar kan persangkaan, seperti sumpah, "Demi Allah, telah terjadi sesuatu," sedangkan anda tidak yakin tenta ng kejadian tersebut dan anda tidak bermaksud untuk berbohong.

Sumpah palsu adalah sumpah yang jelas-jelas diketahui kebohongan nya dan bersumpah dengan sebalik nya. Misalnya, bila anda melihat se seorang yang mencuri atau melaku kan kriminalitas pembunuhan, lalu anda bersumpah bahwa anda tidak melihatnya. Maka, Allah SWT mem berikan ketegasan dalam masalah ini dengan firman-Nya :

"Allah tidak menghukum kamu dise babkan sumpahmu yang tidak di maksud  (untuk bersumpah), tetapi Allah menghukum disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Allah Ma ha Pengampun lagi Maha Penyan tun." (QS Al-Baqarah 225)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar