Jumat, 19 April 2019

Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (10)

Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (10)

By aminuddin







35. Ayat 85 :


" ...Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."

( .. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat). (23)



36. Ayat 88 :

"Wa qaaluu quluubunaa ghulfun. Bal la'anahumullaahu bikufrihim faqaliilammaa yu-' minuun."

(Dan mereka berkata : "Hati kami tertutup." Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena ke ingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman).


37. Ayat 89 :

"... Walammaa jaa-ahum kitaabun 'indallaahi mushaddiqullimaa ma'ahum wakaanuu min qablu yastaftihuuna 'alallaziina kafaruu. Falammaa jaa-ahummaa 'arafu kafaruu bih. Fala'natullaahi 'alal kaafiriin."


(Dan setelah datang kepada mere ka Alquran dari Allah yang membe narkan apa yang ada paa mereka (24), padahal sebelumny mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah da tang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya  Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu).



38. Ayat 90:

"Bi-'samasytarau bihii anfusuhum ayyakfuruu bimaa anzalallaahu baghyan ayyunazzilullaahu min fadhlihii 'alaa mayyasyaa-u min 'ibaadihii. Fabaa-u 'ala ghadabin walil kaafiriina 'azaabum muhiin."


(Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah Allah menurunkan karunia-Nya (25) kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesu dah (mendapat) mendapat kemurkaan (26). Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan)












____
(23). Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan Khazraj  sebelum Islam telah terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. Sampai antara dua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan karena membantu sekutunya. Tapi jika kemudian ada orang-orang Yahudi tertawan, maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya kendatipun mereka tadinya berperang-perangan.

(24). Maksudnya : kedatangan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya


(25). Maksudnya : Allah SWT menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad SAW.


(26). Maksudnya : Mereka mendapat kemurkaan  yang berlipat-ganda yaitu kemurkaan karena tidak beriman kepada Nabi Muhammad SAW  dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunuh nabi, mendustakannya, merubah-rubah isi Taurat dan sebagainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar