Pramasastra Bahasa Arab (3)
Oleh aminuddin
• Partikel
Partikel dalam bahasa Arab tidak punya pengaruh apa-apa terhadap kata lainnya dalam satu kalimat, namun umumnya bentuk dan har katnya tetap (tidak mengalami perubahan). Termasuk dalam bagian ini, kata perangkai, kata depan, kata seru yang menunjukkan tanya, atau kata penyangkal (=tidak).
Pokoknya, kata-kata dengn katagori partikel ini, tidaklah membawa pe ngaruh dalam susunan kalimat. Adapun preposition (kata perang kai) memang termasuk dalam bagian partikel, namun yang satu ini dikecualikan karena mempunyai pengaruh terhadap kata benda sesudahnya.
A. Preposition and Conjunction (Kata Perangkai dan Kata Penghu bung)
I. Bahan pelajaran :
a. Saya punya satu surat kabar, di dalamnya gambar bagus ('Indii jariidatun fiihaa shuuratun jamiilatun)
b. dan di bawah namanya dengan bahasa Arab (Watahtahas muhaa bil lughatil 'arabiyyah).
c. dan di atasnya judul surat kabar dengan nomornya (Wa fauqahaa 'unwaanul jariidati ma'a 'adadihaa).
d. Kemudian sesudah gambar, di atas halaman kedua bagian (ko lom) tentang perjalanan (wisata) dari Irak ke Amerika (Tsumma ba'dash shuuratin 'ala shafhatin ats-tsaaniyati qismu 'anis safar minal 'iraqi ila amriika).
e. Saya mempunyai disana kolom tentang perang antara Amerika dan Jerman (Wali fiiha qismun anil harbi baina amriikaa wa-almaaniyaa).
----------
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Ada dua kalimat dalam nomor ini (a). Pertama = 'Indii jariidah dan ke dua, Fiihaa shuuratun jamiilatun. Yang pertama adalah kalimat nomi nal dengan predicate 'Indii yang mendahului subjectnya jariidah. Yang kedua kalimat nominal dengan predicate Fiihaa yang mendahului subjectnya shuuratun, dan yang dibatasi oleh adjective jamiilatun.(jamiilah).
Kalimat yang kedua itu pun memba tasi jamiilatun ...
Dalam kalimat pertama, predicate 'Indii terdiri dari dua kata :'Inda dan .. Yii. Kata 'Inda = di, samping, pada, adalah adverb tempat dipakai sebagai kara perangkai, yang dihu bungkan dengan akhiran (kata ganti) ... Yii, yang dalam kasus genetif, dan berharkat tetap.
Kombinasi 'Indii dapat diterjemah kan "Saya mempunyai", sedangkan adverb berharkat fathah. Akhiran kata 'Inda diganti dengan kasrah untuk disesuaikan dengan akhiran kata ganti orang pertama tunggal.
Dalam kalimat kedua predicate Fiihaa diiringi subject Shuuratun. Predikat ini terdiri dari dua kata: preposition (kata perangkai) Fi dan kata ganti akhiran ... Haa, yang ge netif karena menjadi objek kata perangkai itu. Akan tetapi akhiran .. Haa tidak berharkat kasrah karena ia tetap.
Semua objek kata perangkai itu ha rus dalam keadaan genetif ..
2. Dalam kalimat ini (b) predicat Tahtahaa terdiri dari Tahta yang adverb tempat sebagai perangkai dan kata ganti akhiran .. Haa. Adverb Tahta berharkat fathah.
Subjectnya Asmu dibatasi dengan kata perangkai ...Bi, dengan Allughatil 'Arabiyyah. Objectnya Allaughati dan adjective nisbah Al'arabiyyah yang membatasi Allughati.
3. Kalimat nominal ini (d) dimulai dengan tsumma. Predicatenya Ba'dashshurati dan subjectnya qismun. Kata Amriika, walaupun genitif tidak berubah karena akhirannya alif.
4. Predicate dalam kalimat ini (e) Lii .. dan subjectnya Qismun. Predicate Lii terdiri dari dua kata: kata perangkai Lii ...., = untuk (pu nya) dan kata ganti akhiran tunggal orang pertama Yii ...
Catatan :
• Kata perangkai yang banyak terpakai = 'Ala (di atas), Fii (di - di dalam), 'An (dari, tentang) (1), ilaa (kepada, sampai), Ma'a (dengan, bersama), Min (dari, daripada), Hatta (sehingga), Lii .. (bagi) (2), Bi .. (dengan, di) dan Ka ... (seperti).
• Kata penghubung yang banyak terpakai = Tsumma (kemudian) dan Laakinna (Laakin) yang bermakna tetapi.
* Adverb yang banyak terpakai dan artinya yang asli = Tahta (di bawah), Fauqa (di atas), Haula (sekitar, sekeliling), Duuna (di bawah, tanpa), Dhidda (lawan) (against), 'Inda ( di samping, dengan, di), Qabla (sebelum) (= tempat/waktu), Quddaaman (di depan (tempat), Ladaa (dengan, di), Nahwa (ke arah, kira-kira) dan Wara-a (di belakang) (tempat).
III. Latihan :
1. Kerajaan Saudi Arabia (berada) di Jazirah Arab (Addaulatul 'arabiyyahtus su'uudiiyatu fil jaziiratil 'arabiyyati).
2. Ia mempunyai raja seperti singa dalam perang (Lahaa maliku kal-asadi fil harbi).
3. Antaranya dan antara bangsa itu kecintaan yang besar (Bainahu wabainasy sya'bi hubbun 'adzhiim).
4. Istananya besar, di depannya masjid (jamik) (Qashruhu kabiirun amaamahu jaami'un).
5. dan di atasnya bendera hijau Saudi (Wafauqahu al'alamu al akhdharus su'uudiyyu).
IV. Latihan :
1. Aljaami'u alkabiirul 'aashimatu.
2. Haulahu suuqul madiinah.
3. Wara-ahu daaru jariidatil hayaati.
4. Wa quddaamahu nahwal gharbi baabun qadiimun.
5. Wa qablal baabis suuquth thawiilah.
V. Latihan : Terjemahkan ke dalam bahasa Arab)
1. Wadi itu di bawah gunung.
2. Dalam mata air itu, airnya jernih.
3. Ke (arah) Barat dari sana, laut itu.
4. Antara mata air dan laut, (ada) sebuah kampung.
5. Dia puncaknya (kepala) kampung Syekh.
___
(1). Bila kata perangkai ini diikuti kata sandang definitif, hamzah washal dan "Alifnya" dihilangkan dan "Lam" menjadi langsung berhubungan, seperti Almaliki - Li .. = Lilmaliki. Bila dihubungkan dengan kata ganti akhiran selain Sii .. ia akan berharkat fathah, seperti Lahaa, Lahu.
(2). Adverb Baina diulang beberapa kali jika ada beberapa kata yang memerlukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar