Kamis, 28 Maret 2019

Tangga Bahagia (8)

Tangga Bahagia (8)
Oleh aminuddin


MAKA Allah SWT telah memerin tahkan bagi tiap-tiap kita menger jakan dua hijrah pada tiap-tiap waktu.

Yaitu hijrah kepada Allah SWT de ngan jalan tauhid, ikhlas, menyerah, tawakkal, khauf (takut), raja' (mengharapkan), mahabbah cinta) dan tobat.

Kemudian hijrah kepada rasul-Nya dengan mengikuti sunnahnya dan tunduk kepada perintahnya, menda hulukan sabdanya, dan sabda orang lain.

Maka barangsiapa hijrah kepada Allah dan Rasul adalah hijrahnya itu kepada Allah dab Rasul. Tetapi siapa yang hijrahnya kepada dunia yang akan membawa laba kepada nya atau kepada perempuan yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu hanya sekadar tujuannya itu juga adanya.

Allah SWT perintahkan kita meme rangi (menjihad) diri sendiri dalam mencari Allah, dan memerangi se tan. Tiap-tiapnya ini adalah fardhu 'ain, tak boleh digantikan atau diserahkan kepada orang lain.

Tetapi jihad dengan  kafir dan munafik, cukuplah jika dikerjakan oleh setengah umat sebab telah hasil maksud. Dan yang lain me ngerjakan yang lain pula.

Maka orang yang sempurna iman nya imannya pada sisi Allah, ialah yang sanggup menyempurnakan jihadnya semua. Tetapi makhluk ini bertingkat-tingkat pula kedudukan mereka pada sisi Tuhan menurut tingkatan martabat jihadnya.

Maka adalah makhluk Allah yang paling sempurna dan penutup dari segenap para Rasul, Nabi Muham  mad SAW yang telah mencapai seti nggi-tinggi jihad. Telah berjihad, sejak dia dibangkitkan Tuhan sampai dia mangkat.

Sekian kita salin keterangan Ibnul Qayyim itu tentang pelajaran jihad dalam Islam, supaya terang bahwa kupasan Bertrand Russel tentang "Kebijaksanaan Timur" itu tidaklah mengenai Islam, tetapi mengenai ajaran-ajaran agama Hindu atau Budha dan seumpamanya.

Sesungguhnya kematian perasaan jihad inilah yang telah menyebab kan kaum muslimin sangat mundur pada dewasa ini. Mungkin setelah ajaran agamanya dicampur aduk dengan agama yang lain.

Dan kaum muslimin akan melebihi Barat dalam berjihad dengan sung guh-sungguh, jika pelajaran agama nya dipegangnya kembali teguh-teguh. Sebab Bertrand Russel tadi menerangkan teledornya dinamik Barat karena dipengaruhi kebendaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar