Tangga Bahagia (3)
Oleh aminuddin
TANGGA kedua ...
Perasaan hati. Salah satu sebab orang merasa miskin atau sunyi dari bahagia karena perasaannya sendiri. Perasaan bahwa dia tidak disukai orang.
Jika ada perasaan orang suka kepa danya timbullah kekuatan mengha dapi kehidupan dan muncullah keberanian.
Penyebab timbulnya perasaan diri tidak disukai orang itu amatlah ba nyak ..
Orang seperti ini mengerjakan sua tu pekerjaan bukan lantaran peker jaan itu wajib dikerjakan, melainkan mengharapkan penerimaan manusia.
Jika tidak diterima orang sedihlah hatinya. Karena manusia itu selu ruhnya hanya mau menerima yang beres saja ...
Karena merasa orang tidak percaya kepadanya, lalu dia membalas dendam kepada segenap masyarakat ...
Orang-orang seperti inilah yang ke rap mengotorkan sejarah, mem buat huru-hara, membikin pemberontakan ...
Kalau dia jurnalis, dia pergunakan penanya untuk mencela dan mema ki orang, menghinakan serta menye sali orang.
Ini golongan aktif ...
Hidupnya bertanjuran (karena orang tidak juga akan memuji kita lebih baik kita lepaskan apa yang terse nak dalam hati, biar kita dicela
. - penyalin).
Sedangkan golongan pasif, keba nyakan tidak mau mengganggu masyarakat, tetapi diundurkannya dirinya ke belakang. Tidak mau memperdulikan dunia beserta seisinya.
Dia tegak seorang diri. Dalam diri nya ada perasaan kecewa dan taa syum (pesimis). Tidak merasa puas dengan segala yang ada.
Lantaran dia meminta agar orang suka memperhatikan dirinya, pada hal hubungannya dengan luaran telah dia putuskan, maka dia tidak pernah merasakan apa yang nama nya ketentraman.
Dia tidak berani. Terlalu banyak pertimbangan, mundur maju. Dan jika hidup itu dicapai oleh orang lain, dia kembali mengeluh.
Itulah sebabnya kebanyakan peng anjur-penganjur bangsa, politikus dan para pahlawan pena, pertali annya dengan hidup itu amat teguh seketika orang masih banyak orang menghargai buah tangannya.
Kalau tidak ada lagi, maka keba nyakan orang ini mengundurkan diri, lupa dan sengaja agar dirinya dilupakan ...
Maka, kian lama kian jauhlah ia. Ti dak ada orang yang sempat men jemputnya. Sebab putaran roda hidup itu amatlah cepat.
Sebab itu, haruslah pendidik, teru tama ayah bunda mencari tempat mana yang patut dihargai, mana yang disayangi dan mana pula ya ng patut dipuji buat anaknya yang akan menempuh hidup dengan se genap kesulitannya di belakang hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar